Denada Menghadapi Trauma Berat Usai Berjuang Sendirian untuk Ressa Rizky

Denada baru-baru ini menarik perhatian publik setelah tampil di hadapan media, di tengah permasalahan hukum yang melibatkan anaknya, Ressa Rizky Rossano. Kasus gugatan perdata senilai Rp7 miliar yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, membuatnya memutuskan untuk berbagi sisi pribadi yang jarang ia ungkapkan sebelumnya.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Feni Rose, Denada membuka cerita perjalanan hidupnya, khususnya mengenai masa kehamilan dan kelahiran Ressa. Ia menceritakan bahwa ia menjalani fase tersebut sendirian tanpa kehadiran sosok ayah biologis Ressa, yang menimbulkan luka emosional yang mendalam.
Denada menjelaskan bahwa proses persalinannya berlangsung normal, meskipun terjadi lebih awal dari perkiraan. Ia mengungkapkan, “Saya melahirkan secara normal, meskipun lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Alhamdulillah, Ressa lahir dalam keadaan sehat. Namun, saya tidak yakin apakah itu termasuk dalam kategori prematur, karena saya tidak begitu ingat berapa lama sebelumnya itu terjadi.”
Walaupun merasakan syukur atas kelahiran anaknya, Denada juga mengungkapkan bahwa ia diliputi oleh perasaan campur aduk yang sulit dijelaskan.
“Saat itu, saya merasa sangat bingung dan sedih, namun di sisi lain, saya juga bahagia karena Ressa lahir dengan selamat dan sehat. Ada rasa bangga tersendiri karena saya mampu menghadapi semua ini,” tambahnya.
Namun, perjalanan yang ia lalui tidaklah mudah. Denada harus menghadapi berbagai tekanan mental yang berat, terutama saat mengandung dan membesarkan anak tanpa didampingi pasangan. Pengalaman tersebut, menurutnya, meninggalkan trauma mendalam yang masih ia rasakan hingga saat ini.
“Pada saat itu, banyak hal yang terjadi dalam hidup saya yang terasa sangat berat dan cukup traumatis. Semua itu meninggalkan bekas yang dalam secara mental, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk melanjutkan hidup,” ungkap Denada.
Ia juga berbicara tentang beban pikiran yang terus menghantuinya, terutama terkait masa depan Ressa.
“Saya merasa terbebani dengan tanggung jawab untuk memastikan bahwa Ressa tumbuh di lingkungan yang baik, meskipun tidak memiliki gambaran keluarga yang utuh dan ideal. Pemikiran ini selalu ada dalam benak saya,” lanjutnya.
Denada mengakui bahwa meskipun ia mencoba untuk fokus pada kebahagiaan Ressa, ada saat-saat ia merasa tertekan dengan situasi yang dihadapinya. Ia berusaha sebaik mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya, meskipun ada kekhawatiran yang terus menghantuinya.
Dalam situasi ini, dukungan dari teman-teman dan keluarga sangat berarti bagi Denada. Mereka menjadi sumber kekuatan yang membantunya menghadapi tantangan sehari-hari.
“Saya sangat bersyukur memiliki orang-orang yang mendukung saya, yang selalu ada di samping saya saat saya merasa kesulitan. Mereka membantu saya melihat sisi positif dari setiap situasi,” ujarnya.
Denada menyadari bahwa kualitas mentalnya sangat penting untuk dapat memberikan yang terbaik bagi Ressa. Ia berusaha untuk menjaga keseimbangan emosional, walaupun ada banyak hal yang harus ia hadapi.
“Saya tahu bahwa saya harus menjaga kesehatan mental saya agar bisa menjadi ibu yang baik bagi Ressa. Ini adalah perjalanan yang tidak mudah, tetapi saya yakin bisa melaluinya,” tuturnya penuh keyakinan.
Melalui pengalaman ini, Denada berharap dapat menginspirasi banyak orang, terutama mereka yang mungkin mengalami situasi serupa. Ia ingin menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan yang berat, selalu ada cara untuk bangkit dan melanjutkan hidup.
“Setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing, dan saya percaya bahwa kita semua bisa menemukan kekuatan dari dalam diri kita untuk melalui masa-masa sulit,” pungkas Denada.
Dengan berbagi kisahnya, Denada tidak hanya membuka dirinya kepada publik, tetapi juga memberikan harapan bagi banyak orang yang mungkin merasa terjebak dalam trauma yang sama. Ia menunjukkan bahwa di balik setiap kesulitan, ada pelajaran berharga yang bisa diambil dan dijadikan motivasi untuk terus maju.
➡️ Baca Juga: Google Luncurkan Fitur Anti Maling Berbasis AI untuk Android, Amankan Data dari Jambret
➡️ Baca Juga: 10 Negara Teratas Penghasil Perak: China Ungguli AS dalam Produksi




