Berita

ASN RSHS Bandung Hadapi Pemecatan Setelah Kasus Bayi Nyaris Tertukar Selama 20 Tahun Bekerja

Seorang perawat yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kini menghadapi risiko pemecatan setelah terlibat dalam insiden serius terkait bayi yang hampir tertukar, yang terjadi pada Rabu, 8 April 2026.

Kasus ini mencuat setelah pengakuan dari seorang pasien bernama Nina Saleha, berusia 37 tahun, yang melaporkan bahwa ia nyaris kehilangan bayinya saat proses pemulangan dari rumah sakit. Hal ini diduga disebabkan oleh kelalaian dalam prosedur pengembalian bayi.

Peristiwa tersebut segera menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta penjelasan mendalam dari pihak manajemen rumah sakit mengenai hal ini.

Manajemen RSHS kemudian mengonfirmasi bahwa perawat yang terlibat merupakan tenaga kesehatan senior dengan pengalaman lebih dari dua dekade di rumah sakit tersebut.

Asisten Manajer Keperawatan RSHS Bandung, Arif, menyampaikan bahwa perawat tersebut telah dinonaktifkan sementara dari tugasnya sebagai langkah awal untuk melakukan pemeriksaan internal. Penonaktifan ini dilakukan sambil menunggu hasil analisis yang lebih mendalam oleh Komite Keperawatan.

“Sementara ini, perawat tersebut dinonaktifkan dari pelayanan agar bisa dilakukan kajian yang lebih mendalam, dan kami akan bekerja sama dengan komite keperawatan untuk analisis lebih lanjut,” ujar Arif dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui platform digital.

Arif juga menjelaskan bahwa sanksi yang akan diberikan masih menunggu hasil investigasi. Jika terbukti bahwa masalah ini hanya berkaitan dengan kurangnya kompetensi, maka perawat tersebut akan mengikuti program pembinaan atau pelatihan ulang. Namun, jika ditemukan unsur kelalaian yang serius, sanksi dapat mencakup pencabutan kewenangan klinis secara sementara hingga pemecatan secara permanen.

“Apabila sudah jelas ada unsur kelalaian, maka kami akan mempertimbangkan pencabutan kewenangan klinis secara sementara. Ini semua akan tergantung dari hasil penyelidikan yang dilakukan,” tegas Arif, menambahkan bahwa tindakan yang diambil bisa sangat bervariasi tergantung pada tingkat keseriusan kasus yang dihadapi.

➡️ Baca Juga: 6 Fakta Headset VR 2025 yang Beratnya Cuma 200 Gram

➡️ Baca Juga: Samsung Galaxy AI Features Gratis Sampai 2025, Terus Bayar Berapa? Ini Harga Sebenarnya

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k