Berita

Pesan Sekjen DPD kepada Jajaran: Tingkatkan Kinerja, Soliditas, dan Efisiensi secara Bersama-sama

Jakarta – Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Mohammad Iqbal, memimpin apel pagi yang pertama setelah libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.

Di hadapan 1.464 pegawai, Iqbal menekankan betapa pentingnya kesiapan mental dan fisik untuk menghadapi tantangan yang dihadapi dalam proses legislasi yang padat selama sisa masa sidang tahun ini.

Momentum apel pagi ini berlangsung pada 10 Syawal 1447 H, yang juga menandai dimulainya kembali aktivitas perkantoran setelah 16 hari libur nasional dan cuti bersama. Iqbal mengibaratkan apel tersebut sebagai sarana untuk menyelaraskan visi dan memeriksa kesiapan organisasi sebelum melaksanakan misi negara yang lebih besar.

“Apel pagi ini bukan sekadar seremonial. Ini merupakan upaya untuk mengecek kesiapan seluruh 1.464 sumber daya manusia di bawah tanggung jawab saya. Kita perlu memastikan bahwa organisasi ini siap untuk melaksanakan tugas sebelum memasuki masa reses yang akan datang,” kata Iqbal saat memimpin apel di Lapangan Parkir DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Senin, 30 Maret 2026.

Dalam arahannya, Sekjen DPD RI menyampaikan tiga instruksi utama kepada seluruh jajaran. Pertama, akselerasi kinerja di Masa Persidangan IV, mengingat waktu yang terbatas sebelum memasuki masa reses.

Ia menekankan bahwa tidak seharusnya ada penundaan dalam pelaksanaan tugas inti DPD RI, baik dalam fungsi legislasi, pengawasan, maupun pertimbangan.

“Tidak ada ruang untuk lambat atau salah. Setiap tugas harus dilaksanakan tepat waktu, sesuai regulasi, dan mencapai target, sambil tetap mengedepankan efisiensi dan transparansi anggaran,” tegasnya.

Kedua, ia menyoroti pentingnya penguatan soliditas dan menghilangkan ego sektoral di seluruh unit kerja, baik di pusat maupun daerah, untuk bekerja dalam satu kesatuan. Ia juga menekankan bahwa pelemahan dalam satu unit dapat berdampak negatif pada keseluruhan sistem.

“Soliditas antarunit merupakan kunci kekuatan institusi dalam menghadapi dinamika politik yang ada,” ujar Iqbal.

Terakhir, ia mengingatkan perlunya adaptasi terhadap dinamika geopolitik dan kemajuan teknologi global. Selain itu, ia juga mengingatkan kemungkinan adanya penyesuaian kebijakan, seperti efisiensi anggaran dan skema Work From Home (WFH).

“Penting bagi kita untuk memperkuat sistem IT dan keamanan database hasil kerja DPD RI sebagai langkah antisipasi untuk masa depan,” harapnya.

➡️ Baca Juga: Jadwal dan Besaran THR ASN 2026 Jelang Lebaran: Cair Lebih Awal!

➡️ Baca Juga: 7 Teknologi Mobil Terbaru yang Bikin Berkendara Lebih Aman

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k