Dari Samsung ke TSMC: Perjalanan Desain Chip Tensor Google dan Masa Depannya

Aku ingat merasa penasaran saat pertama kali mendengar kabar besar ini — seolah arah ponsel yang kita pakai setiap hari berubah haluan. Perpindahan manufaktur untuk lini Tensor dari Samsung ke TSMC menandai babak baru dalam strategi perangkat keras, dan dampaknya terasa sampai pengalaman pengguna sehari-hari.
Berita bahwa produksi G5 hingga G9 berpindah ke foundry baru memberi konteks penting bagi ekosistem Pixel. Nama kode Laguna untuk Tensor G5 menegaskan fokus pada proses 3nm N3E dari TSMC, yang menjadi fondasi teknologi di Pixel 10 hingga Pixel 14.
Dalam artikel ini kita akan membahas alasan perpindahan, perubahan nyata pada Pixel 10/Pro, serta efeknya pada performa, stabilitas baterai, dan fitur AI. Pembahasan merujuk pada laporan dan keputusan yang terjadi di periode 2024–2025.
Poin Kunci
- Perpindahan foundry mengubah arah manufaktur dan desain.
- G5 (kode “Laguna”) memakai proses 3nm N3E sebagai landasan teknis.
- Fokus ulasan pada pengalaman nyata: stabilitas, baterai, dan AI.
- Perubahan berdampak pada persaingan dan posisi Samsung di rantai pasokan.
- Data yang dibahas merujuk pada perkembangan yang terjadi pada 2024–2025.
Keputusan besar Google memindahkan produksi Tensor G5 hingga G9 ke TSMC
Peralihan foundry ini bukan perubahan sepele. Perusahaan memutuskan mengalihkan fabrikasi Tensor G5 sampai G9 dari Samsung Foundry ke TSMC. Langkah itu mencakup generasi perangkat yang setara dengan Pixel 10 hingga Pixel 14.
Rentang produk yang terdampak: dari Pixel 10 hingga Pixel 14
Peralihan berlaku untuk beberapa generasi, jadi dampaknya terasa lebih luas dari hanya satu model. Tensor G5 akan diproduksi untuk Pixel 10, dan skema kontrak diperkirakan berlaku hingga seri setara Pixel 14.
Reaksi industri dan urgensi kontrak jangka panjang
Kontrak jangka panjang diperlukan untuk memastikan stabilitas pasokan node canggih. Ini memberi kepastian roadmap dan konsistensi kualitas wafer selama beberapa tahun ke depan.
- Eksekutif perusahaan melakukan kunjungan ke Taiwan untuk mengamankan kesepakatan jangka panjang (diperkirakan lima tahun).
- Laporan menyebutkan eksekutif Samsung terkejut dan menggelar rapat internal untuk menilai penyebab kehilangan kontrak strategis.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait tentang pemutusan kerja sama fabrikasi utama. Setelah memahami apa yang terjadi, pembahasan selanjutnya akan menelusuri alasan teknis seperti yield, panas, dan kebutuhan desain yang lebih kustom.
Kenapa Google meninggalkan Samsung Foundry setelah Tensor G1-G4
Keputusan berpindah foundry lahir dari kombinasi angka produksi dan umpan balik pengguna yang terus menumpuk.
Yield 3nm: perbandingan klaim 50% vs 90%
Angka yield disebut-sebut berbeda jauh antara dua pihak: sekitar 50% versus ~90% pada node 3nm. Perbedaan ini bukan sekadar statistik — ia menentukan biaya, ketersediaan, dan konsistensi kualitas wafer.
Yield rendah berarti lebih banyak wafer yang gagal, sehingga biaya produksi per unit naik. Dampaknya, pasokan bisa terbatas dan harga komponennya naik, termasuk pada bagian penting seperti chip.
| Foundry | Yield 3nm (dilaporkan) | Implikasi |
|---|---|---|
| Samsung (sebelumnya) | ~50% | Biaya lebih tinggi, pasokan fluktuatif |
| Alternatif | ~90% | Stabilitas produksi dan konsistensi kualitas |
Keluhan pengguna: panas, boros daya, dan stabilitas
Pemilik ponsel generasi awal sering melaporkan perangkat cepat hangat saat tugas berat. Panas yang berlebih berkontribusi pada konsumsi baterai yang tinggi.
Performa juga kerap tidak konsisten saat suhu naik, sehingga pengalaman aplikasi berat terasa menurun pada waktu tertentu.
Kebutuhan desain lebih kustom
Selain metrik fabrikasi, tim pengembang menginginkan kontrol desain yang lebih mendalam untuk menyempurnakan ISP, blok AI, dan manajemen daya.
Keterbatasan dukungan desain dari mitra lama jadi hambatan. Kurangnya fleksibilitas ini membuat optimasi termal dan performa sulit dicapai.
Benang merahnya: perpindahan berfokus pada upaya menekan panas dan meningkatkan efisiensi daya, sambil memberi ruang bagi desain yang lebih kustom untuk fitur masa depan.
Chip Tensor Google Tsmc dan arti proses 3nm N3E untuk Pixel
Ciri utama proses 3nm N3E adalah kemampuan menempatkan lebih banyak transistor dalam area yang sama. Dengan lebih banyak transistor, desain dapat meningkatkan kinerja tanpa menaikkan konsumsi secara proporsional.
Tensor G5 “Laguna”: fondasi baru dengan lebih banyak transistor
Laguna adalah kode untuk G5 yang diproduksi oleh TSMC menggunakan node 3nm N3E. Pergeseran ini memberi tim desain ruang lebih besar untuk menata blok ISP, unit AI, dan manajemen daya.
Secara praktis, node yang lebih maju memungkinkan kepadatan transistor lebih tinggi. Artinya, layout dan opsi pengkabelan berubah, sehingga target termal bisa dikontrol lebih ketat.
Efisiensi daya sebagai tema utama generasi G5
Fokus generasi ini bukan hanya angka skor benchmark, melainkan pengalaman harian: ponsel lebih adem dan baterai tahan lebih lama. Peningkatan efisiensi tercapai lewat kombinasi transistor padat dan pengaturan daya yang lebih presisi.
- Lebih banyak transistor = fleksibilitas desain untuk blok hemat daya.
- Thermal headroom lebih baik untuk beban berat tanpa throttling cepat.
- Proses produksi yang stabil membantu konsistensi kualitas unit akhir.
Langkah ini juga menunjukkan usaha Google menyetarakan teknologi manufaktur dengan pesaing kelas atas. Selanjutnya, kita akan lihat bagaimana fondasi ini memengaruhi Pixel 10 dalam penggunaan nyata.
Apa yang berubah di Pixel 10 dan Pixel 10 Pro dengan Tensor G5

Pixel 10 debut dengan fokus yang jelas: meningkatkan kenyamanan pemakaian sehari-hari. Perubahan ini terasa pada stabilitas performa saat dipakai lama, manajemen panas yang lebih baik, serta respons aplikasi yang lebih konsisten.
Target pengalaman harian: stabilitas, baterai, dan respons aplikasi
Pengguna akan merasakan ponsel yang tetap responsif saat multitasking, kamera, dan navigasi. Throttling lebih jarang terjadi karena manajemen termal yang ditingkatkan.
Baterai biasanya memberi waktu screen-on lebih lama. Ini karena efisiensi node dan penyesuaian daya di level sistem, bukan sekadar peningkatan kapasitas baterai.
Komponen pendukung yang ikut bergeser: modem dan GPU
Selain SoC utama, beberapa laporan menyebut adanya pergeseran modem — ada sumber yang menyebut MediaTek T900, sementara sumber lain masih menunjukkan penggunaan modem Exynos 5G.
GPU dari Imagination Technologies dipertahankan untuk keseimbangan performa grafis tanpa mengorbankan efisiensi. Perubahan komponen ini bisa memengaruhi konektivitas dan konsumsi daya.
| Aspek | Perubahan | Dampak pada pengguna |
|---|---|---|
| Stabilitas | Optimasi termal & tuning | Performa konsisten saat pemakaian lama |
| Baterai | Efisiensi node + manajemen daya | Screen-on time lebih panjang, throttling berkurang |
| Modem & GPU | Laporan campuran: MediaTek T900 / Exynos 5G; GPU Imagination | Variasi konektivitas dan efisiensi grafis |
Semua perubahan ini dirancang untuk mendukung fitur kamera dan AI di Pixel 10, sehingga pengalaman sehari-hari terasa lebih mulus dan andal.
Spesifikasi Tensor G5: CPU, GPU, TPU, dan memori
Spesifikasi inti pada generasi baru memperjelas arah desain dan prioritas performa.
Konfigurasi CPU dan perannya
Susunan CPU adalah 1× Cortex‑X4 3,78GHz + 5× Cortex‑A725 3,05GHz + 2× Cortex‑A520 2,25GHz. Inti besar (X4) menangani lonjakan beban seperti proses berat atau komputasi AI real-time.
Kelompok inti menengah (A725) menjaga keseimbangan performa untuk tugas sehari-hari. Inti kecil (A520) dipakai untuk pekerjaan ringan agar baterai hemat.
GPU PowerVR DXT‑48‑1536: tujuan penggunaan
GPU PowerVR DXT‑48‑1536 dirancang untuk kestabilan grafis harian dan beban menengah. Ini bukan solusi untuk mengejar angka fps maksimal pada game ekstrem, melainkan untuk visual yang konsisten dan efisien.
TPU generasi keempat: mesin AI on‑device
TPU generasi keempat adalah akselerator utama untuk fitur on‑device. Unit ini mempercepat pemrosesan model bahasa, optimasi foto, dan automatisasi fitur tanpa harus selalu mengandalkan cloud.
Dukungan RAM LPDDR5X dan dampaknya
Dengan dukungan LPDDR5X, multitasking terasa lebih lancar. Aplikasi tetap di background lebih lama dan perpindahan antar aplikasi lebih responsif.
Memori cepat juga membantu beban AI yang memerlukan buffer besar untuk model dan data sementara.
| Komponen | Spesifikasi | Fungsi utama |
|---|---|---|
| CPU | 1×X4 / 5×A725 / 2×A520 | Performa puncak, keseimbangan, efisiensi |
| GPU | PowerVR DXT‑48‑1536 | Grafis stabil untuk penggunaan harian |
| TPU | Generasi keempat | Akselerasi AI on‑device |
| Memori | LPDDR5X | Multitasking dan kecepatan data |
Catatan: platform ini adalah solusi buatan yang dibuat khusus untuk ekosistem Pixel, di mana keseimbangan hardware‑software jadi fokus utama, bukan hanya angka mentah komponen.
Performa nyata vs benchmark: di mana Tensor G5 unggul dan tertinggal

Angka benchmark membantu memberi konteks, tetapi pengalaman sehari-hari tetap penentu. Skor sintetis menunjukkan kenaikan CPU yang jelas pada Pixel 10 dan Pixel 10 Pro dibanding generasi sebelumnya. Namun sisi grafis masih memiliki batasan saat diuji beban maksimal.
Geekbench 6: lonjakan angka CPU
Data Geekbench 6 mencatat Pixel 10 mencapai 2.179 single‑core dan 4.777 multi‑core. Pixel 10 Pro tampil lebih tinggi: 2.333 single‑core dan 6.375 multi‑core.
Perbandingan dengan Snapdragon 8 Elite (contoh Honor Magic 7 Pro) menunjukkan skor single‑core yang lebih tinggi pada Elite (2.965), walau multi‑core Elite sebanding. Ini menegaskan adanya lonjakan CPU tapi bukan dominasi mutlak.
3DMark Wild Life Extreme: batasan GPU
Pada tes grafis, Pixel 10 mencatat ~18,70 FPS dan Pixel 10 Pro ~19,49 FPS. Bandingkan dengan Snapdragon 8 Elite yang mencetak ~38,27 FPS — selisihnya signifikan.
Artinya, untuk game dengan beban grafis berat, hasil praktis akan lebih rendah dan pengaturan grafis perlu diturunkan untuk menjaga frame rate stabil.
Posisi relatif dan penggunaan game populer
Dalam praktik, game seperti Minecraft dan Genshin Impact bisa menyentuh 60 FPS pada skenario tertentu. Namun itu bukan standar untuk semua pengaturan.
Suhu, durasi sesi, dan setting grafis menentukan apakah 60 FPS tetap terjaga. Bagi pengguna non‑gamer berat, keunggulan nyata lebih terasa pada stabilitas, efisiensi daya, dan respons fitur kamera/AI.
- Benchmark memberi konteks; pengalaman sehari‑hari menentukan kenyamanan.
- Geekbench menunjukkan peningkatan CPU hingga puluhan persen vs generasi sebelumnya.
- 3DMark menyorot keterbatasan grafis dibanding rival teratas.
- 60 FPS tercapai di beberapa skenario game, tetapi bukan jaminan untuk semua kondisi.
Fitur dan AI: alasan Google tetap percaya diri dengan strategi Tensor
Strategi perangkat keras Pixel kini menempatkan AI on‑device sebagai keunggulan utama. Pendekatan ini menekankan pengalaman sehari‑hari, bukan hanya angka benchmark.
Gemini Nano on‑device — klaim kinerja dan efisiensi
Google mengklaim Gemini Nano on‑device 2,6× lebih cepat dan 2× lebih efisien. Klaim ini berarti tugas seperti ringkasan teks dan koreksi cepat bisa selesai lokal dengan respons instan.
Proses yang dilakukan di perangkat juga membantu privasi karena data jarang perlu dikirim ke server.
Magic Cue dan Camera Coach sebagai contoh pengalaman
Magic Cue membuat interaksi lebih proaktif, misalnya menyarankan tindakan saat merekam. Camera Coach memberi panduan framing dan setting untuk hasil yang lebih konsisten.
ISP baru untuk foto‑video
ISP di generasi baru fokus pada HDR lebih baik, low‑light, dan reproduksi warna kulit yang stabil. Hasilnya adalah foto dan video yang konsisten di kondisi berbeda.
Display controller dan PWM sensitivity toggles
Pixel 10 Pro hadir dengan display controller yang memungkinkan opsi PWM sensitivity toggles. Ini berguna bagi pengguna sensitif terhadap flicker, meningkatkan kenyamanan visual.
Intinya: meski performa grafis bukan yang teratas, kombinasi AI lokal, kamera, dan perangkat lunak tetap jadi nilai jual utama google tensor.
Dampak perpindahan ke TSMC bagi peta persaingan chipset global
Saat sebuah merek besar bergeser, permintaan terhadap node paling maju ikut terkonsentrasi. Dampaknya terasa di kapasitas produksi, harga wafer, dan negosiasi kontrak strategis.
Dominasi di kelas fabrikasi canggih dan efeknya
Reputasi yield tinggi dan konsistensi proses membuat satu foundry unggul dalam memenuhi volume untuk mobile, PC, dan AI. Keunggulan ini menarik lebih banyak klien yang butuh kapasitas stabil.
Preseden perpindahan klien besar
Beberapa nama besar sebelumnya sudah beralih untuk memaksimalkan efisiensi dan kapasitas. Perpindahan seperti ini memperkuat pola industri: desain penting, tetapi akses ke proses produksi menentukan ketersediaan produk.
| Aspek | Alasan | Dampak pasar |
|---|---|---|
| Yield tinggi | Konsistensi litografi | Lebih sedikit unit gagal, biaya turun |
| Skala kapasitas | Fasilitas volume besar | Prioritas alokasi wafer untuk klien besar |
| Kepercayaan klien | Riwayat pengiriman tepat waktu | Kontrak jangka panjang lebih mudah tercapai |
Untuk pemain lain, terutama foundry yang tertinggal, tekanan besar muncul: mereka harus meningkatkan yield dan efisiensi litografi agar bisa merebut kembali kontrak flagship.
Untuk konsumen, konsentrasi produksi di node yang sama berarti fokus persaingan berpindah ke desain, AI, ISP, modem, dan optimasi perangkat lunak. Bagian selanjutnya akan membahas respons Samsung dan peluang teknis yang tersedia.
Respons Samsung: evaluasi Foundry, peluang 2nm GAA, dan masa depan Exynos
Samsung merespons tekanan pasar dengan evaluasi cepat terhadap lini foundry dan opsi bisnisnya. Diskusi internal muncul setelah kehilangan klien besar, termasuk wacana pemisahan divisi untuk meningkatkan fokus operasional.
Opsi restrukturisasi dan fokus operasional
Pemisahan divisi dinilai bisa memperjelas akuntabilitas dan menarik investor atau mitra baru. Model ini memungkinkan tim foundry fokus pada kualitas proses dan layanan pelanggan.
Target kebangkitan: Exynos 2600 2nm GAA
Samsung menaruh harap pada Exynos 2600 berbasis 2nm GAA untuk Galaxy S26. Teknologi ini dipandang sebagai peluang comeback karena potensi efisiensi daya dan performa per watt.
Area pertumbuhan: otomotif dan robotik
Diversifikasi ke pasar otomotif dan robotik menjadi strategi untuk meredam ketergantungan pada smartphone. Segmen ini membutuhkan solusi buatan khusus dengan jaminan kualitas jangka panjang.
Tantangan utama: yield dan efisiensi litografi
| Masalah | Implikasi | Prioritas |
|---|---|---|
| Yield rendah | Biaya produksi naik | Tingkatkan proses kontrol |
| Efisiensi litografi | Performa per watt terpengaruh | Optimasi mask & tooling |
| Kepercayaan klien | Kontrak flagship sulit didapat | Transparansi & roadmap |
Meski kontrak utama beralih, Samsung masih berpeluang lewat komponen lain; membangun kembali kepercayaan pada node flagship tetap kunci.
Kesimpulan
Langkah memindahkan fabrikasi ke partner lain mencerminkan prioritas efisiensi dan kualitas produksi.
Peralihan produksi untuk beberapa generasi—mulai dari G5 pada Pixel 10 hingga seri setara Pixel 14—didorong oleh masalah yield dan kebutuhan pengalaman pengguna yang lebih baik. Isu panas dan konsumsi daya jadi latar kuat keputusan ini, yang juga menyentuh aspek biaya dan ketersediaan unit.
Untuk pengguna, dampaknya terlihat pada pengalaman harian: perangkat lebih stabil dan hemat daya. Pixel 10 dan pixel pro mendapatkan keuntungan nyata pada AI on‑device dan kamera, sementara performa grafis untuk game berat masih perlu dicermati.
Secara industri, keputusan ini memperkuat posisi foundry yang unggul di node canggih dan mendorong pesaing untuk meningkatkan yield serta efisiensi litografi. Samsung merespons dengan fokus pada node 2nm dan perbaikan proses.
Jika prioritas Anda AI dan kamera, arah google tensor kali ini relevan. Namun bila gaming berat jadi fokus, cek angka benchmark dan pertimbangkan ekspektasi terhadap chip grafis sebelum membeli.
➡️ Baca Juga: Rilis Laporan Transparansi, Apple Berikan Data Permintaan Pemerintah untuk Data Pengguna.
➡️ Baca Juga: Fakta unik: Android versi awal bisa install di HTC Windows Phone



