Berita

Kemlu RI Memaparkan Progres Pembebasan Dua Kapal Pertamina di Teluk Persia

Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah mengambil langkah aktif dalam menangani situasi terkini terkait pembebasan dua kapal tanker Pertamina yang sedang terjebak di Selat Hormuz, Teluk Persia. Kapal-kapal tersebut, VLCC Pertamina Pride dan MT Gamsunoro, telah terhalang untuk beroperasi sejak awal Maret 2026 akibat ketidakstabilan keamanan di jalur pelayaran yang krusial ini.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Mulachela, menegaskan bahwa kementerian terus menjalin komunikasi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak otoritas Iran, untuk mempercepat proses pembebasan kapal tersebut.

“Kementerian Luar Negeri aktif berkoordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk Angkatan Bersenjata Iran serta Kementerian Luar Negeri Iran, untuk menindaklanjuti sinyal positif yang telah diberikan oleh pemerintah Iran pada pertengahan Maret lalu, khususnya berkaitan dengan kapal-kapal milik Pertamina,” ungkap Vahd Nabyl dalam sebuah konferensi pers yang dilaksanakan pada 17 April 2026.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Kemlu juga memastikan kesiapan teknis kedua kapal, termasuk kesiapan kru dan asuransi pelayaran, sehingga ketika izin melintas diberikan, kapal-kapal tersebut dapat segera berlayar.

“Kita akan terus memantau dan memastikan semua aspek teknis yang diperlukan, termasuk kesiapan kru serta asuransi, agar kedua kapal tersebut bisa melintasi jalur dengan lancar,” tuturnya.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) juga terus memperhatikan perkembangan situasi di Selat Hormuz yang dinilai sangat dinamis. Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kemlu RI serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran atas dukungan yang diberikan dalam proses pembebasan kapal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam situasi ini,” kata Arya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina. Ia memastikan bahwa komunikasi dengan awak kapal tetap terjalin dengan baik untuk menjamin keselamatan mereka. Di samping itu, Pertamina melalui Pertamina International Shipping terus berkoordinasi dengan pihak asuransi dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Diharapkan, ketika kondisi sudah memungkinkan, kapal-kapal tersebut dapat segera melewati Selat Hormuz,” harap Baron.

Berdasarkan data dari Vessel Finder hingga Sabtu sore, kedua kapal tersebut masih berada di kawasan Teluk Persia. Pertamina Pride terlihat di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, sementara Gamsunoro terpantau dekat perairan Dubai, Uni Emirat Arab.

➡️ Baca Juga: Fakta Keren, Ternyata AR Bisa Coba Baju Tanpa ke Mall

➡️ Baca Juga: Progres Proyek Sekolah Rakyat Surabaya oleh Waskita Karya Sudah Capai 45 Persen

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k