HyperOS 4: Sistem Operasi Baru Xiaomi yang Berasal dari Luar MIUI

Xiaomi sedang mempersiapkan langkah besar dalam pengembangan perangkat lunaknya melalui HyperOS 4. Pembaruan sistem operasi ini direncanakan akan diluncurkan pada Agustus 2026 dan akan menjadi sistem operasi baru yang sepenuhnya mandiri, bukan sekadar kelanjutan dari MIUI.
Perubahan tersebut terlihat dari dasar arsitektur yang mulai diterapkan sejak peluncuran HyperOS 3.1. Xiaomi secara bertahap menghapus kode lama yang diwarisi dari MIUI, yang telah ada lebih dari satu dekade, dan membangun struktur sistem yang lebih modern dan bersih.
HyperOS 3.1: Fase Penting Transisi
HyperOS 3.1 merupakan titik awal bagi transisi besar Xiaomi menuju sistem operasi yang baru. Di versi ini, Xiaomi mulai menonaktifkan MIUI SDK di beberapa modul sistem, seperti Cuaca dan Galeri, serta memperkenalkan HyperOS SDK sebagai penggantinya.
Keberadaan dua SDK dalam satu sistem mengindikasikan bahwa HyperOS 3.1 berfungsi sebagai jembatan migrasi. Xiaomi tetap mempertahankan lapisan kompatibilitas, namun bersamaan dengan itu, mulai melepaskan diri dari struktur lama yang selama ini mempengaruhi performa dan stabilitas sistem.
Baca Juga: Perbandingan Xiaomi HyperOS 3.1 dan 3.0, Perubahan yang Diterapkan
HyperOS 4 Mengusung Konsep “Zero-Legacy”
Diharapkan, HyperOS 4 akan menjadi versi pertama Xiaomi yang sepenuhnya menerapkan konsep “Zero-Legacy”. Dalam pendekatan ini, semua sisa kode lama dari MIUI 1 hingga HyperOS 3 akan dihapus total, termasuk fungsi yang sudah usang dan rantai ketergantungan yang tidak relevan.
Dengan penghapusan lapisan kompatibilitas lama, HyperOS 4 secara teknis tidak akan lagi bergantung pada MIUI. Hal ini membuat banyak pengamat menyebut HyperOS 4 sebagai sistem operasi baru Xiaomi, bukan sekadar perubahan merek atau evolusi dari MIUI seperti generasi sebelumnya.
Selain perubahan pada tingkat SDK, Xiaomi juga melakukan penulisan ulang aplikasi inti menggunakan bahasa pemrograman Rust dan framework Flutter. Langkah ini diuji coba di HyperOS 3.1 dan akan diperluas secara mendalam di HyperOS 4.
Dengan Flutter, Xiaomi dapat menstandarkan tampilan antarmuka dan logika aplikasi di seluruh sistem, menggantikan struktur Java dan Kotlin yang selama ini terfragmentasi. Sementara Rust dipilih karena keunggulannya dalam keamanan memori dan efisiensi, yang diyakini dapat mengurangi potensi bug serta meningkatkan stabilitas sistem secara keseluruhan.
Dampak terhadap Pengguna
Perubahan arsitektur ini memiliki konsekuensi untuk pengguna perangkat lama. Selama ini, pengguna HyperOS masih dapat menginstal versi terbaru aplikasi sistem meskipun perangkat mereka tidak lagi menerima pembaruan OS resmi.
Akan tetapi, aplikasi berbasis Flutter yang diperkenalkan sejak HyperOS 3.1 tidak akan mendukung HyperOS 3 dan versi sebelumnya. Ini berarti pengguna perangkat lama berisiko kehilangan akses ke fitur terbaru jika tidak mendapatkan pembaruan ke generasi HyperOS selanjutnya.
Penghapusan beban teknis yang lama diperkirakan akan memberikan dampak performa yang berbeda pada berbagai kelas perangkat. Pada smartphone flagship dengan chipset kelas atas, peningkatan performa mungkin tidak terlalu terasa karena perangkat tersebut sudah memiliki kapasitas daya komputasi yang besar.
Baca Juga: Tutup Kesenjangan, Update Terbaru Xiaomi HyperOS Global Kini Sekencang China ROM
Sebaliknya, perangkat entry-level dan menengah diprediksi akan mendapatkan keuntungan paling besar. Hilangnya proses latar belakang dan kode lama yang berat dapat mengurangi hambatan kinerja, terutama pada perangkat dengan RAM terbatas dan chipset kelas menengah ke bawah.
Dengan arah pengembangan ini, HyperOS 4 diharapkan menjadi tonggak penting bagi Xiaomi dalam mengakhiri ketergantungan pada MIUI, sekaligus menandai lahirnya sistem operasi baru yang lebih stabil, efisien, dan siap menghadapi ekosistem perangkat Xiaomi di masa depan.
➡️ Baca Juga: Tau Gak Sih? Kenapa Chipset HP Beda Tipis, Tapi Harganya Jauh Banget? Ini Alasannya!
➡️ Baca Juga: Analisis Lini Redmi 2026: Apakah Masih Raja di Segmen Budget dan Mid-Range?




![Apple Mencabut Pembaruan iOS Tertentu Karena Masalah Konektivitas [Updated] Apple Mencabut Pembaruan iOS Tertentu Karena Masalah Konektivitas [Updated]](https://i0.wp.com/9to5mac.com/wp-content/uploads/sites/6/2024/08/ios-18-generic-bg.jpg?resize=1200%2C628&quality=82&strip=all&ssl=1)