Menhub Dudy Berkomitmen Atasi Antrean Panjang di Lintas Ketapang-Gilimanuk

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi dan analisis mendalam terhadap berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya kemacetan parah di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Ia menegaskan bahwa temuan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Perhubungan dan instansi terkait, guna melakukan perbaikan dan memastikan bahwa pelaksanaan Angkutan Lebaran di masa mendatang dapat berlangsung dengan lebih efisien.
“Beberapa isu yang telah kami identifikasi antara lain adalah penerapan konsisten terhadap SKB, serta perlunya penyediaan buffer zone yang lebih memadai,” ungkap Dudy usai menutup posko Angkutan Lebaran 2026 di Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada Senin, 30 Maret 2026.
Dudy menambahkan bahwa langkah-langkah perbaikan terkait masalah tersebut akan menjadi fokus perhatian mereka, agar arus kendaraan yang menuju pelabuhan dapat teratur dengan lebih baik di masa mendatang.
Selain itu, Dudy juga menyebutkan rencana Kemenhub untuk menyesuaikan kapasitas kapal yang beroperasi, sebagai salah satu solusi untuk mengurangi antrean panjang di pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk.
Langkah ini sejalan dengan upaya koordinasi yang akan dibangun bersama operator kapal, terkait kapasitas dan aspek-aspek lain yang berhubungan dengan layanan penyeberangan, terutama pada saat peak season.
Dudy berharap, evaluasi dan pembenahan yang dilakukan akan berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan penyeberangan, khususnya selama musim Angkutan Lebaran di masa-masa mendatang.
Meskipun demikian, ia mencatat bahwa pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 secara keseluruhan telah berjalan cukup baik, dengan angka pergerakan masyarakat yang terbilang tinggi.
Data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa total perjalanan yang dilakukan selama Angkutan Lebaran 2026 mencapai 147,55 juta orang. Dudy mengakui bahwa angka ini meningkat sebesar 2,53 persen dibandingkan dengan survei sebelumnya yang mencatat 143,92 juta orang.
Dari segi transportasi umum, jumlah penumpang yang tercatat mencapai 23,54 juta orang, atau mengalami kenaikan 10,87 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya mencatat 21,23 juta penumpang.
Sebagai tambahan informasi, Kementerian Perhubungan juga mencatat kenaikan signifikan pada semua moda transportasi selama periode Angkutan Lebaran 2026. Angkutan jalan saja melayani sekitar 3,89 juta penumpang, naik 11,64 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
➡️ Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Global Mengalami Penurunan Signifikan di Tahun Ini
➡️ Baca Juga: Otak di Balik Serangan Mematikan ke Iran yang Menewaskan Ayatollah Ali Khamenei




