Site icon QNews

Profil Ria Norsan: Gubernur Kalbar yang Jadi Sorotan Usai Bentak Mahasiswa Terkait Karhutla

Profil Ria Norsan: Gubernur Kalbar yang Jadi Sorotan Usai Bentak Mahasiswa Terkait Karhutla

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam perdebatan yang cukup sengit dengan sekelompok mahasiswa. Insiden ini terjadi saat ia meninggalkan Bandara Internasional Supadio di Kabupaten Kubu Raya pada hari Kamis, 3 September 2026.

Pertemuan yang tidak terduga ini melibatkan sekitar 15 mahasiswa dari Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah (FOMDA) Kalbar, yang berinisiatif menyampaikan beberapa tuntutan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi masalah serius di daerah tersebut.

Di antara tuntutan yang diajukan, para mahasiswa mendesak agar Pemerintah Provinsi Kalbar mengusulkan penetapan karhutla sebagai bencana nasional. Mereka juga mempertanyakan kekurangan relawan, armada, dan logistik yang diperlukan dalam upaya penanggulangan kebakaran yang marak terjadi.

Dalam situasi tersebut, Ria Norsan berusaha menjelaskan alasan pembatalan kunjungan kerja Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, ke Kalbar. Ia menyebutkan bahwa kunjungan tersebut terpaksa dibatalkan karena faktor keselamatan yang berkaitan dengan penerbangan.

“Kita masih berupaya sebaik mungkin. Menteri tidak dapat turun pesawat, bukan karena membatalkan, tetapi demi keselamatan,” jelas Ria Norsan.

Namun, penjelasan gubernur tidak mampu meredakan perdebatan yang terjadi. Ketika ia hendak meninggalkan lokasi, mahasiswa mulai melontarkan sindiran mengenai respons pemerintah yang dianggap tidak lebih dari sekadar seremonial.

“Itu kan kamu yang bilang, bukan saya. Kami juga pernah menjadi mahasiswa. Mari kita berdiskusi dengan cara yang intelek,” balas Ria Norsan.

“Kita berbicara secara intelek, dan kita mengacu pada fakta-fakta yang ada,” timpal salah seorang mahasiswa.

Situasi semakin memanas ketika Ria Norsan mempertanyakan peran aktif mahasiswa dalam penanganan karhutla. Ia mengungkapkan bahwa ia belum melihat mahasiswa terlibat langsung dalam upaya pemadaman api selama beberapa hari terakhir.

“Saat ini kita semua menghadapi kebakaran. Saya ingin melihat mahasiswa turun langsung. Selama empat hari ini, saya belum melihat ada yang turun ke lapangan,” ucap Ria Norsan dengan nada sindiran.

Pernyataan tersebut langsung mendapat bantahan dari mahasiswa yang mengaku telah terlibat sebagai relawan dalam penanganan karhutla.

“Sebagian besar relawan adalah mahasiswa,” jawab mereka.

Ketegangan antara gubernur dan mahasiswa semakin meningkat. Masing-masing pihak bersikeras mempertahankan pandangan mereka mengenai penanganan karhutla yang terjadi di Kalbar.

Ketika mahasiswa kembali menyampaikan kritik, suasana semakin tegang. Ria Norsan yang mulai menunjukkan emosi, akhirnya membentak mahasiswa yang berada di sekitarnya, menciptakan momen yang cukup dramatis dalam perdebatan tersebut.

➡️ Baca Juga: Uji Teknologi Canggih BYD Atto 3 Advanced Plus dan Temukan Hasilnya yang Menarik

➡️ Baca Juga: RAM DDR5 32GB dipasang di motherboard DDR4 ternyata bisa ini triknya tapi ada risiko brick

Exit mobile version