Berita

Otak di Balik Serangan Mematikan ke Iran yang Menewaskan Ayatollah Ali Khamenei

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan memiliki peran krusial dalam mendorong Presiden AS, Donald Trump, untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Menurut laporan yang diterbitkan oleh New York Times, Netanyahu secara aktif melobi Trump selama berbulan-bulan, berusaha memastikan bahwa upaya diplomatik tidak menghalangi rencana untuk melakukan serangan militer.

Laporan yang dirilis pada hari Senin itu didasarkan pada kesaksian dari sejumlah individu yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai percakapan tersebut, termasuk pejabat pemerintah dari Amerika Serikat dan Israel, diplomat, anggota legislatif, serta tokoh-tokoh intelijen. Sumber-sumber ini menyatakan bahwa keputusan AS untuk menyerang Iran dapat dianggap sebagai kemenangan signifikan bagi Netanyahu.

Saat Netanyahu memasuki Oval Office pada 11 Februari, tujuannya sangat jelas: memastikan bahwa Trump tetap berkomitmen pada rencana aksi militer meskipun AS baru memulai negosiasi nuklir dengan Iran melalui mediasi Oman. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam itu, kedua pemimpin membahas kemungkinan tanggal untuk serangan serta rendahnya kemungkinan penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Netanyahu pertama kali mengusulkan serangan terhadap fasilitas rudal Iran saat berkunjung ke kediaman Trump di Mar-a-Lago pada bulan Desember sebelumnya. Dua bulan setelahnya, dia berhasil memperoleh hasil yang jauh lebih signifikan: dukungan penuh AS dalam kampanye untuk menyerang pemimpin Iran.

Koordinasi antara Israel dan AS menunjukkan tingkat keterikatan yang tinggi. Ketika Netanyahu pada bulan Januari menyatakan bahwa Israel memerlukan waktu untuk memperkuat sistem pertahanan rudal dan udara mereka, dia menghubungi Trump untuk meminta penundaan serangan, dan Trump langsung menyetujui permohonan itu. Dalam beberapa pekan setelahnya, sejumlah pejabat militer dan intelijen senior Israel berkunjung ke Washington, dan kepala militer Israel melakukan komunikasi rutin dengan komandan US Central Command.

Walaupun telah ada tiga putaran pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang difasilitasi oleh Oman di Muscat dan Jenewa, termasuk yang berakhir dua hari sebelum serangan, New York Times melaporkan bahwa tidak ada peluang nyata untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh Trump, Netanyahu, dan pemimpin Iran secara bersamaan. Setelah pembicaraan tersebut, utusan seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner menginformasikan kepada Trump bahwa kesepakatan tidak mungkin dicapai.

Keinginan Trump untuk mengambil tindakan militer juga diperkuat oleh keyakinan yang muncul setelah keberhasilan penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS pada bulan Januari. Menurut Trump, kejadian itu menjadi contoh konkret bagaimana tindakan serupa dapat dilakukan terhadap Iran.

➡️ Baca Juga: Leaker Mengungkap 5G Satelit Akan Hadir di iPhone Terbaru

➡️ Baca Juga: <p>“Apple Menyesuaikan Harga dan Pembayaran App Store sebagai Respon terhadap Peraturan Pajak Baru di Negara Tertentu”</p>

Related Articles

Back to top button
slot qris slot qris