1.641 Titik Rawan Banjir dan Longsor saat Mudik Lebaran, Warga Harus Tetap Waspada

Jakarta – Pemerintah telah mengidentifikasi sebanyak 1.641 lokasi yang rawan terhadap banjir dan longsor yang mungkin dilalui oleh para pemudik selama Lebaran 2026. Masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat melintasi jalur-jalur tersebut.
“Jumlah totalnya terdiri dari 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, serta 15 lokasi rawan banjir rob. Semua titik ini tersebar di seluruh pelosok Indonesia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam konferensi pers di kantor KSP, Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam upaya mitigasi risiko, pemerintah juga telah menugaskan unit reaksi cepat atau Disaster Relief Unit (DRU) untuk menangani kerusakan jalan yang mungkin terjadi secara mendadak.
Sebanyak 1.461 unit alat berat telah disiapkan dan didistribusikan ke berbagai titik, khususnya di area yang telah teridentifikasi sebagai rawan banjir dan longsor. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa perbaikan jalan yang mengalami kerusakan dapat dilakukan dengan cepat, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.
“DRU bertugas untuk segera mengerahkan alat berat dan material yang diperlukan guna memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang berlubang, sehingga dapat segera digunakan dan tidak menghambat perjalanan,” jelas AHY.
Selain itu, pemerintah melaporkan bahwa jaringan jalan nasional non-tol sepanjang 47.000 kilometer dalam kondisi baik, dengan tingkat kemantapan mencapai 93,2 persen. Meskipun kualitas jalan provinsi dan kabupaten bervariasi, jalur utama di berbagai pulau besar dinyatakan siap untuk dilalui.
“Dari laporan yang kami terima, jalan nasional non-tol di kawasan Jawa-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua secara keseluruhan dalam kondisi baik dan mantap,” tambah AHY.
Jaringan jalan tol yang membentang sepanjang 3.115 kilometer di seluruh Indonesia juga telah siap beroperasi, dilengkapi dengan fasilitas tempat istirahat dan pelayanan (TIP). Selain itu, pemerintah kini menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik di berbagai ruas tol untuk menanggapi peningkatan penggunaan mobil listrik. Sebanyak 76 ruas jalan tol siap beroperasi dengan fasilitas pendukung kategori A, B, dan C.
“Kami juga telah mempersiapkan stasiun pengisian kendaraan listrik, sebagai respons terhadap tren masyarakat yang semakin banyak menggunakan kendaraan berbasis listrik,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Cara Cek Imei Hp Xiaomi Asli Atau Palsu Dengan Kode Rahasia Ini 3 Langkah Verifikasi
➡️ Baca Juga: Abis Beli HP Baru? Jangan Lupa Cek 7 Pengaturan Ini Biar Baterai Awet Sepanjang Hari!




