Berita

Mantan CIA Ungkap Potensi Penggunaan Senjata Nuklir AS terhadap Iran

Mantan analis CIA, Larry Johnson, baru-baru ini membuat pernyataan yang mengejutkan mengenai presiden Donald Trump. Dalam podcast berjudul ‘Judging Freedom’ yang tayang minggu ini, Johnson mengklaim bahwa Trump berencana menggunakan kode nuklir dalam respons terhadap Iran selama sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih.

Namun, rencana tersebut dibatalkan oleh Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan. Menurut laporan dari France 24 pada Jumat, 24 April 2026, Johnson menggambarkan pertemuan di Gedung Putih itu sebagai sangat intens, bahkan menyebutnya sebagai ‘pertengkaran hebat’ antara para pemimpin.

Pernyataan Johnson ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang perilaku Presiden AS yang dianggap tidak stabil, di mana banyak anggota parlemen mulai meragukan kondisi mentalnya.

Dalam konteks ini, timbul pertanyaan: apakah benar Trump berniat menggunakan senjata nuklir untuk menyerang Iran? Klaim yang disampaikan oleh Larry Johnson itu sempat ditanyakan oleh jurnalis dalam sesi konferensi pers di Gedung Putih beberapa jam setelahnya.

“Saya ingin tahu, apakah Anda akan menggunakan senjata nuklir melawan Iran?” tanya seorang wartawan kepada Trump, sebagaimana dilansir oleh Reuters pada Jumat, 24 April 2026.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Trump dengan tegas menolak kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam konflik dengan Iran. Ia juga menyatakan bahwa, tanpa menggunakan senjata nuklir, Iran sudah berada dalam posisi yang kalah.

“Kenapa saya harus menggunakan senjata nuklir? Bahkan tanpa itu, dengan kekuatan konvensional, kami sudah berhasil melumpuhkan mereka sepenuhnya,” ungkap Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat ditanya mengenai kemungkinan penggunaan senjata tersebut.

Trump semakin menegaskan bahwa senjata nuklir seharusnya tidak digunakan oleh siapa pun dalam kondisi apapun.

“Tentu saja tidak, saya tidak akan menggunakannya. Senjata nuklir seharusnya tidak pernah digunakan oleh siapa pun,” tambahnya dengan tegas.

Di sisi lain, ketika ditanya soal berapa lama ia bersedia menunggu untuk mencapai kesepakatan damai jangka panjang dengan Iran, Trump meminta agar tidak ada tekanan untuk segera mengambil keputusan.

“Jangan terburu-buru mendesak saya. Saya ingin meraih kesepakatan terbaik. Sebenarnya, saya bisa mencapai kesepakatan saat ini juga… tetapi saya tidak ingin itu. Saya ingin kesepakatan yang bertahan lama,” kata Trump.

➡️ Baca Juga: Strategi Kesehatan Harian untuk Mempertahankan Stamina Tubuh Optimal Sepanjang Hari

➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menenangkan Pikiran untuk Stabilitas Mental Menghadapi Masalah Sehari-hari

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k