Berita

Mantan Menlu Iran Menjadi Target Serangan AS-Israel, Istri Meninggal Dunia

Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran, yang kali ini menargetkan mantan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharazi. Dalam insiden tersebut, Kharazi mengalami luka parah, sementara istrinya dilaporkan meninggal dunia.

Pada hari Kamis, 2 April 2026, media di Iran mengabarkan bahwa rumah Kharazi di Teheran menjadi sasaran serangan udara yang terjadi sehari sebelumnya. Menurut laporan dari beberapa surat kabar terkemuka, mantan pejabat tersebut segera dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

“Kami menyaksikan sebuah upaya pembunuhan terhadap mantan Menteri Luar Negeri, Kamal Kharazi. Saat ini, kami masih belum mengetahui alasan di balik penyerangan ini. Dia terluka parah, dan istrinya tidak selamat,” ungkap Mohamed Vall dari Al Jazeera saat melaporkan dari Teheran.

Serangan udara tersebut juga dilaporkan berlangsung di berbagai lokasi di Iran, termasuk di Teheran, Isfahan, dan Shiraz. Tercatat, empat orang tewas akibat serangan di daerah Larestan, yang terletak di selatan Iran.

Dalam perkembangan lain, juru bicara komando gabungan angkatan bersenjata Iran menegaskan bahwa Teheran akan terus berperang di kawasan Timur Tengah hingga Amerika Serikat dan Israel merasakan penyesalan yang mendalam dan akhirnya menyerah, sebagaimana diberitakan oleh media semi-resmi Tasnim.

Ibrahim Zolfaghari, juru bicara markas pusat Khatam al-Anbiya, menyatakan bahwa evaluasi AS dan Israel terhadap kekuatan militer Iran tidak mencakup keseluruhan. Ia menegaskan bahwa Teheran akan memperkuat aksi militernya, dengan serangan yang lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih mematikan bagi musuh-musuhnya.

Ancaman ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Washington akan melancarkan serangan balasan yang sangat keras terhadap Iran dalam beberapa minggu mendatang. Meskipun Iran telah mengalami banyak kerugian, AS diyakini tengah berada di jalur yang benar untuk mencapai tujuan militernya.

Sejak serangan udara yang dilakukan secara bersamaan oleh AS dan Israel dimulai pada 28 Februari, lebih dari 2.000 orang di Iran dilaporkan tewas. Sementara itu, setidaknya 24 orang tewas di Israel, termasuk 13 tentara AS yang bertugas di kawasan tersebut.

Dalam insiden lain, sedikitnya empat warga Israel mengalami luka-luka di Bnei Brak, yang terletak di timur Tel Aviv, setelah serangan rudal dari Iran pada malam sebelumnya. Komando Front Dalam Negeri Israel mengeluarkan beberapa peringatan pada hari Kamis mengenai potensi serangan roket yang akan datang dan meminta masyarakat untuk mencari perlindungan.

Di tengah situasi yang semakin memanas ini, banyak pihak berpendapat bahwa tidak ada ruang untuk diplomasi. Ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Israel, semakin meningkat seiring dengan serangkaian serangan yang terjadi dan retorika yang mengarah pada kemungkinan konflik yang lebih besar.

➡️ Baca Juga: 5 Browser Alternatif selain Chrome yang Lebih Ringan dan Cepat

➡️ Baca Juga: Janice Tjen Raih Peringkat 47 Dunia, Rekor Baru Tenis Indonesia di Abad ke 21

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k