Chipset MediaTek Dulu Dianggap Murahan, Sekarang Saingin Snapdragon! Cek Faktanya

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa perdebatan “Chipset Mediatek Vs Snapdragon” masih panas saat beli smartphone baru?
Di Indonesia, nama prosesor sering memengaruhi pilihan. Banyak orang ingin tahu apakah label lama masih berlaku atau hanya stigma. Pilihan ini penting untuk kerja, kuliah, dan hiburan sehari-hari.
Perubahan pasar nyata: lini Dimensity dari chipset mediatek kini sering disejajarkan dengan qualcomm snapdragon di kelas menengah ke atas. Menurut sumber industri seperti Digital Trends, keduanya mengejar performa dan efisiensi dengan pendekatan berbeda.
Tujuan artikel ini bukan mencari pemenang mutlak. Kami fokus pada perbandingan yang membantu Anda menilai prosesor berdasarkan kebutuhan dan value per rupiah.
Kami akan membahas performa harian, kinerja gaming, grafis, efisiensi daya, AI, termal, konektivitas, dan harga perangkat — semua dengan data umum dari sumber tepercaya.
Poin Kunci
- Persepsi berubah: tidak lagi soal murah atau mahal, tapi nilai dan kinerja.
- Bandingkan prosesor berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar merek.
- Faktor penting: performa, efisiensi daya, dan termal saat penggunaan nyata.
- Sumber tepercaya akan digunakan untuk memberikan gambaran objektif.
- Fokus pada value per rupiah untuk memilih smartphone yang tepat.
- Artikel ini bertujuan membantu keputusan, bukan menyatakan pemenang mutlak.
Chipset Mediatek Vs Snapdragon: gambaran singkat dan kenapa perbandingannya relevan sekarang
Pembeli ponsel kini punya lebih banyak pilihan performa dan fitur daripada beberapa tahun lalu. Persaingan di pasar membuat selisih kemampuan antar-merek di kelas menengah semakin tipis.
Ekspektasi pengguna Indonesia: kinerja, game, baterai, dan harga smartphone
Pengguna mengharapkan kinerja lancar untuk aplikasi sehari-hari dan multitasking. Banyak juga yang butuh tenaga cukup untuk memainkan game populer tanpa lag.
Selain itu, baterai yang tahan lama dan harga sesuai kelas jadi pertimbangan utama saat memilih ponsel.
Mitos “MediaTek murahan” vs realita Dimensity yang makin kompetitif
Dulu label murah lekat karena dominasi pada entry-level. Namun realita sekarang menunjukkan lini terbaru menawarkan teknologi dan efisiensi yang kompetitif.
- Digital Trends menekankan keduanya bersaing ketat pada performa dan dukungan fitur-fitur canggih.
- Source 2 mencatat satu merek cenderung lebih terjangkau untuk entry/mid-range, sementara yang lain dominan di mid-flagship.
Intinya: nilai harga/performa sering menentukan pilihan lebih dari sekadar merek. Untuk penggunaan harian, fokus pada kebutuhan — apakah Anda butuh value atau fitur premium.
Siapa di baliknya: MediaTek vs Qualcomm Snapdragon dan fokus inovasinya
Di balik logo ponsel ada filosofi desain yang berbeda dari dua produsen besar. Mengetahui siapa di belakang otak perangkat membantu memilih sesuai kebutuhan.
MediaTek Inc. dari Taiwan: strategi nilai ekonomis dan dominasi entry‑mid
MediaTek Inc. sebagai perusahaan Taiwan fokus pada volume dan value. Strategi ini membuat banyak perangkat entry-level hingga mid-range punya spesifikasi kompetitif dengan harga terjangkau.
Dengan pendekatan skala produksi, produsen ponsel bisa menawarkan lebih banyak varian produk tanpa menaikkan harga. Itu juga meningkatkan ketersediaan opsi bagi konsumen.
Qualcomm dari AS: fokus premium, grafis, AI, dan efisiensi daya
qualcomm snapdragon menempatkan inovasi di posisi utama, terutama untuk grafis dan kemampuan AI. Hasilnya, banyak ponsel mid‑flagship memakai solusi ini untuk pengalaman lebih halus.
Penekanan pada efisiensi daya juga membuat produk mereka menarik untuk pengguna yang butuh daya tahan dan performa konsisten.
Dampak strategi produsen ke kualitas perangkat, stabilitas, dan dukungan fitur
Strategi berbeda memengaruhi kualitas akhir. Kinerja stabil, tuning kamera, dan optimasi game sering kali ditentukan oleh paket lengkap pabrikan — bukan hanya prosesor.
qualcomm snapdragon cenderung muncul di model premium, tapi kualitas pengalaman tetap bergantung pada manajemen termal, RAM/storage, dan software. Selanjutnya kita akan masuk ke detail teknis CPU, GPU, dan AI.
Bedah teknologi chipset: CPU, GPU, AI, dan arsitektur yang memengaruhi performa

Untuk menilai performa nyata, perlu memahami bagaimana CPU, GPU, dan AI bekerja bersama. Penjelasan singkat ini membantu Anda melihat perbedaan desain dan efeknya pada keseharian.
Arsitektur ARM dan susunan inti
Basis arsitektur ARM jadi fondasi. Banyak produsen memakai inti Cortex standar untuk efisiensi biaya, sementara beberapa menempatkan inti kustom untuk tuning performa dan efisiensi.
Susunan inti (jumlah inti besar dan kecil) menentukan respons aplikasi dan konsumsi daya saat beban berubah. Konsep big.LITTLE dan HMP membuat prosesor mampu berganti antara inti hemat daya dan inti kencang.
GPU terintegrasi untuk grafis
GPU terintegrasi seperti Mali atau Immortalis pada beberapa model berbeda secara praktis dengan Adreno pada model lain. Perbedaan ini paling terasa saat gaming dan rendering grafis berat.
AI Engine vs APU dan aplikasi nyata
Unit AI pada prosesor membantu fitur kamera, pengenalan wajah, dan pemrosesan suara. Seri high-end biasanya menyematkan AI Engine lebih kompleks, sedangkan solusi lain punya APU yang kuat untuk efek kamera dan bokeh.
Efisiensi daya, termal, dan stabilitas
Performa puncak tidak selalu menang jika perangkat cepat menurun karena throttling. Desain arsitektur, manajemen panas, dan efisiensi daya menentukan kestabilan jangka panjang dan risiko overheating.
| Model | Konfigurasi CPU | Threads | Catatan |
|---|---|---|---|
| Helio G96 | 2×2.05 GHz + 6×2.0 GHz | 8 | Fokus value, Cortex standar |
| Snapdragon 860 | 1×2.96 + 3×2.42 + 4×1.78 GHz | 8 | Clock tinggi, cache L2 1.8MB |
- Inti dan arsitektur memengaruhi kecepatan respons dan konsumsi daya.
- GPU berbeda berpengaruh besar pada pengalaman gaming.
- Istilah seperti Snapdragon Gen atau elite sering menandai lompatan teknologi tiap generasi.
Kinerja nyata untuk pemakaian harian: gaming, multitasking, dan aplikasi berat

Penggunaan sehari-hari mengungkap perbedaan nyata antara prosesor saat memainkan game atau membuka banyak aplikasi.
Gaming: konsistensi FPS, grafis, dan panas
Untuk gaming, yang dicari adalah FPS stabil dan frame time yang konsisten dalam 15–30 menit. Adreno sering dipuji untuk tuning grafis yang rapi. Mali dan Immortalis bisa sangat cepat, tapi hasil akhir tergantung optimasi game dan pendinginan perangkat.
Multitasking dan kestabilan
Android Authority mencatat bahwa dalam multitasking ringan sampai sedang, desain memori dan scheduler memengaruhi kestabilan. Beberapa prosesor tampil lebih stabil pada ponsel kelas menengah ke bawah.
Aplikasi berat dan pemrosesan
Rendering video singkat atau edit foto mengandalkan CPU, GPU, RAM, dan kecepatan storage. Jadi jangan menyalahkan prosesor saja jika ekspor lambat.
Daya, baterai, dan konektivitas
Pada beban tinggi, beberapa seri terasa lebih boros, sementara yang lain lebih efisien berkat optimasi AI dan manajemen daya. Koneksi 5G, Wi‑Fi, dan Bluetooth juga memengaruhi konsumsi daya menurut cara modem dan driver dioptimalkan.
| Aspek | Indikator | Apa yang dicek |
|---|---|---|
| Gaming | FPS & suhu | Throttling, frame time, review sustained |
| Multitasking | Respons aplikasi | Manajemen memori, RAM, swap |
| Baterai & koneksi | Daya saat beban | Efisiensi modem, pengaturan daya, pengujian dunia nyata |
Cek cepat: baca review throttling, pantau suhu, dan lihat tes sustained sebelum pilih ponsel jika gaming dan multitasking jadi prioritas.
Harga, kelas smartphone, dan cara memilih sesuai kebutuhan
Setiap rentang harga menyimpan kompromi antara performa, daya tahan, dan fitur. Mengetahui perbedaan segmen membantu Anda belanja lebih cerdas.
Perbedaan segmen pasar: entry-level, mid-range, hingga flagship
Entry-level cocok untuk kebutuhan dasar: panggilan, media sosial, dan browsing ringan.
Mid-range memberi keseimbangan antara performa dan fitur, ideal untuk multitasking dan game kasual.
Flagship menawarkan performa puncak, grafis terbaik, fitur AI maju, dan build premium.
Kapan MediaTek lebih “worth it” untuk budget terbatas
Bila anggaran ketat tapi Anda ingin layar bagus, RAM besar, dan performa harian yang lancar, solusi dari MediaTek sering memberi nilai ekonomis terbaik.
Ini pilihan tepat untuk pengguna yang memainkan game populer pada pengaturan menengah dan butuh spesifikasi riil tanpa label premium.
Kapan Snapdragon layak dibayar lebih: fitur premium, grafis, dan AI
Bayar lebih pantas bila Anda butuh grafis kuat, AI lebih matang, dan stabilitas performa saat gaming kompetitif.
Contoh nyata: Asus Zenfone 11 Ultra memakai Snapdragon 8 Gen 3 yang diklaim 30% lebih cepat dari generasi sebelumnya—tipikal keuntungan di kelas flagship.
Ekosistem seperti Snapdragon Elite dan fitur seperti Seamless menambah nilai bagi pengguna multi-perangkat.
- Tentukan prioritas: harga, baterai, kamera, atau game.
- Cocokkan prioritas dengan kelas ponsel: entry, mid, atau flagship.
- Pertimbangkan nilai ekonomis untuk kebutuhan harian; pilih high-end bila butuh performa puncak.
| Kelas | Fokus | Kapan pilih |
|---|---|---|
| Entry-level | Harga & fungsi dasar | Budget terbatas |
| Mid-range | Nilai & keseimbangan | Pengguna aktif tapi hemat |
| Flagship | Performa & fitur premium | Butuh pengalaman puncak |
Kesimpulan
Singkatnya, perbandingan dan perbedaan utama terlihat dari performa dan kinerja saat dipakai sehari-hari.
Fokus pada teknologi, daya, dan efisiensi daya memberi gambaran nyata tentang kualitas perangkat di pasar sekarang.
Prosesor mediatek sering unggul pada nilai harga‑kinerja, sementara snapdragon mediatek cenderung menawarkan stabilitas, grafis, dan fitur‑fitur premium.
Sebelum beli, cek penggunaan Anda, review suhu/throttling, dan dukungan fitur yang dipakai sehari‑hari.
Untuk perbandingan lengkap dan data pendukung, baca ulasan yang lebih rinci di perbandingan lengkap.
➡️ Baca Juga: 7 Fakta Tokenisasi Aset Fisik yang Bikin Kamu Bisa Beli 1cm Tanah
➡️ Baca Juga: Password iCloud Tidak Sinkron? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Keychain



