Pemilik Green SM: Fakta di Balik ‘Taksi Hijau’ Viral Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur

Insiden tabrakan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada 28 April 2026, telah memicu perbincangan luas di masyarakat mengenai taksi berwarna hijau, Green SM. Kendaraan tersebut menjadi sorotan karena diduga terlibat dalam rangkaian kejadian yang menyebabkan kecelakaan dua kereta tersebut.
Kejadian ini berawal ketika taksi Green SM berada di jalur perlintasan rel dekat Bulak Kapal dan mengalami tabrakan dengan KRL Commuter Line yang sedang bergerak. Akibat dari kecelakaan ini, perjalanan KRL terpaksa dihentikan di jalur yang dilalui.
Saat KRL sedang dalam posisi berhenti, KA Argo Bromo datang dan menabraknya dari belakang di area Stasiun Bekasi Timur. Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan taksi Green SM berada di tengah rel sebelum tabrakan terjadi dengan kereta.
Rekaman tersebut langsung menarik perhatian publik dan memunculkan beragam pertanyaan tentang perusahaan taksi listrik ini. Merespons situasi tersebut, Green SM Indonesia telah merilis pernyataan resmi untuk memberikan klarifikasi.
Dalam unggahan di akun Instagram resminya, perusahaan menyatakan bahwa mereka sangat memperhatikan insiden ini dan berkomitmen untuk mendukung proses investigasi yang tengah dilakukan oleh pihak berwenang.
Namun, insiden ini juga menimbulkan rasa ingin tahu di kalangan masyarakat mengenai sosok di balik Green SM serta latar belakang perusahaan tersebut.
Menurut informasi yang tercantum di situs resmi mereka, Green SM merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), sebuah perusahaan yang didirikan oleh Pham Nhat Vuong, seorang tokoh bisnis terkenal asal Vietnam yang juga mendirikan Vingroup.
Pada 6 Maret 2023, Pham Nhat Vuong mengumumkan peluncuran Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan yang fokus pada penyewaan kendaraan listrik dan menawarkan layanan mobilitas ramah lingkungan.
GSM dikenal sebagai sebuah perusahaan yang mengedepankan kendaraan listrik multi-platform, dengan dua layanan utama yang meliputi pemesanan mobil listrik dan penyewaan mobil serta sepeda motor listrik.
Dalam langkah pengembangannya, perusahaan ini berencana untuk menginvestasikan sebanyak 20.000 unit mobil dan 60.000 sepeda motor listrik. Kendaraan-kendaraan ini akan digunakan untuk layanan perjalanan serta disewakan kepada perusahaan transportasi lain yang memerlukan armada berbasis listrik.
Pham Nhat Vuong sendiri merupakan sosok yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis di Vietnam, berkat Vingroup yang memiliki beragam lini bisnis, termasuk properti, pendidikan, kesehatan, teknologi, hingga otomotif melalui merek kendaraan listrik VinFast.
➡️ Baca Juga: Donald Trump dan Netanyahu Berpisah Soal Strategi Perang Melawan Iran
➡️ Baca Juga: Saham Induk Uniqlo Mencapai Rekor Tertinggi, Temukan Faktor Pendorongnya di Sini




