Site icon QNews

Mabes TNI Rincikan Penerapan Status Siaga 3 untuk Meningkatkan Keamanan Nasional

Mabes TNI Rincikan Penerapan Status Siaga 3 untuk Meningkatkan Keamanan Nasional

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan penerapan status siaga 3 yang saat ini diberlakukan oleh TNI.

Aulia menyatakan bahwa status siaga 3 adalah fase di mana setiap unit TNI diharuskan memastikan semua operasional tempur siap untuk dilaksanakan.

“Status siaga 3 merupakan bagian integral dari kesiapsiagaan operasional yang harus dipelihara oleh setiap satuan TNI,” ungkap Aulia dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, pada hari Jumat.

Untuk menjaga kesiapan tersebut, pihak TNI melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap personel, unit-unit tertentu, serta alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki.

“Walaupun dalam pelaksanaan status ini, para prajurit TNI tetap melaksanakan kegiatan kedinasan mereka seperti biasa, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban,” jelas Aulia.

Sayangnya, Aulia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan di balik penerapan status siaga 3 ini, maupun durasi penerapannya.

Sebelumnya, Brigjen TNI Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, menyampaikan bahwa saat ini TNI AD telah menerapkan pengamanan dalam status siaga 3, setelah sebelumnya berada dalam status siaga 1 sebagaimana diinstruksikan oleh Panglima TNI melalui telegram.

Penerapan status siaga 3 ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan pasukan dalam rangka mengamankan wilayah saat perayaan Lebaran.

“Kita melaksanakan kegiatan siaga 3 juga karena mendekati pelaksanaan Idul Fitri,” kata Donny ketika berbincang dengan media di Mabes TNI AD pada hari Kamis, 12 Maret 2026.

Donny menegaskan bahwa status siaga 1 maupun 3 yang diterapkan oleh TNI AD tidak berkaitan dengan respons terhadap konflik atau potensi peperangan di mana pun.

Sejak awal, status siaga 1 ditujukan untuk memastikan kelengkapan alat utama sistem senjata serta kesiapan seluruh elemen prajurit. Hal tersebut telah dilakukan melalui apel gelar pasukan pada 7 Maret 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat.

Setelah masa siaga 1 berakhir, Donny menyatakan, barulah TNI AD mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan selama perayaan Idul Fitri.

“Oleh karena itu, eskalasi diturunkan menjadi siaga 3 untuk mempersiapkan kegiatan Idul Fitri,” jelas Donny.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini, personel TNI AD telah dikerahkan untuk menjaga sejumlah objek vital negara sepanjang bulan suci Ramadhan.

Para prajurit juga telah ditempatkan di beberapa lokasi ramai untuk memastikan bahwa masa mudik dan libur Lebaran 2026 berlangsung dengan aman dan kondusif.

➡️ Baca Juga: Anthony Ginting Memimpin Tim Indonesia di Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026

➡️ Baca Juga: Tips Main Game di HP Android: Optimalkan Performa dan Kurangi Panas Berlebih.

Exit mobile version