MPMX Raih Laba Rp462 Miliar di 2025, Cari Tahu Sumber Pendapatannya

Jakarta – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) telah merilis laporan keuangan untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit, mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun dan laba bersih mencapai Rp462 miliar. Hasil ini menunjukkan adanya penurunan laba sebesar 19 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang dipicu oleh melemahnya kondisi konsumsi domestik serta dinamika makroekonomi yang berlangsung sepanjang tahun.
Perusahaan mencatat bahwa pendapatan dan laba bersih mengalami penurunan masing-masing sebesar 1 persen dan 19 persen secara tahunan (YoY). Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh normalisasi yang terjadi di berbagai segmen bisnis setelah sebelumnya mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Dari segi kinerja operasional, laba bruto tercatat sebesar Rp1,36 triliun, mengalami peningkatan 1,7 persen, dengan marjin laba bruto yang meningkat menjadi 8,4 persen. Namun, meningkatnya beban usaha serta penurunan laba dari entitas asosiasi turut memberikan dampak negatif terhadap laba usaha, yang tercatat sebesar Rp674 miliar, atau turun 2,3 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi lain, kinerja segmen bisnis memperlihatkan variasi yang mencolok. Segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua melalui MPMulia mencatatkan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun, menurun 2 persen YoY, dengan total penjualan distribusi mencapai 699 ribu unit. Sementara itu, bisnis ritel MPMotor berhasil menjual sebanyak 187 ribu unit, dan segmen aftermarket mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Segmen asuransi, MPMInsurance, berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp927,8 miliar, naik 1,6 persen YoY, dengan laba bersih melonjak hingga 69,7 persen, didorong oleh pertumbuhan hasil investasi yang mencapai 45 persen. Di sisi lain, segmen rental, MPMRent, menunjukkan stabilitas dengan tingkat utilisasi armada mencapai 92 persen dari sekitar 15.000 unit yang tersedia.
Sementara itu, AUKSI melaporkan penjualan mobil bekas sebanyak 4.000 unit, meningkat sebesar 6 persen YoY. Namun, Jaccs MPM Finance Indonesia masih mencatatkan kerugian sebesar Rp437 miliar, meskipun mengalami perbaikan sebesar 53 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, mengungkapkan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan. “Secara keseluruhan, tahun 2025 adalah tahun yang dinamis dan penuh tantangan operasional, dengan kinerja keuangan yang berada di bawah capaian tahun 2024,” ujarnya dalam siaran pers yang dirilis pada Rabu, 1 April 2026.
“Kami mencermati dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, seperti tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang masih relatif tinggi, serta moderasi dalam pertumbuhan konsumsi domestik,” tambahnya.
Kondisi ini, seperti yang disampaikan, tercermin dari melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor yang berkaitan dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan sektor pembiayaan konsumen.
➡️ Baca Juga: Analisis Lini Redmi 2026: Apakah Masih Raja di Segmen Budget dan Mid-Range?
➡️ Baca Juga: 3 Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia dan Peluang Timnas Iran Menyusul




