Site icon QNews

Rest Area KM 57 dan 62 Penyebab Utama Kemacetan Mudik, Menteri PU Tanggapi Akses Sempit

Rest Area KM 57 dan 62 Penyebab Utama Kemacetan Mudik, Menteri PU Tanggapi Akses Sempit

Penumpukan kendaraan di area istirahat telah menjadi fokus utama dalam evaluasi arus mudik Lebaran 2026. Pemerintah menemukan bahwa kemacetan di beberapa titik tidak hanya disebabkan oleh tingginya volume kendaraan, tetapi juga oleh desain akses masuk yang kurang memadai.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, yang mengungkapkan bahwa hasil evaluasi sementara menunjukkan masalah signifikan terjadi di rest area KM 57 dan KM 62, Cikampek. Kedua lokasi ini sering kali mengalami antrean panjang yang bahkan meluber hingga ke badan jalan tol.

“Berdasarkan evaluasi sementara, masalah utama yang kami temukan selama arus mudik adalah di rest area KM 57 dan KM 62. Akses masuk yang terlalu sempit menjadi faktor penyebab, sehingga perlu ada penataan ulang,” ujarnya saat melakukan peninjauan di Tol Kalilangkung, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Menurut Dody, akses yang sempit berkontribusi pada perlambatan arus lalu lintas, terutama ketika jumlah pemudik meningkat secara signifikan. Kondisi ini menyebabkan kemacetan yang seharusnya dapat dihindari dengan perbaikan yang lebih baik.

“Setelah arus balik dan mudik selesai, kami akan membentuk tim khusus untuk merombak desain di dua rest area ini terlebih dahulu,” tambahnya.

Evaluasi yang dilakukan tidak berhenti di situ. Rencana perbaikan akan meluas ke rest area lainnya secara bertahap. “Kami berharap setelah penataan dua rest area ini selesai, pada arus libur Nataru dan Lebaran tahun depan, tidak akan ada lagi penumpukan di rest area KM 57 dan KM 62,” jelasnya.

Dody juga menyoroti masalah pada rest area tipe B yang tidak dilengkapi dengan fasilitas pengisian bahan bakar, yang menjadi salah satu faktor tambahan penyebab kemacetan. Rest area tipe ini dianggap kurang mampu memenuhi kebutuhan pemudik dalam jumlah besar.

“Rest area yang menjadi beban terbesar adalah yang bertipe B, terutama yang tidak memiliki pom bensin. Kami juga perlu melakukan perbaikan agar saat volume kendaraan di jalan tol meningkat, baik saat arus mudik maupun Nataru, tidak terjadi penumpukan pengguna jalan di sisi-sisi jalan tol,” tegasnya.

➡️ Baca Juga: Link Live Streaming Gratis Sinetron Merangkai Kisah Indah Episode 201 Hari Ini – Tonton Sekarang!

➡️ Baca Juga: Kok bisa Android 16 previewnya keluar lebih cepet dari biasanya?

Exit mobile version