Site icon QNews

Eratnya Komunikasi Antar Stakeholder Mendorong Transparansi dan Reformasi Pasar Modal

Eratnya Komunikasi Antar Stakeholder Mendorong Transparansi dan Reformasi Pasar Modal

Pasar modal Indonesia saat ini sedang mengalami transformasi yang signifikan, menandai sebuah era baru yang penuh dengan harapan dan reformasi. Berbagai inisiatif telah diambil untuk memastikan bahwa pasar modal di negara ini berkembang dan dapat bersaing di level internasional.

Tema “Era Baru Transparansi Pasar Modal” menjadi fokus utama dalam diskusi yang diadakan sebagai bagian dari Road to Investor Relations Forum (IRF) 2026. Acara ini berlangsung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, dan mengundang berbagai pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam dialog yang konstruktif.

Di antara pembicara yang hadir, terdapat Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik; Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun; serta Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Eddy Manindo Harahap. Selain itu, pengamat pasar modal, Hans Kwee, juga turut memberikan pandangannya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara menuju Indonesia IRF 2026, akan ada dua diskusi yang menarik. Diskusi pertama dijadwalkan pada 10 Maret 2026 dengan tema “Era Baru Transparansi Pasar Modal”, diikuti oleh diskusi kedua pada 09 April 2026 yang mengangkat tema “Mengupas Tuntas Ambang Batas Kebijakan Baru Free Float”.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai bahwa Diskusi Road to Indonesia Investor Relations Forum (IRF) 2026 merupakan platform yang sangat penting untuk membangun komunikasi yang efektif antara Self-Regulatory Organization (SRO), masyarakat, investor, emiten, serta seluruh ekosistem pasar modal di Indonesia.

“Pentingnya forum ini terletak pada upaya membangun transparansi yang lebih baik,” ungkap Misbakhun dalam pernyataannya pada 11 Maret 2026.

Eddy Manindo Harahap, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, menekankan bahwa forum komunikasi seperti ini sangat dibutuhkan. Mengingat potensi besar pasar modal di kawasan Asia Tenggara, saatnya bagi pasar modal Indonesia untuk bertransformasi menjadi bursa yang dapat bersaing secara global.

“Dengan begitu, kita perlu meningkatkan transparansi,” tambahnya.

Senada dengan pandangan tersebut, Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, juga menegaskan pentingnya menginformasikan kepada publik tentang langkah-langkah yang telah diambil oleh bursa serta rencana-rencana ke depan yang ada.

Oleh karena itu, diharapkan acara forum investor ini mampu memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat, investor, emiten, dan publik secara keseluruhan.

“Sekarang adalah momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas pasar modal kita, dan hal ini perlu terus kita komunikasikan,” pungkasnya.

➡️ Baca Juga: Real Madrid Target Rodri Hernandez as Alternative Option Besides Vitinha

➡️ Baca Juga: Google Pixel vs Realme: Membandingkan Pengalaman Software, Update, dan Fitur Bawaan.

Exit mobile version