Apa yang membuat sebuah turnamen game melonjak dari prize pool US$1,6 juta pada 2011 menjadi hampir US$40 juta pada 2021, dan apa arti lonjakan itu bagi dunia esports?
Perjalanan ini bukan sekadar angka. Lonjakan hadiah mencerminkan pertumbuhan komunitas, model pendanaan unik Valve, dan meningkatnya nilai kompetisi sebagai hiburan global.
Sekilas, istilah seperti prize pool, grand final, dan Aegis akan sering muncul di artikel ini. Penjelasan singkat diberi agar pembaca baru tetap nyaman mengikuti timeline dan daftar juara yang akan disajikan.
Kami akan menyajikan timeline dari era awal sampai modern, cerita di balik perubahan angka, serta momen grand final paling ikonik. Sebagai teaser: setelah puncak TI10, total hadiah mengalami penurunan, namun status turnamen sebagai puncak kompetisi tetap kuat.
Poin Kunci
- Perbandingan cepat: dari US$1,6 juta (2011) ke ~US$40 juta (2021).
- Lonjakan hadiah mencerminkan pertumbuhan komunitas dan model pendanaan.
- Istilah kunci: prize pool, grand final, Aegis — akan dijelaskan singkat.
- Artikel menyajikan timeline, daftar juara, dan momen ikonik.
- Setelah puncak TI10, hadiah menurun, tapi prestige turnamen bertahan.
Kenapa The International jadi turnamen Dota 2 paling bergengsi di dunia esports
Gelar juara di ajang ini sering dianggap puncak karier para pemain profesional. Aegis of Champions bukan sekadar piala; ia jadi simbol sejarah dan pengakuan dari komunitas global.
Aegis sebagai simbol mimpi pemain
Aegis membuat setiap pemain bermimpi sejak awal karier. Memenangkannya memberi prestise yang tak ternilai, bahkan ketika prize pool tidak berada di puncak.
Gengsi global dan arti bagi tim
Turnamen ini mempertemukan tim terbaik dari semua region. Label juara di sini sering dinilai lebih prestisius daripada gelar turnamen lain di dunia kompetitif.
Komunitas, hadiah terbesar sejarah, dan siklus perhatian
Narasi fans—dukungan, hype, cerita kuda hitam—mengubah event menjadi fenomena budaya. Model pendanaan komunitas seperti Compendium atau Battle Pass membuat prize pool terasa milik bersama.
- Komunitas mendorong perhatian media dan sponsor.
- Perhatian besar meningkatkan nilai kompetisi dan hadiah.
- Siklus itu memperkuat status ajang di jagat esports.
Setelah memahami mengapa turnamen ini spesial, pembaca siap melanjutkan ke timeline dari TI1 sampai era modern.
Evolusi The International Dota 2 dari TI1 sampai era modern
Perjalanan prize pool turnamen ini menunjukkan peran besar komunitas dan inovasi pendanaan. Pada awalnya, TI1 dan TI2 mengusung prize pool standar US$1,6 juta, cukup untuk menegaskan turnamen ini berbeda dari kompetisi lain.
Era awal dan titik balik
TI3 memperkenalkan Compendium, mekanik yang memicu kontribusi komunitas. Sejak itu, total hadiah tak lagi hanya bergantung pada penyelenggara.
Lompatan dan pembagian hadiah
TI4 mencatat lompatan besar: total prize US$10.923.977 dan masuk Guinness World Records. Dominasi tim Tiongkok terasa kuat di fase itu.
Konsolidasi hingga puncak
Valve mengubah distribusi pada TI5–TI7 agar lebih banyak tim pulang dengan hadiah. TI7 mencapai 18 tim di main event.
Era TI8–TI10 membawa hype global. Sistem DPC kurasi tim-tim terbaik, grand final makin dramatis, dan TI10 mencapai total sekitar US$40.018.195.
Setelah puncak
TI11 dan TI12 menunjukkan penurunan hadiah. Juara TI11 menerima US$8.518.822, sementara juara TI12 menerima US$1.417.160. Namun prestise turnamen tetap tinggi.
| Tahun / Era | Total Hadiah (US$) | Ciri Khas |
|---|---|---|
| TI1–TI2 | 1,600,000 | Prize pool standar awal |
| TI3 | Naik signifikan | Compendium dan kontribusi komunitas |
| TI4 | 10,923,977 | Rekor Guinness; dominasi Tiongkok |
| TI7 | Lebih besar dari era sebelumnya | Main event 18 tim; distribusi lebih merata |
| TI10 | 40,018,195 | Puncak total hadiah; hype global |
Daftar juara The International Dota 2 dari masa ke masa
Daftar juara memberi peta jelas tentang siapa yang menguasai panggung tiap tahun. Di sini kami ringkas pemenang dari TI1 sampai TI12, dikelompokkan menurut era untuk memudahkan pembacaan.
Natus Vincere, Invictus Gaming, Alliance: fondasi sejarah
Natus Vincere dan Invictus Gaming memulai era awal dengan gelar besar. Alliance melengkapi trio ini pada TI3 dan membawa format turnamen ke level baru.
Newbee, Evil Geniuses, Wings Gaming: era hadiah melompat
Newbee, Evil Geniuses, dan Wings Gaming menandai periode saat total hadiah naik pesat. Setiap tim membawa cerita ikonik dan kemenangan bernilai besar.
Team Liquid, OG, Team Spirit: dominasi dan juara berulang
Era berikutnya diwarnai Team Liquid, OG, dan Team Spirit. OG mencatat back-to-back di TI8–TI9. Team Spirit kembali juara di TI12 meski nominal hadiah turun drastis.
Tundra Esports: outlier pada TI11
Tundra Esports mengejutkan banyak pihak lewat strategi dan draft unik. Kemenangan mereka di TI11 menunjukkan meta dapat mengguncang favorit.
| Event | Juara | Hadiah juara (US$) |
|---|---|---|
| TI1 | Na’Vi | 1,000,000 |
| TI2 | iG | 1,000,000 |
| TI3 | Alliance | 1,437,190 |
| TI4 | Newbee | 5,025,029 |
| TI5 | Evil Geniuses | 6,634,661 |
| TI6 | Wings Gaming | 9,139,002 |
| TI7 | Team Liquid | 10,862,683 |
| TI8 | OG | 11,234,158 |
| TI9 | OG | 15,620,181 |
| TI10 | Team Spirit | 18,208,300 |
| TI11 | Tundra Esports | 8,518,822 |
| TI12 | Team Spirit | 1,417,160 |
Ringkasan penting: OG menjadi juara back-to-back, Team Spirit mengulang gelar, dan TI11 tampil sebagai outlier strategis.
Setelah melihat siapa saja yang membawa pulang gelar dan hadiah, selanjutnya kita akan membahas grand final paling meninggalkan kesan dan kenapa skor itu jadi legenda.
Grand final paling diingat: skor, momen epik, dan cerita “kuda hitam”
Beberapa grand final tetap hidup dalam ingatan karena skor ketat, comeback dramatis, atau gaya permainan yang mengubah meta.
Na’Vi vs EHOME — kelahiran legenda
TI1 menampilkan Na’Vi menang 3-1. Skor 3-1 ini jadi awal kisah besar yang membentuk standar tekanan panggung dan narasi kompetisi.
iG vs Na’Vi dan pergantian kekuatan
TI2 berakhir 3-1 untuk Invictus Gaming. Kemenangan itu menandai saat China mulai menunjukkan dominasi.
Final paling menegangkan
TI3, Alliance vs Na’Vi (3-2), sering disebut final paling tegang. Momentum naik-turun membuat seri ini tak mudah dilupakan.
Era dominasi Tiongkok dan gaya unik
TI4: Newbee menaklukkan Vici Gaming 3-1, menegaskan kekuatan region itu di era hadiah besar.
TI6: Wings Gaming vs Digital Chaos (3-1) dikenang karena kreativitas draft. Wings jadi contoh gaya yang menang.
Run bawah dan momen modern
TI7 memperlihatkan Team Liquid melewati lower bracket dan menutup dengan 3-0. Kisah comeback itu memperkuat mitos bahwa setiap tim bisa bangkit.
TI9 menampilkan OG menang 3-1 dan mencetak momen back-to-back. TI10 lalu memberi final dramatis: Team Spirit mengalahkan PSG.LGD 3-2 setelah comeback spektakuler.
- Grand final dikenang bukan hanya skor, tetapi cerita di balik kemenangan.
- Beberapa skor 3-1 muncul berulang, namun tiap seri punya konteks unik.
Bagaimana prize pool TI bisa naik gila-gilaan sampai US$40 juta
Kenaikan hadiah hingga puluhan juta dolar bukan terjadi begitu saja; ada mekanisme pendanaan yang memicu gelombang pembelian dan partisipasi.
Peran Compendium dan transisi ke Battle Pass
Sejak TI3, Compendium membuka jalur kontribusi komunitas. Pembeli mendapat konten eksklusif sekaligus ikut menambah pool turnamen.
Pada TI6 Valve beralih ke Battle Pass dan menetapkan kontribusi 25% dari penjualan ke prize pool. Model ini membuat total hadiah tumbuh sejalan dengan popularitas item yang dijual.
Mengapa TI10 menjadi puncak total prize pool
Perpaduan Battle Pass yang laris dan momentum hype global mendorong TI10 mencapai total US$40.018.195. Hadiah juara mencapai US$18.208.300, membuatnya jadi hadiah terbesar sejarah dalam era itu.
Dampak distribusi hadiah: lebih banyak tim pulang hadiah
Pada TI5 Valve mulai mengubah alokasi agar lebih banyak tim mendapat uang. Kebijakan ini membuat scene lebih berkelanjutan.
Ketika prize naik, tekanan kompetisi meningkat. Tim mempersiapkan draft dan latihan lebih intens karena selain prestise, nilai ekonomi juga sangat besar. Dampaknya: kualitas permainan naik dan rivalitas semakin ketat.
Setelah memahami mesin kenaikan hadiah, selanjutnya kita lihat mengapa tren berubah dan apa arti penurunan pool bagi masa depan the international.
Setelah puncak: tren hadiah menurun dan perubahan lanskap The International
Saat total hadiah menurun setelah era puncak, fokus bergeser ke struktur acara dan pengalaman penonton. Perubahan angka tidak selalu mencerminkan penurunan kualitas pertandingan.
TI11 dan TI12: penurunan angka yang nyata
Perbandingan jelas terlihat. Juara TI11 membawa pulang US$8.518.822, tetapi juara TI12 hanya menerima US$1.417.160.
Skala perubahan ini menunjukkan bagaimana prize pool dan model pendanaan bisa memengaruhi nominal hadiah tiap musim.
Update juara terbaru
Berdasarkan sumber resmi, TI13 (2024) dimenangkan Team Liquid dengan skor 3-0 atas Gaimin Gladiators. Hadiah juara sekitar US$1,15 juta.
TI14 (2025) kemudian dimenangkan Team Falcons 3-2 atas Xtreme Gaming, dengan nominal juara hampir setara pada kisaran US$1,14 juta.
Apa yang tetap sama
Meskipun nominal turun, penggemar global tetap antusias. Narasi rivalitas, momen dramatis di fase group dan playoff, serta simbol Aegis menjaga nilai sejarah turnamen.
- Hadiah turun, tapi status sebagai puncak kompetisi tetap kuat.
- Juara the international masih membawa warisan dan kemenangan bersejarah.
- Daftar juara terus membentuk cerita tim dan pemain di dunia kompetitif.
Setelah melihat naik-turun hadiah dan daftar juara terbaru, pembaca akan diajak ke bagian penutup untuk menyimpulkan arti perubahan ini bagi masa depan turnamen.
Kesimpulan
Ringkasan perjalanan Evolusi The International Dota 2 memperlihatkan perubahan drastis: dari prize pool awal US$1,6 juta sampai puncak hampir US$40 juta, lalu memasuki fase penurunan nominal pada TI11–TI12.
Inti cerita: turnamen ini jadi paling bergengsi karena kombinasi hadiah besar, kualitas pertandingan, dan makna simbolis bagi setiap tim dan juara. Nama seperti Na’Vi, OG, dan Team Spirit menunjukkan bagaimana tim membawa pulang momen bersejarah, bukan sekadar uang.
Gunakan daftar juara dan angka prize pool sebagai referensi cepat. Untuk pembaca Indonesia, bandingkan pola dominasi tim Eropa vs Asia dan lihat bagaimana komunitas membentuk sejarah acara ini.
Jika ingin tahu lebih jauh, telusuri perubahan total hadiah, pola dominasi, dan final ikonik sebagai pintu masuk memahami warisan the international.
➡️ Baca Juga: Hard Disk Pertama IBM (1956): Berat 1 Ton, Kapasitas Hanya 5MB
➡️ Baca Juga: Review Access Controller PS5: Bagaimana Pengalaman Gaming bagi Pemain Disabilitas?

