Klasemen Proliga 2026 Pasca Seri Surabaya: LavAni Dekati Bhayangkara, Gresik Phonska Melaju Kencang

Seri Final Four Proliga 2026 di Surabaya telah resmi ditutup. Meskipun demikian, situasi kompetisi menuju grand final belum sepenuhnya jelas, justru persaingan semakin intens, baik di kategori putra maupun putri. Beberapa tim unggulan menunjukkan performa dominan, tetapi peluang bagi tim lain untuk mengejar ketertinggalan tetap terbuka lebar di seri berikutnya.
LavAni Dekati Bhayangkara
Di sektor putra, tim Jakarta LavAni Livin Transmedia masih mempertahankan tren positif setelah meraih kemenangan atas Surabaya Samator dengan skor 3-1. Kemenangan ini bukan hanya menambah poin, tetapi juga menjadi sinyal bahwa tim yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono ini mulai menemukan performa terbaik di fase kritis kompetisi.
Setelah kehilangan set pertama dengan skor 23-25 meski sempat unggul, LavAni berhasil menunjukkan respons yang luar biasa. Mereka bermain lebih disiplin dan berhasil menyapu bersih tiga set berikutnya dengan skor 25-15, 25-16, dan 25-13.
Perubahan dalam strategi permainan sangat terlihat. Tim LavAni memperkuat blok, meningkatkan tekanan servis, dan variasi serangan yang lebih beragam membuat Surabaya Samator kesulitan menghadapi tekanan. Pemain-pemain seperti Taylor Sander dan Boy Arnez tampil konsisten dan menjaga ritme permainan dengan baik.
Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, menyatakan bahwa pertandingan selanjutnya melawan Jakarta Bhayangkara Presisi pada 9 April mendatang akan menjadi tantangan besar. Ia berpendapat bahwa kekuatan kedua tim cukup berimbang, sehingga peluang untuk meraih kemenangan terbuka bagi siapa saja.
Di sisi lain, Surabaya Samator kembali dihadapkan pada masalah mental bertanding. Outside hitter, Jordan Susanto, mengungkapkan bahwa timnya kehilangan kontrol permainan setelah unggul di set pertama. Mereka terlalu terburu-buru untuk menekan lawan, yang berujung pada banyak kesalahan sendiri.
Manajer tim, Hadi Sampurno, juga menyoroti penurunan performa tim setelah awal pertandingan yang menjanjikan. Ia menganggap bahwa komposisi pemain muda dalam tim belum cukup matang secara mental untuk menghadapi tekanan di momen-momen penting.
Walaupun mengalami kekalahan, Samator menemukan sisi positif dari situasi ini. Hadi menyebutkan bahwa absennya opposite Rama Fazza justru membuat pola serangan tim menjadi lebih bervariasi dan tidak hanya bergantung pada satu pemain. Kondisi ini akan terus diperbaiki oleh tim pelatih, mengingat Rama diperkirakan tidak dapat bermain selama satu bulan ke depan.
Hasil pertandingan ini membuat LavAni mengumpulkan dua kemenangan dan enam poin, setara dengan Jakarta Bhayangkara Presisi. Namun, Bhayangkara masih memimpin klasemen berkat rasio set yang lebih baik. Pertemuan kedua tim yang akan digelar di seri Solo diprediksi akan menjadi penentu dalam perebutan tiket menuju grand final.
➡️ Baca Juga: Purbaya Tegaskan Program MBG Tidak Akan Memengaruhi Anggaran Pendidikan Nasional
➡️ Baca Juga: Dapatkan Penghasilan dari Jasa Audit Keamanan Website yang Mudah dan Efektif




