lifestyle

Kurang Gizi dan Anemia Mengganggu Fokus Anak, Ini Hubungannya dengan Memori Kerja

Jakarta – Masalah gizi pada anak-anak tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik mereka, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan kognitif dalam proses belajar. Salah satu aspek yang kini menjadi sorotan para ahli adalah keterkaitan antara asupan gizi, anemia, dan memori kerja anak, yang sangat penting untuk konsentrasi dan daya ingat selama kegiatan belajar di sekolah.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Indonesia Health Development Center (IHDC) menunjukkan bahwa kondisi seperti anemia dan kurang gizi dapat mengganggu kemampuan anak dalam menyimpan dan memproses informasi.

Kemampuan ini dikenal dengan istilah memori kerja, yang merupakan fondasi penting untuk memahami pelajaran, menyelesaikan tugas, dan meraih prestasi akademik. Penuhi kebutuhan gizi yang baik harus dimulai sejak dini.

“Penting untuk memulai pemenuhan gizi yang baik sejak usia sangat muda, terutama selama seribu hari pertama kehidupan, yang mencakup masa kehamilan hingga usia dua tahun,” ungkap Prof. Nila Djuwita F. Moeloek, Ketua Dewan Pembina IHDC, pada Rabu, 15 April 2026.

Salah satu temuan signifikan dari penelitian ini adalah tingginya prevalensi anemia pada anak-anak usia sekolah. Anemia defisiensi besi bukanlah isu baru di Indonesia; kondisi ini telah menjadi masalah yang cukup lama dan serius. Ini menunjukkan bahwa persoalan anemia bukan hanya tantangan kesehatan individu, melainkan juga merupakan isu nasional yang mendesak untuk mendapatkan perhatian kolektif.

Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal, sehingga tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Akibatnya, anak-anak bisa mengalami kelelahan yang berlebihan, kesulitan dalam berkonsentrasi, dan kurangnya semangat saat belajar.

Hasil penelitian IHDC mengungkapkan bahwa sekitar satu dari lima anak (19,7%) mengalami anemia, dan 22,1% di antaranya mengalami kesulitan dalam memori kerja.

Memori kerja adalah kemampuan otak untuk menyimpan informasi sementara dan memprosesnya secara bersamaan. Fungsi ini sangat krusial saat anak-anak membaca, menghitung, atau mengingat instruksi dari guru. Memori kerja memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan akademik anak-anak.

“Memori kerja adalah parameter yang sangat penting untuk membicarakan prestasi akademik,” kata Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, Direktur Eksekutif IHDC.

➡️ Baca Juga: Bank Mandiri Siapkan Program Mudik Gratis untuk Lebih dari 10.000 Pemudik Tahun Ini

➡️ Baca Juga: Kekuatan Mental Pemain Badminton Hari Ini dan Dampaknya Saat Bertanding

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k