bisnis

Purbaya Luncurkan Alat Deteksi Pita Cukai Palsu untuk Menanggulangi Peredaran Rokok Ilegal

Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan peluncuran alat pendeteksi pita cukai palsu yang dirancang untuk memperkuat pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal. Langkah ini diharapkan dapat menanggulangi masalah serius terkait dengan peredaran barang ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

“Teknologi yang kami perkenalkan dikenal dengan sebutan track and trace, hasil kerja sama dengan PERURI. Dengan sistem ini, kami memastikan bahwa pita cukai tidak dapat dipalsukan,” jelas Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Purbaya menjelaskan bahwa teknologi ini dilengkapi dengan pemindai khusus yang mampu mendeteksi keaslian pita cukai. Menariknya, pemindai ini juga dapat dioperasikan melalui perangkat handphone, memungkinkan pengguna untuk melacak asal peredaran rokok yang diduga ilegal dengan mudah.

Rencana ke depan mencakup pemasangan alat ini di beberapa pabrik rokok besar. Teknologi track and trace tersebut akan terhubung langsung dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, sehingga memungkinkan deteksi pita cukai palsu dilakukan secara real-time.

“Kami berencana memasang perangkat di pabrik-pabrik rokok besar. Dengan sistem ini, kami bisa memantau jumlah produksi secara langsung. Data yang terkumpul akan terhubung ke pusat Bea Cukai. Harapan kami, langkah ini dapat mengurangi peredaran rokok ilegal, bahkan mungkin menghilangkannya sama sekali,” ungkap Purbaya.

Perusahaan yang terlibat dalam pengembangan alat ini, selain PERURI, juga melibatkan perusahaan swasta asing. Kerja sama ini bertujuan untuk menghadirkan teknologi yang lebih canggih dalam memerangi peredaran barang ilegal.

Purbaya menjelaskan bahwa skema pengadaan mesin ini melibatkan perusahaan penyedia sistem yang akan melakukan investasi, sementara pemerintah akan membayar dengan persentase tertentu dari hasil yang diperoleh. Ini menjadi model kolaborasi yang diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Besaran pembayaran yang akan dilakukan nantinya akan mempertimbangkan peningkatan penerimaan negara setelah penerapan sistem tersebut. Meskipun demikian, Purbaya belum memberikan rincian mengenai persentase atau mekanisme perhitungan yang akurat.

Pemerintah juga merencanakan evaluasi efektivitas sistem ini dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Purbaya menekankan bahwa jika sistem ini tidak memberikan kontribusi positif terhadap penerimaan negara, penggunaannya dapat dihentikan.

Saat ini, alat pendeteksi sudah diuji coba di wilayah Jawa Tengah, dan rencananya akan diperluas secara bertahap ke daerah lain di Indonesia.

“Alat ini adalah produk custom yang harus dibuat secara khusus, sehingga memerlukan waktu. Saat ini, kami sudah melakukan uji coba di satu lokasi di Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, kami akan memperluas jangkauannya. Target kami dalam enam bulan ke depan adalah untuk mendapatkan 100 mesin, dan dalam sembilan bulan, kami berharap bisa mencapai 240 mesin,” tambah Purbaya.

➡️ Baca Juga: Strategi Manajemen Keuangan untuk Karyawan Agar Dapat Mengelola Uang dengan Efektif

➡️ Baca Juga: Update Lokasi Syuting Lisa BLACKPINK di Karawaci dan Kota Tua: Cek Jadwal dan Rekayasa Lalu Lintas

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k