bisnis

Pertamina Tingkatkan Kolaborasi untuk Pengembangan Bioetanol Domestik demi Target E20

Jakarta – Pertamina (Persero) turut berperan aktif dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan dan kemandirian energi nasional melalui pengembangan bioetanol domestik yang berbasis pada sumber daya lokal.

Komitmen ini terwujud melalui penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) strategis oleh Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) bersama dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui PT Medco Intidinamika. Acara ini berlangsung pada hari Senin, 27 April 2026 di Jakarta.

Nota kesepahaman tersebut mencakup revitalisasi pabrik bioetanol yang berlokasi di Lampung dengan pendekatan multi-feedstock, pembangunan pabrik bioetanol baru di Bone, Sulawesi Selatan, serta pengembangan pabrik bioetanol berbasis molase bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), yang merupakan anak perusahaan dari PTPN III.

Inisiatif ini merupakan bagian dari percepatan implementasi mandatori bioetanol menuju pencapaian E20 pada tahun 2028, yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Proses penandatanganan tersebut dilakukan oleh CEO PNRE John Anis, Direktur Bisnis PTPN III Ryanto Wisnuardhy, dan Direktur PT Medco Intidinamika Aradea Z. Arifin, dengan pengawasan dari perwakilan kementerian dan instansi terkait lainnya.

“Implementasi bioetanol ini tidak dapat ditunda lebih lama lagi. Target E20 yang harus dicapai pada tahun 2028 memerlukan langkah besar, baik dalam hal pasokan maupun infrastruktur. Oleh karena itu, kolaborasi seperti yang berlangsung hari ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan produksi, kepastian offtaker, serta ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah juga terus berupaya menyederhanakan regulasi agar para pelaku usaha dapat bergerak lebih cepat,” ujar Eniya Listiya Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM dalam sambutannya.

Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan dari berbagai sektor, di mana PTPN III bertanggung jawab dalam penyediaan dan pengelolaan bahan baku (feedstock) yang berasal dari komoditas perkebunan, Medco memperkuat pengembangan industri dan infrastruktur, sementara Pertamina melalui PNRE berfokus pada hilirisasi dan pemanfaatan bioetanol sebagai energi bersih. Sinergi ini dirancang untuk membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia.

Kesepakatan pertama dalam kolaborasi ini melibatkan kerja sama antara PNRE, PTPN III, dan Medco untuk revitalisasi pabrik bioetanol di Lampung, yang akan beroperasi dengan kapasitas dan rantai pasokan berbasis multi-feedstock, termasuk bahan baku seperti ubi kayu dan komoditas lainnya. Sementara itu, kerja sama kedua berfokus pada pembangunan pabrik bioetanol baru di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang didukung oleh pengembangan lahan serta rantai pasokan bahan baku yang berbasis pada ubi kayu, jagung, dan tebu.

➡️ Baca Juga: 7 Rekomendasi Anime Berunsur Islami dengan Karakter dan Latar Budaya Timur Tengah

➡️ Baca Juga: Strategi Membuat Produk yang Memicu Kecanduan Positif dengan Model Hook

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k