Teknologi

“Bagaimana Peringatan Detak Jantung Tinggi pada Apple Watch Menyelamatkan Nyawa Jurnalis”



Stephen Pollard berbagi pengalamannya tentang bagaimana peringatan detak jantung yang tinggi dari Apple Watch-nya menghasilkan diagnosis masalah interaksi obat yang serius. Inilah kisahnya.

‘Hidup Sendirian, Serangan Jantung di Ranjang Bisa Jadi Fatal’

Kolumnis politik Stephen Pollard, yang telah menjalani kemoterapi untuk leukemia, mengonsumsi apa yang ia sebut sebagai “pil ajaib” setiap malam bersama dengan tiga obat lain untuk mengatasi efek samping.

Setelah mengalami batuk yang meningkat menjadi infeksi dada, ia mengunjungi dokter umum yang memberinya resep antibiotik. Ini menandai awal dari kesulitannya.

Pollard menceritakan kejadian tersebut:

Malam itu, saya mengalami sakit kepala parah yang saya pikir disebabkan oleh batuk. Saya berharap tidur malam yang nyenyak akan meringankannya.

Namun, saya tidak bisa tidur nyenyak. Sakit kepalanya hilang, tapi saya mengalami mual yang parah. Rasanya seolah-olah otakku melayang dan terombang-ambing, mirip dengan mabuk laut yang paling parah, yang diperburuk oleh batuk-batukku. Bangun sungguh tak tertahankan, terutama karena saya berusia enam puluhan dan perjalanan malam ke kamar mandi merupakan sebuah tantangan.

Pollard mengakui bahwa menunggu mungkin bukan pilihan paling cerdas. Pada malam itu, Apple Watch memperingatkannya akan peningkatan detak jantung yang signifikan saat dia masih di tempat tidur, namun dia mengabaikannya karena mengira hal itu disebabkan oleh ketidaknyamanannya.

Akhirnya, ia berkonsultasi dengan dokter umum lain dari klinik yang sama yang dengan cepat menghentikan rejimen antibiotik, dengan menyatakan bahwa antibiotik tersebut seharusnya tidak diresepkan karena pengobatan leukemia yang sedang ia jalani.

Lalu muncullah peran Apple Watch:

Yang lebih mendesak, saya ditanya apakah saya mengalami jantung berdebar-debar. Saya mengingat peringatan detak jantung dari jam tangan saya. Tiba-tiba, dokter umum tersebut tampak lebih khawatir. Sangat penting agar detak jantung saya mulai menurun setelah meminum dosis terakhir saya. Jika ya, rasa mualku akan mereda dan aku mulai pulih. Jika tidak, bisa terjadi kerusakan serius. Sampai saat itu, saya perlu diawasi setidaknya setiap jam.

Untungnya, tidak ada kerusakan permanen yang terjadi. Pollard dapat menggunakan Apple Watch untuk melacak detak jantungnya dan memastikan detak jantungnya menurun. Berkaca pada pengalamannya, ia percaya bahwa monitor jantung “mungkin telah menyelamatkan hidup saya. Setidaknya, alat ini dapat mencegah krisis kesehatan yang besar—sebuah eufemisme untuk serangan jantung.”

Dokter umum yang mengenali interaksi obat tersebut dengan blak-blakan berkata: “Anda seharusnya sangat berterima kasih atas jam tangan Anda. Anda mungkin tidak berada di sini hari ini tanpa jam tangan tersebut.”

Pollard menyimpulkan dengan mendorong pembaca untuk “mempertimbangkan untuk memakai jam tangan pintar atau perangkat kebugaran,” sebuah sentimen yang sangat ditekankan.

(Melalui Majalah Mac)

Penawaran Aksesori di Amazon

  • Apple Watch Seri 11, 46mm (diskon 7%)
  • AirPods Pro 3
  • Mengalahkan Kabel Pendek Tenun USB-C ke USB-C
  • Adaptor CarPlay Nirkabel
  • Logitech MX Master 4
  • Paket Apple AirTag 4
Tambahkan 9to5Mac sebagai sumber pilihan di Google
Tambahkan 9to5Mac sebagai sumber pilihan di Google

FTC: Kami menggunakan tautan afiliasi otomatis yang menghasilkan pendapatan. Lagi.

Bagaimana Peringatan Denyut Jantung Tinggi di Apple Watch Menyelamatkan Nyawa Jurnalis

Anda sedang membaca 9to5Mac — sumber berita pakar tentang Apple dan ekosistemnya. Kunjungi beranda kami untuk pembaruan terkini, dan ikuti kami di Twitter, Facebook, dan LinkedIn untuk terus mendapat informasi. Baru mengenal platform kami? Jelajahi kisah, ulasan, dan petunjuk eksklusif kami, dan jangan lupa berlangganan saluran YouTube kami!


➡️ Baca Juga: Pendekatan Personal Arbeloa Berbeda dari Xabi Alonso di Real Madrid

➡️ Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Lolos Semifinal AFC 2028, Tapi Tidak Langsung ke Piala Dunia: Apa Penyebabnya?

Related Articles

Back to top button