BGN Tunjukkan Keberhasilan Pengelolaan Food Waste dan Minyak Jelantah di SPPG

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah merubah cara pandang masyarakat Indonesia mengenai pengelolaan limbah makanan atau food waste.
Awalnya, terdapat kekhawatiran bahwa food waste akan menjadi tantangan besar bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Namun, realitanya menunjukkan bahwa pengelolaan ini dapat dilakukan dengan efisien.
“Bagi SPPG, terdapat anggapan bahwa MBG akan memicu meningkatnya food waste. Namun, hingga saat ini, dari hampir 23.000 SPPG yang beroperasi, isu penumpukan limbah makanan tidak pernah muncul,” ungkap Sony di Menara Kadin, Jakarta Selatan, pada Jumat, 27 Februari 2026.
Sony menjelaskan bahwa tantangan ini berhasil diatasi ketika limbah makanan kembali ke SPPG, di mana peternak lokal mengambilnya untuk dijadikan pakan ternak atau diolah menjadi pupuk organik cair.
“Selain itu, limbah tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan magot. Magot ini dapat berfungsi sebagai substitusi pakan ternak dan berpotensi mengurangi 30-40 persen food waste,” tambahnya.
Lebih jauh, Sony menekankan bahwa program MBG dan kinerja SPPG juga telah berhasil mengatasi permasalahan minyak jelantah yang dihasilkan dari produksi menu MBG. Rata-rata, setiap SPPG memproduksi sekitar 500 liter minyak jelantah setiap bulan.
Dia juga mengklaim bahwa pengelolaan minyak jelantah bekas ini kini telah dilakukan dengan baik melalui proses daur ulang yang terencana, sehingga tidak mencemari lingkungan.
“Selama ini, banyak yang tidak menyadari ke mana minyak jelantah ini pergi, biasanya masuk ke parit dan mencemari lingkungan. Namun, dengan adanya SPPG, publik mulai menyadari bahwa 500 liter (minyak jelantah) per bulan dari satu SPPG bisa menjadi potensi ekonomi yang signifikan,” kata Sony.
“Ini membuka perspektif baru tentang bagaimana meningkatkan perekonomian. Program ini tersebar dari Aceh hingga Papua, mencakup desa hingga kota besar. Jadi, lebih dari sekadar membagikan makanan, MBG menghadirkan wawasan baru mengenai pengelolaan sumber daya,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Tips Membedakan Redmi, POCO, dan Xiaomi Agar Tidak Salah Pilih
➡️ Baca Juga: Pendekatan Personal Arbeloa Berbeda dari Xabi Alonso di Real Madrid