Floppy Disk Zaman Dulu Ukuran 8 Inci, Beneran Sepiring Makan! Nostalgia Buat yang Tahu

Hayoo, yang pernah pakai disket hitam persegi itu, pasti langsung tersenyum nostalgia. Era di mana menyimpan file butuh benda fisik yang dimasukkan ke CPU. Bagi generasi sekarang, benda ini mungkin terlihat sangat aneh dan kuno.
Tahukah kamu, bentuk fisik dari benda lawas ini justru menjadi ikon global? Ya, simbol untuk tombol “Save” di hampir semua software komputer diambil dari bentuknya. Sebuah warisan yang bertahan jauh lebih lama dari fisiknya sendiri.
Yang lebih mengejutkan, versi pertamanya di tahun 1970-an punya ukuran raksasa: 8 inci! Bayangkan, hampir sebesar piring makan. Sangat berbeda dengan USB flash drive mungil yang kita gunakan sekarang.
Fakta uniknya, teknologi ini belum sepenuhnya punah. Baru-baru ini, pemerintah Jepang mendapat sorotan karena masih menggunakan media ini untuk beberapa sistem administratif. Ini menunjukkan betapa pentingnya perannya di masa lalu.
Meski terlihat sederhana, disket adalah pionir. Dialah yang membuka jalan bagi semua media penyimpanan portabel modern. Dari memory card hingga cloud storage, semuanya berawal dari ide untuk membawa data dengan mudah.
Poin Penting
- Floppy disk atau disket adalah media penyimpanan data portabel yang ikonik dari era komputer awal.
- Bentuk fisiknya diabadikan sebagai simbol universal tombol “Save” di berbagai perangkat lunak.
- Versi pertamanya berukuran sangat besar, yaitu 8 inci, setara dengan diameter sebuah piring.
- Teknologi ini sempat menjadi standar utama untuk distribusi software dan penyimpanan file pribadi.
- Keputusan pemerintah Jepang yang masih menggunakannya hingga baru-baru ini menjadi berita yang menarik.
- Meski kini sudah usang, disket diakui sebagai pionir dari semua media penyimpanan portabel yang kita gunakan saat ini.
- Mengenal sejarahnya membantu kita memahami seberapa pesat perkembangan teknologi informasi.
Floppy Disk: Si Ikon “Save” yang Dulu Nyata Banget
Setiap kali kamu menekan tombol Save, sebenarnya kamu sedang menyentuh sepotong sejarah. Gambar kecil berbentuk persegi di sudut software itu bukanlah desain acak.
Itu adalah gambar disket 3.5 inci, yang diangkat menjadi ikon universal untuk perintah simpan. Menurut catatan, bentuknya dipilih karena ia adalah media penyimpanan utama dan paling terpercaya selama puluhan tahun.
Komputer era 80-an dan 90-an sangat bergantung pada benda ini. Pengguna saat itu secara harfiah “menyimpan” pekerjaan mereka ke dalam benda fisik yang dimasukkan ke disk drive.
Asosiasi antara tindakan menyimpan dan benda fisik itu sangat kuat. Pengalaman konkret inilah yang membuat gambarnya begitu pas sebagai simbol.
Generasi yang lahir setelah tahun 2000 mungkin hanya mengenal ikon-nya. Mereka mungkin belum pernah menyentuh atau menggunakan benda aslinya.
Coba tanya ke anak muda, apakah mereka tahu asal-usul gambar kotak kecil itu? Banyak yang akan menggeleng. Ini menunjukkan betapa cepatnya teknologi berganti.
Meski begitu, ikon tersebut bertahan. Ia tidak tergantikan oleh gambar USB atau cloud. Alasannya sederhana: desainnya sudah dipahami secara global dan sangat sederhana.
Perbandingan Pengalaman Menyimpan Data
| Aspek | Era Disket (Dulu) | Era Modern (Sekarang) |
|---|---|---|
| Aksi Fisik | Memasukkan disket ke drive, mendengar suara “klik”. | Klik mouse atau sentuh layar. |
| Konfirmasi Visual | Lampu drive menyala, disket berputar. | Progress bar atau notifikasi singkat di layar. |
| Rasa Kepemilikan | Sangat kuat. Data ada di benda yang bisa dipegang. | Abstrak. Data seringkali tidak terlihat lokasi fisiknya. |
| Asosiasi dengan Ikon “Save” | Langsung dan nyata. Ikon adalah replika dari benda yang digunakan. | Historis dan simbolis. Ikon adalah peninggalan dari benda yang sudah jarang dilihat. |
Di balik ikon sederhana itu, tersimpan cerita panjang evolusi penyimpanan data. Warisan budaya digital ini berasal dari benda yang sangat nyata.
Fungsinya sebagai jangkar memori kolektif pengguna komputer tua tidak ternilai. Ia mengingatkan kita dari mana asal usul kemudahan yang kita nikmati sekarang.
Lalu, seperti apa sebenarnya benda fisik yang menjadi legenda ini? Mari kita kenali lebih dekat di bagian selanjutnya.
Mengenal Lebih Dekat: Apa Itu Floppy Disk atau Disket?

Sebelum ada USB, ada sebuah media penyimpanan yang menjadi andalan: disket. Secara sederhana, floppy disk adalah piringan magnetik kecil untuk menyimpan data dan program komputer di masa lalu.
Benda ini terdiri dari cakram magnetik tipis yang fleksibel. Ia dilindungi oleh casing plastik persegi panjang. Lapisan kain di dalam casing membantu membersihkan debu.
Ada dua jenis casing yang populer. Versi 5.25 inci memiliki pelindung yang lentur. Sementara versi 3.5 inci punya casing plastik yang keras dan kaku.
Untuk menggunakannya, kamu membutuhkan Floppy Disk Drive (FDD). Hardware ini dipasang di CPU komputer. FDD akan membaca dan menulis data ke permukaan magnetik disket.
Cara kerjanya sangat mekanis. Kepala baca/tulis di dalam drive akan menyentuh piringan yang berputar. Proses ini menimbulkan suara khas yang tidak akan terlupakan.
Media ini terkenal rapuh. Debu dan air adalah musuh utamanya. Benda ini juga mudah rusak jika tertekuk atau terbentur.
Karena casingnya yang keras, disket 3.5 inci kadang disebut “stiffy“. Istilah ini membedakannya dari pendahulunya yang lebih lentur.
Bayangkan disket itu seperti kaset tape mini khusus untuk komputer. Keunggulan besarnya adalah sifatnya yang writable. Kamu bisa menulis, menghapus, dan menulis ulang data berkali-kali.
Ini adalah solusi revolusioner di eranya. Sebagian besar komputer saat itu belum terhubung jaringan. Mentransfer file berarti harus memindahkan benda fisik ini dari satu mesin ke mesin lain.
Dengan memahami dasar-dasar ini, kita siap menyelami perjalanan dan kapasitasnya yang unik.
Sejarah Floppy Disk: Dimulai dari yang “Sepiring Makan”
Pada awal 1970-an, ide untuk membawa data dengan mudah diwujudkan dalam bentuk yang sangat jumbo. Perjalanan media portabel ini dimulai dari titik yang besar, baik secara harfiah maupun makna.
Inovasi ini tidak langsung menjadi kecil. Ia melalui beberapa generasi ukuran sebelum akhirnya menjadi ikon yang kita kenal.
Kelahiran si Raksasa 8 Inci
IBM adalah pelopor utama. Perusahaan ini memperkenalkan floppy disk pertama pada tahun 1971 untuk keperluan internal.
Setahun kemudian, tahun 1972, versi komersialnya dirilis ke pasar. Media penyimpanan baru ini langsung mencuri perhatian karena bentuknya.
Diameternya mencapai 8 inci. Itu kira-kira sebesar sebuah piring makan biasa. Bayangkan membawa piring untuk menyimpan file!
Kapasitasnya saat itu sangat terbatas bila dibandingkan sekarang. Ia hanya bisa menampung sekitar 80 kilobyte informasi.
Itu bahkan tidak cukup untuk satu lagu MP3 kualitas rendah di era modern. Namun, untuk zamannya, ini adalah terobosan besar.
Evolusi Menuju Ukuran yang Lebih Praktis
Permintaan akan portabilitas mendorong perubahan. Dalam empat tahun, ukurannya menyusut hampir setengahnya.
Format 5ÂĽ inci lahir di tahun 1976. Ukurannya lebih praktis, kira-kira sebesar kartu pos besar.
Casingnya masih sangat fleksibel dan mudah rusak. Pengguna harus sangat hati-hati dalam menanganinya.
Evolusi terakhir terjadi pada 1982 dengan kehadiran disket 3.5 inci. Media ini seukuran kotak korek api.
Perubahan ini bukan sekadar mengecil. Casing plastik kerasnya memberikan perlindungan jauh lebih baik.
Fitur slide metal pada salah satu sisinya melindungi area magnetik dari debu dan sentuhan. Ini meningkatkan keandalan penyimpanan secara signifikan.
Setiap penyusutan ukuran mencerminkan kemajuan teknologi. Permintaan akan solusi portabel yang andal justru semakin besar.
Dari yang sebesar piring, menjadi sebesar kartu pos, lalu sebesar kotak korek api. Itulah perjalanan fisik disket.
Namun, cerita tidak berhenti di ukuran fisik saja. Bagaimana dengan ruang yang tersedia di dalamnya? Kapasitasnya pun mengalami perjalanan sendiri yang menarik.
Dari 80 KB ke 1.44 MB: Perjalanan Kapasitas yang Lambat

Perjalanan kapasitas media penyimpanan portabel dimulai dari angka yang kini terlihat lucu: 80 kilobyte.
Itulah daya tampung disket raksasa 8 inci di era awal. Jumlah data itu bahkan tidak cukup untuk menyimpan satu lagu MP3 kualitas rendah saat ini.
Bayangkan, seluruh ruang simpan Anda hanya untuk beberapa halaman teks sederhana.
Generasi berikutnya, disket 5.25 inci, membawa peningkatan. Kapasitasnya berkisar dari 360 KB hingga 1.2 MB.
Dengan ruang sebesar itu, orang sudah bisa menyimpan dokumen teks yang cukup banyak atau gambar-gambar sederhana. Ini adalah lompatan berarti untuk zamannya.
Puncak evolusi terjadi pada format 3.5 inci High-Density (HD). Media ini menawarkan kapasitas puncak sebesar 1.44 MB.
Angka itu menjadi standar de facto sepanjang tahun 90-an. Menurut sumber, ini adalah ukuran terbesar yang banyak dikonsumsi.
Jika dibandingkan sekarang, 1.44 MB hanya cukup untuk satu foto beresolusi menengah dari smartphone.
Yang mengagumkan, dengan ruang “super mini” itu, sistem operasi dan program-program utama bisa dijalankan. Orang mengelola data dengan sangat efisien.
Namun, peningkatan kapasitas ini berjalan sangat pelan. Butuh waktu puluhan tahun untuk dari 80 KB mencapai 1.44 MB.
Laju ini sangat kontras dengan lompatan besar pada media penerusnya, seperti CD atau USB flash drive. Keterbatasan inilah yang akhirnya mendorong pencarian teknologi pengganti yang lebih mumpuni.
Mencasing and a 6
. The “content should be up]
Terkiri
Flope. The matrix]
➡️ Baca Juga: Sandbox iOS itu apa sih yang bikin systemnya gak pernah nge-lag kayak Android
➡️ Baca Juga: Screen Pinning di Android: Fitur Keamanan untuk Fokus dan Privasi Saat Meminjamkan HP




