Site icon QNews

Istri Netanyahu Mengajak Masyarakat untuk Menghentikan Perundungan Anak-anak

Istri Netanyahu Mengajak Masyarakat untuk Menghentikan Perundungan Anak-anak

Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, mengadakan KTT Koalisi Global Fostering the Future Together pada Selasa, 24 Maret 2026. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 40 negara dan bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dan teknologi bagi anak-anak di seluruh dunia.

Dalam forum tersebut, Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, juga hadir dan menarik perhatian publik. Ia menyampaikan pidato yang menggarisbawahi pentingnya perlindungan dan pendampingan bagi anak-anak ketika menggunakan media sosial.

“Anak-anak tidak dapat menjelajahi dunia digital sendirian. Mereka memerlukan perlindungan, panduan, serta keterlibatan dari orang dewasa yang bertanggung jawab agar ruang online tetap positif, etis, dan mendidik,” jelas Netanyahu, yang merupakan salah satu dari 45 perwakilan negara yang hadir dalam acara ini, seperti yang dilaporkan oleh Times of Israel pada Minggu, 29 Maret 2026.

Dalam pidatonya, Sara Netanyahu menceritakan pengalaman pahit yang dialami anak-anaknya di dunia maya. Ia mengungkapkan bahwa putra-putranya sering menjadi korban perundungan dan serangan verbal di media sosial, yang disebabkan oleh status mereka sebagai anak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Melalui pengalaman tersebut, ia berharap agar perundungan di dunia digital dapat diminimalisir.

“Sebagai seorang ibu, saya merasakan hal ini secara mendalam. Saat membesarkan anak-anak saya, saya menyadari betapa cepatnya dunia berubah, menghadirkan tantangan baru di setiap generasi. Anak-anak saya mengalami perundungan dan kekerasan hanya karena mereka adalah anak perdana menteri. Kita harus menolak segala bentuk serangan pribadi terhadap anak-anak dalam kondisi apapun, baik secara langsung maupun di dunia virtual,” tambahnya.

Putra sulung Netanyahu, Yair Netanyahu, dikenal sebagai sosok yang sering menjadi sasaran kritik dari para penentang pemerintah di Israel, terutama karena aktivitasnya di media sosial yang seringkali memicu kontroversi. Saat ini, ia berusia 34 tahun.

Yair telah terlibat dalam beberapa perselisihan dengan tokoh publik, baik di dalam maupun luar negeri, dan beberapa kali menghadapi tuntutan hukum. Pada Agustus tahun lalu, ia menuduh Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir terlibat dalam upaya kudeta militer, menyusul laporan yang menyatakan bahwa Zamir tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait operasi di Gaza.

➡️ Baca Juga: iPhone Panas Saat Fast Charging? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mencegahnya

➡️ Baca Juga: Mode Tamu di Android Itu Ada, Loh! Biar HP Lo Dipinjem, Privasi Tetap Aman.

Exit mobile version