Site icon QNews

Serangan Terbaru di Bandara Internasional Riyadh: Puluhan Terluka dan Penerbangan Terganggu

Serangan Terbaru di Bandara Internasional Riyadh: Puluhan Terluka dan Penerbangan Terganggu

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali menjadi sasaran serangan pada Sabtu (10/10/2026) waktu setempat, menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka akibat insiden yang mengejutkan ini.

Menurut laporan dari otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, operasional bandara dihentikan untuk sementara waktu sebagai dampak dari serangan tersebut. Saksi mata yang diwawancarai oleh Reuters melaporkan bahwa lebih dari seratus ambulans terlihat bergegas menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

Serangan ini terjadi hanya sehari setelah otoritas setempat mengonfirmasi bahwa tiga warga negara Arab Saudi, termasuk seorang pilot, tewas dalam dua serangan terpisah yang dilancarkan oleh kelompok Houthi terhadap bandara yang sama pada hari Jumat. Sebelumnya, tiga orang lainnya juga kehilangan nyawa dalam serangan Houthi yang menargetkan dua bandara di Arab Saudi pada tanggal 6 dan 7 Oktober.

Seorang sumber dari rumah sakit setempat menginformasikan kepada AFP bahwa puluhan individu mengalami cedera akibat serangan yang terjadi pada hari Sabtu tersebut.

“Saya melihat gerbang 401 terkena dampak serangan. Saya menyaksikan langsung orang-orang yang terluka di depan mata saya. Semua orang panik dan berlarian,” ungkap seorang saksi mata kepada media.

Saksi tersebut berada di dekat gerbang 401 di terminal domestik ketika serangan terjadi, menyaksikan ketegangan dan kepanikan yang melanda.

Seorang petugas medis mengungkapkan kepada AFP bahwa mereka dipanggil untuk datang ke rumah sakit guna menangani situasi darurat ini.

“Kami telah diberitahu bahwa kami sedang menghadapi keadaan darurat yang serius,” tuturnya kepada AFP.

Dugaan serangan ini terjadi di tengah meningkatnya kembali konfrontasi antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi dengan kelompok Houthi, yang saat ini mengendalikan sebagian besar wilayah barat laut Yaman.

Kelompok Houthi mengklaim bahwa serangan terhadap Arab Saudi merupakan bentuk respons terhadap dukungan Riyadh terhadap pemerintah Yaman dalam konflik yang berkepanjangan tersebut.

Ketegangan semakin meningkat setelah Houthi berhasil merebut beberapa wilayah strategis di pesisir Laut Merah melalui serangan yang cepat dan efektif.

Wilayah-wilayah yang berhasil diambil alih termasuk Pelabuhan Mokha, yang terletak di Selat Bab al-Mandab. Selat ini merupakan jalur penting bagi perdagangan internasional, menjadi bagian tersempit dari Laut Merah. Pasukan yang pro-pemerintah Yaman kemudian menyatakan bahwa mereka telah berhasil mengamankan selat tersebut yang berada di bagian selatan Laut Merah.

➡️ Baca Juga: <p>“Apple Meluncurkan Film Pendek yang Mengharukan ‘Glad I Met You’ yang Difilmkan dengan iPhone 17 Pro”</p>

➡️ Baca Juga: Pupuk Hayati: Jenis, Manfaat, dan Perannya dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Exit mobile version