Edy Kusnadi Memperkuat Layanan Digital dan Mempercepat Kredit untuk UMKM

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) telah bertransformasi menjadi perseroan daerah (Perseroda) sejak Agustus 2025, menandai langkah signifikan dalam upaya modernisasi dan penguatan layanan keuangan di wilayah tersebut.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, transformasi ini diharapkan dapat mempersiapkan bank untuk lebih siap menghadapi tantangan yang ada di era digital. Dengan fondasi layanan yang berbasis teknologi yang kuat, Bank Kalbar berkomitmen untuk memberikan solusi yang efisien dan memenuhi standar internasional.
Upaya yang dilakukan mencakup penguatan IT Service Management berdasarkan kerangka kerja Information Technology Infrastructure Library (ITIL) dan standar ISO/IEC 20000. Hal ini merupakan bagian dari strategi Bank Kalbar untuk memperkuat tata kelola layanan teknologi informasi yang semakin penting, terutama dalam konteks percepatan digitalisasi di sektor perbankan.
Penguatan sistem manajemen layanan IT yang memenuhi standar sangat diperlukan untuk mendukung kinerja bisnis bank secara berkelanjutan. Ini juga memastikan bahwa Bank Kalbar dapat mematuhi regulasi yang berlaku dan menerapkan prinsip tata kelola yang baik.
Dalam hal kinerja finansial, Bank Kalbar menunjukkan hasil yang positif dengan laba bersih mencapai Rp511 miliar untuk tahun buku 2025. Selain itu, kontribusi dividen sebesar Rp135,8 miliar berhasil disalurkan kepada pemerintah daerah, mencerminkan kesehatan keuangan yang baik.
Bank ini juga mencatatkan risiko kredit yang rendah dengan angka Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 1,85 persen dan Net 0,58 persen. Efisiensi operasional ditunjukkan dengan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berada di angka 69,94 persen, sementara permodalan yang kuat tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 36,97 persen. Profitabilitasnya stabil dengan Return on Assets (ROA) 2,61 persen dan Return on Equity (ROE) 12,28 persen, serta likuiditas yang terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di angka 85,59 persen.
Bank Kalbar juga memiliki total aset mencapai Rp27,68 triliun, dengan aset produktif tercatat sebesar Rp26,75 triliun pada tahun lalu. Dalam langkah selanjutnya, BUMD ini telah resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai calon direktur utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada 11 Februari 2026.
Penunjukan Edy diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap program-program pemerintah serta peran aktif bank daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. “Kondisi Bank Kalbar sangat sehat dan ini terlihat dari kinerja keuangan yang baik sepanjang tahun 2025,” ujarnya.
Upaya Bank Kalbar dalam meningkatkan perekonomian daerah juga dapat dilihat dari penyaluran kredit untuk UMKM yang mencapai Rp2,93 triliun, dengan total debitur yang mencapai 19 ribu nasabah berdasarkan data per 31 Maret 2026.
“Dalam penambahan kredit UMKM, kami tetap mengedepankan manajemen risiko yang terintegrasi, memperkuat fungsi kepatuhan, serta melakukan audit berkala sebagai bagian dari pendekatan ‘three lines of defense’,” jelas Edy.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Bank Kalbar berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan digital UMKM dan mempercepat proses kredit, demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Kalimantan Barat.
➡️ Baca Juga: Dampak Kesehatan Mental Sehari-hari terhadap Kualitas Hidup di Era Modern
➡️ Baca Juga: Penyebar Isu Penganiayaan Erin Terancam Hukuman Penjara Tiga Tahun karena Fitnah



