Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebuah janji sederhana — ponsel polos, update lebih cepat, dan harga terjangkau — tak berbuah seperti diharapkan?
Google meluncurkan inisiatif ini pada 2014 dengan misi jelas: memberi pengalaman stock dan dukungan perangkat lunak lebih lama untuk smartphone murah. Banyak orang menaruh harapan besar karena tawaran itu terasa seperti jalan pintas menuju ponsel yang awet tanpa bayar mahal.
Namun di pasar eksekusi sering naik-turun. Kasus paling terkenal adalah lini Xiaomi Mi A yang memengaruhi persepsi publik. Berbagai faktor industri — persaingan, strategi vendor, dan perubahan prioritas Google — ikut mengubah nasib program tersebut.
Pembahasan ini akan menelusuri kronologi, data penjualan, serta alasan teknis dan bisnis di balik meredupnya ide awal. Di akhir, kita tarik kesimpulan praktis: apakah konsep “Android polos + update cepat” masih relevan, dan solusi apa yang kini menggantikan nilai jual itu.
Intisari Utama
- Program diluncurkan oleh Google pada 2014 dengan janji update lebih cepat.
- Target: ponsel murah yang mendapat pengalaman stock Android.
- Eksekusi pasar tidak konsisten, terdampak oleh vendor dan strategi bisnis.
- Kasus Xiaomi Mi A memperbesar kekecewaan publik terhadap program.
- Artikel ini merangkum kronologi, data, dan alternatif saat ini.
Apa itu Android One dan kenapa dulu terasa menjanjikan?
Android One muncul sebagai paket kerja sama antara Google dan beberapa produsen. Tujuannya: menghadirkan pengalaman sistem operasi yang lebih bersih pada perangkat murah. Paket ini menjanjikan update rutin dan minim bloatware.
Konsepnya jelas. Pada era banyak ponsel penuh aplikasi tak berguna, label android one terasa seperti jaminan pengalaman rapi. Pengguna berharap siklus update lebih pasti dibanding ponsel biasa di kelas yang sama.
Proyek sejak 2014: stock, update, minim bloat
Awalnya fokus pada sistem operasi stock dan pembaruan cepat. Dukungan keamanan dan OS menjadi nilai jual utama. Hal ini membuat program android diminati oleh pengguna yang ingin ponsel ringan.
Target pasar: entry level lalu naik kelas
Target awal menyasar perangkat entry level dengan harga terjangkau. Seiring permintaan, beberapa model merambah kelas menengah. Hal ini memberi ruang ponsel android one tampil lebih luas.
Konteks Indonesia dan dukungan lokal
Di Indonesia, inisiatif ini pernah didukung merek lokal seperti Nexian, Evercoss, dan Mito. Kehadiran mereka membantu distribusi di pasar massal. Sebagai negara besar, Indonesia menjadi target penting untuk misi penghubungan pengguna baru.
| Aspek | Janji | Manfaat bagi pengguna |
|---|---|---|
| Pengalaman | Stock OS | Antarmuka bersih, cepat |
| Pembaruan | Update rutin | Keamanan dan fitur terbaru |
| Harga | Harga terjangkau | Akses ke smartphone layak tanpa mahal |
Kronologi naik-turun Android One di pasar smartphone, terutama lewat Xiaomi Mi A
Gelombang awal hype datang lewat salah satu model yang mendobrak pasar entry level. Model itu menawarkan kombinasi hardware kompetitif dengan OS yang terasa bersih, sehingga popularitas naik dalam waktu singkat.
Dari ledakan Mi A1 sampai titik balik Mi A3
2017 jadi momen puncak ketika Mi A1 meluncur. Pengguna menyukai ponsel android ini karena antarmuka tanpa iklan dan performa yang sepadan. Penjualan melonjak kali pertama buat banyak orang sadar pada opsi yang lebih sederhana.
2018 menghadirkan Mi A2 dengan peningkatan spesifikasi. Produk ini masih memikat segmen pencinta stock, namun tidak lagi meledak seperti pendahulunya.
Pada 2019, Mi A3 mendapat kritik karena pembaruan lambat dan bug pada beberapa update. Banyak pengguna merasa komitmen soal update mulai goyah. Pada 2020, kabar bahwa Xiaomi berhenti merilis model baru menguatkan kekhawatiran publik terhadap kelangsungan program.
| Model | Tahun | Ciri Utama |
|---|---|---|
| Mi A1 | 2017 | Lonjakan popularitas, ponsel android ringan |
| Mi A2 | 2018 | Peningkatan hardware, popularitas stabil |
| Mi A3 | 2019 | Bug update, pembaruan lambat |
Ringkasnya, rangkaian kali ini menunjukkan bahwa masalah bukan hanya satu model. Penurunan persepsi dipengaruhi oleh pengalaman update, keputusan vendor, dan dinamika pasar—isu yang akan kita bahas lebih dalam pada bagian berikut.
Apa Itu Android One, Kenapa Android One Gagal
Data penjualan menunjukkan tantangan skala yang segera menempatkan program pada posisi sulit.
Pencapaian awal tercatat sekitar 700 ribu unit dalam 100 hari pertama, dan total beredar sekitar 1,4 juta unit. Angka ini jauh dari target besar yang diharapkan untuk mendorong adopsi luas.
- Skala penting: tanpa banyak mitra dan distribusi di berbagai negara, biaya sertifikasi dan dukungan update jadi berat.
- Ekosistem produsen: beberapa produsen enggan memenuhi standar layanan purna jual, membuat pengalaman pengguna inkonsisten.
- Persaingan ketat: pasar ponsel murah sudah ramai, terutama tekanan dari merek seperti Xiaomi yang menguasai segmen harga.
Banyak OEM mulai menghadirkan antarmuka minimalis mirip stock, sehingga nilai jual ponsel android one menipis. Kehadiran versi Pixel lebih terjangkau juga memberi pilihan ‘pure’ yang lebih kuat secara brand.
| Aspek | Dampak | Contoh |
|---|---|---|
| Penjualan | Skala kecil | 700 ribu / 100 hari |
| Produsen | Komitmen dukungan beragam | Peralihan beberapa vendor |
| Alternatif | Solusi serupa muncul | MIUI, Pixel murah, Android Go |
Singkatnya, kegagalan bukan satu hal tunggal. Gabungan angka penjualan, komitmen mitra, kompetisi pasar, dan strategi lain membuat tujuan program android one sulit tercapai.
Kesimpulan
Pengalaman pengguna dan keputusan bisnis lebih menentukan nasib sebuah program daripada janji awalnya. Android One lahir untuk menghadirkan sistem operasi yang bersih dan pembaruan lebih rapi di ponsel terjangkau, tetapi skala kecil dan dukungan vendor yang tak konsisten membuat nilai jualnya memudar.
Ketika pembaruan terlambat atau bermasalah pada beberapa model, kepercayaan orang cepat turun. Kasus Mi A menunjukkan bahwa satu lini ponsel android bisa jadi wajah program dan mengubah persepsi banyak orang.
Sekarang, kebutuhan akan pengalaman “Android polos” bisa dipenuhi lewat UI minimalis, seri Pixel, atau perangkat lain. Jika Anda mencari ponsel dengan rekam jejak update terbaik, periksa riwayat pembaruan merek dan seri, bukan hanya label.
Butuh panduan jika terjadi masalah update atau bootloop? Baca sumber praktis dan langkah perbaikan di panduan bootloop dan update sebelum mencoba rooting atau modifikasi.
➡️ Baca Juga: Vanguard Valorant: Proteksi Privasi vs Keamanan Game, Mana yang Lebih Utama?
➡️ Baca Juga: Greenify Dulu Bisa Hibernate Facebook Tanpa Root Tapi Sekarang Gak Work Lagi

