Prabowo: Bank Emas Kelola 153 Ton Emas dengan Nilai Rp 360 Triliun

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah, melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian, saat ini telah berhasil mengelola sebanyak 153 ton emas dalam ekosistem yang dikenal sebagai Bank Emas.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi untuk memastikan bahwa kekayaan emas yang dimiliki Indonesia tidak hanya dieksplorasi di dalam negeri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato resmi pada sidang tahunan MPR RI serta sidang bersama DPR RI-DPD RI yang berlangsung di Gedung Nusantara, Jakarta, pada hari Jumat, 14 Agustus 2026.
“Dengan beroperasinya Bank Emas yang baru setahun ini, Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia telah mengelola 153 ton emas dengan nilai yang diperkirakan sekitar Rp 360 triliun atau setara dengan USD 20 miliar,” jelas Prabowo.
Menurut Prabowo, penguatan ekosistem Bank Emas diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, termasuk dalam hal penguatan tabungan, pembiayaan, serta peningkatan perekonomian nasional.
“Kami berkeinginan agar emas yang berasal dari Indonesia tidak hanya ditambang di tanah air, tetapi juga disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di luar negeri. Kekayaan Indonesia harus bisa memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian negara kita,” tambahnya.
Kehadiran Bank Emas diharapkan dapat memperkuat ekosistem emas di tanah air dan mendorong kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi dalam komoditas emas.
Berdasarkan laporan dari World Gold Council, permintaan untuk investasi dalam bentuk emas batangan dan koin di Indonesia mengalami lonjakan sebesar 40% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 15 ton pada kuartal kedua tahun 2026.
Di sisi lain, emas juga termasuk dalam daftar 13 proyek strategis hilirisasi yang dimulai pada 29 April 2026. Sebelumnya, pemerintah telah memulai enam proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026.
Proyek hilirisasi terkait emas ini akan dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang terletak di Gresik, Jawa Timur. Pelaksanaan proyek ini akan diawasi oleh Badan Pengelola Investasi Danantara.
Prabowo juga berharap bahwa penguatan ekosistem emas di Indonesia, termasuk melalui proyek hilirisasi dan keberadaan Bank Emas, dapat meningkatkan devisa negara serta menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.
“Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DMA untuk menggantikan LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta smelter alumina menjadi aluminium, semuanya dapat menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang juga telah kita mulai,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Speedrun Challenge: Rekor Waktu Tercepat untuk Menyelesaikan Game Baru Ini
➡️ Baca Juga: Review Access Controller PS5: Bagaimana Pengalaman Gaming bagi Pemain Disabilitas?




