Aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap insiden robohnya gedung olahraga bulu tangkis di Desa Dukuhturi, Bumiayu, Kabupaten Brebes, pada hari Minggu. Peristiwa tragis ini mengakibatkan hilangnya tiga nyawa.
Kepala Kepolisian Sektor Bumiayu, Edi Mardianto, menjelaskan bahwa reruntuhan dari bangunan gedung bulu tangkis tersebut menimpa tiga rumah yang berada di depannya. Kejadian ini telah menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat setempat.
Tim gabungan dari TNI, polisi, dan warga setempat segera melakukan pencarian di antara puing-puing bangunan yang runtuh. Dalam proses tersebut, mereka menemukan dua anak yang sudah tidak bernyawa.
“Dua korban yang ditemukan pertama adalah anak-anak, yang langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Edi.
Proses pencarian terus dilanjutkan hingga akhirnya ditemukan korban ketiga, yang merupakan seorang pria lanjut usia berumur 82 tahun. Penemuan ini menambah daftar korban yang tragis dari insiden tersebut.
Seluruh korban yang ada merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, yang menjadikan peristiwa ini semakin menyedihkan bagi komunitas tersebut.
Edi mengungkapkan bahwa petugas gabungan bersama dengan warga setempat tengah membersihkan lokasi dari sisa-sisa runtuhan bangunan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya bahaya lebih lanjut.
Selain itu, Edi juga mengingatkan kepada masyarakat sekitar untuk tidak mendekati area kejadian. Mengingat kondisi bangunan yang runtuh masih sangat berisiko, tindakan ini dianggap perlu untuk menjaga keselamatan warga.
“Dikhawatirkan masih ada material bangunan lain yang berpotensi runtuh dan dapat membahayakan keselamatan orang-orang di sekitar,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Jojo Tumbang, Indonesia Kalah 0-1 dari Thailand di Piala Thomas 2026
➡️ Baca Juga: 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Gratis untuk Meriahkan Momen Lebaran di Medsos

