Bursa Asia Beragam, Investor Fokus pada Proyek Kebebasan Trump di Selat Hormuz

Bursa Asia-Pasifik menunjukkan beragam pergerakan pada sesi perdagangan pembuka hari Senin, 4 Mei 2026. Pasar di Korea Selatan mengalami lonjakan signifikan, dengan saham-saham unggulan mencatatkan kenaikan bulanan tertinggi sepanjang April 2026.
Dinamika pasar global saat ini sangat dipengaruhi oleh persepsi investor terhadap ketegangan yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat. Hal ini semakin diperburuk oleh rencana Presiden AS, Donald Trump, untuk memulai kembali pelayaran di Selat Hormuz.
Pada tanggal 3 Mei 2026, Trump mengungkapkan niatnya untuk membebaskan kapal-kapal yang terjebak akibat penutupan Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Truth Social dan dinamai sebagai “Proyek Kebebasan”.
Inisiatif ini direncanakan akan berlangsung mulai Senin, 4 Mei 2026, waktu setempat di Timur Tengah. Fokus utama dari proyek ini adalah untuk mengeluarkan kapal-kapal sipil yang terdaftar di negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik dari jalur perairan yang sedang diperebutkan, sehingga mereka dapat berlayar dengan aman.
Menurut pernyataan dari Komando Pusat AS setelah pengumuman Trump, dukungan militer untuk Proyek Kebebasan akan meliputi kapal perusak yang dilengkapi dengan rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat dari berbagai jenis, platform tak berawak multi-domain, serta 15.000 anggota layanan militer.
Sumber dari CNBC Internasional melaporkan bahwa indeks Kospi di Korea Selatan meroket 163,36 poin atau 2,48 persen, mencapai 6.758,90 pada awal perdagangan.
Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong berjangka berada di level 25.992, yang menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di 25.776,53. Namun, indeks S&P/ASX 200 di Australia mengalami sedikit penurunan.
Di sisi lain, pasar di Jepang dan Tiongkok tutup karena perayaan hari libur nasional, yang menyebabkan kurangnya aktivitas perdagangan di kedua bursa tersebut.
Fluktuasi juga terlihat di bursa Wall Street, AS, pada perdagangan hari Jumat, 1 Mei 2026. Dua indeks utama mencatatkan lonjakan ke level tertinggi intraday dan mencapai penutupan tertinggi sepanjang masa.
Indeks S&P 500 mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen, diikuti oleh lonjakan Nasdaq Composite yang mencapai 0,89 persen. Namun, indeks Dow Jones Industrial Average justru mengalami penurunan, kehilangan 152,87 poin atau setara dengan 0,31 persen.
➡️ Baca Juga: Thom Haye: Persib Siap Tampil Maksimal dengan Misi Balas Dendam dan Poin Sempurna
➡️ Baca Juga: <p>“Bug Apple yang Paling Membuat Frustrasi Menjadi Papan Skor Produktivitas yang Hilang”</p>




