SSD PS5 vs HDD PS4: Bedanya Loading Time Bisa Sampai Puluhan Detik

Pernah bertanya kenapa pindah area di game terasa sangat lama di konsol lama? Perbedaan utama sering terjadi karena media penyimpanan yang dipakai. Di sini kita bandingkan kedua opsi populer dan fokus pada hal yang paling mengganggu pemain: waktu tunggu sebelum benar-benar bisa main.
Secara singkat, load times adalah durasi yang dibutuhkan game untuk memuat aset, menu, atau save. Untuk beberapa judul AAA, selisihnya bisa puluhan detik saat initial load atau fast travel. Itu sebabnya pengalaman terasa jauh berbeda.
Kenaikan ukuran game dan kompleksitas aset membuat perbedaan ini makin nyata pada generasi sekarang. Bukan sekadar “konsol lama lambat” — optimasi, patch, dan cara game memuat data ikut menentukan hasil akhir.
Catatan penting: untuk merasakan benefit nyata, game PS4 harus diinstal pada drive internal di konsol generasi baru, bukan dijalankan dari drive eksternal. Kami akan menyajikan data uji nyata pada beberapa judul populer dan menjelaskan kapan waktu berkurang signifikan dan kapan perubahannya kecil.

Ringkasan Utama
- Perbandingan fokus pada perbedaan waktu tunggu antara dua jenis media.
- Load times sering lebih singkat pada media berkecepatan tinggi saat initial load dan fast travel.
- Ukuran game dan aset modern memperbesar dampak perbedaan performa.
- Hasil berbeda antar judul; optimasi game berpengaruh besar.
- Untuk manfaat nyata, pasang game generasi sebelumnya pada drive internal konsol baru.
- Baca juga pengalaman hybrid storage dan data pengujian di uji pengalaman storage.
Kenapa load times game modern makin lama di era sekarang
Pertumbuhan skala dunia dalam game membuat waktu tunggu jadi masalah nyata.
Ukuran world makin besar, tekstur/detail naik, efek grafis makin berat
World yang lebih luas menuntut lebih banyak aset untuk dipindahkan ke memori sebelum gameplay bisa berjalan mulus.
Tekstur resolusi tinggi dan geometri kompleks berarti volume data yang harus di-stream meningkat drastis.
Efek visual modern juga menambah beban I/O, sehingga proses load memakan time lebih lama—terutama pada media yang lebih lambat.
Jenis momen yang paling terasa: booting game, load save, fast travel, respawn, pindah area/planet
Beberapa momen memang terasa lebih lama: booting game dari Home Screen dan load save sering memuat status dunia lengkap.
Fast travel, respawn, dan pindah area memaksa engine memuat banyak objek sekaligus. Itu membuat frame terasa terputus dan ritme bermain terganggu.
- Booting game: menu cepat, tapi kadang membutuhkan aset awal.
- Load save: memuat state dunia yang kompleks, bisa lebih lama.
- Fast travel/area change: streaming area baru, beban puncak I/O.
| Jenis Beban | Contoh Momen | Pengaruh ke times |
|---|---|---|
| Menu & UI | Booting game | Ringan, biasanya cepat |
| State Dunia | Load save | Sering paling lama |
| Streaming Area | Fast travel / pindah planet | Lonjakan time dan jeda frame |
Setelah memahami penyebab dan momen yang paling terasa, kita siap melihat bukti angka—seberapa besar perbedaan load times antara perangkat berbeda pada games populer.
Ssd Ps5 Vs Hdd Ps4 Loading: Perbandingan loading time dari game populer (data uji)

Kami menguji beberapa games populer untuk melihat seberapa besar perbedaan waktu muat pada skenario yang sering ditemui players.
Catatan penting pengujian
Semua game PS4 dipasang di internal ssd pada unit ps5 agar mendapatkan benefit. Jika dimainkan dari drive eksternal, angka akan mirip dengan ps4.
Hasil singkat per judul
- Assassin’s Creed Odyssey — perbaikan besar pada load save dan fast travel; contoh: load save ~1:50m → ~47s.
- Destiny 2 — booting turun drastis (~3m → ~52s) dan load ke Tower jelas lebih singkat.
- Final Fantasy VII Remake — bootup dan load save membaik, namun pola di mana load save lebih lama dari boot tetap ada.
- God of War, Resident Evil 2, Bloodborne, Star Wars Jedi: Fallen Order, dan Ghost of Tsushima menunjukkan variasi benefit tergantung desain game.
| Game | Bootup (HDD → SSD) | Load Save (HDD → SSD) | Fast travel / Area |
|---|---|---|---|
| Assassin’s Creed Odyssey | 54s → 40s | 1:50 → 0:47 | 1:12 → 0:20 |
| Destiny 2 | 3:00 → 0:52 | — | 1:35 → 0:48 |
| Final Fantasy VII Remake | 36s → 24s | 37s → 27s | — |
| Ghost of Tsushima | 44s → 43s | 21s → 21s | — |
Data ini membantu players memahami kapan upgrade storage benar-benar terasa dan kapan perbedaan hanya kecil.
Faktor yang menentukan hasil loading: SSD, HDD, patch game, dan cara main

Kecepatan terasa bukan hanya soal hardware—ada desain engine dan pengaturan game yang ikut bermain.
Perbedaan fundamental: internal ssd dibandingkan dengan drive lama
Drive cepat mempercepat akses data acak sehingga banyak aset kecil bisa muncul lebih cepat.
Drive mekanik punya kapasitas murah, tapi kalah saat engine butuh banyak baca tulis acak.
- Random read: aset kecil muncul lebih cepat pada perangkat cepat.
- Sequential read: file besar bisa serupa antar perangkat.
- Harga vs kapasitas: trade-off yang nyata untuk library besar.
Backwards compatibility dan optimasi: mengapa hasil bervariasi
Beberapa judul mendapat boost besar karena patch memanfaatkan pipeline baru. Judul lain tetap hampir sama karena cara streaming atau limit lain di engine.
| Faktor | Contoh | Pengaruh |
|---|---|---|
| Arsitektur engine | Streaming aset | Variatif, bisa besar atau kecil |
| Patching | Optimasi next-gen | Mengurangi beberapa waktu muat |
| Desain level | Pindah area / jarak antar planet | Beban tetap meski hardware cepat |
Pengalaman players: dampak ke flow dan QoL
Singkatnya, kurang waktu menunggu berarti sesi lebih mulus. Fast travel, respawn, dan retry jadi tidak memecah ritme permainan.
Perbaikan tidak selalu menyelesaikan semua technical issues atau frame hiccup, tapi mengurangi jeda yang paling mengganggu.
Untuk pembaca yang ingin tahu lebih lanjut soal hasil nyata dan uji lapangan, lihat pengalaman storage di pengalaman storage.
Kesimpulan
Singkatnya, beberapa judul mendapat boost besar sementara yang lain hampir tak berubah.
Contoh konkret: Destiny 2 dan Assassin’s Creed Odyssey menunjukkan pengurangan waktu muat yang dramatis. Namun Ghost of Tsushima adalah pengecualian yang menegaskan desain level dan optimasi tetap menentukan hasil akhir.
Jedi: Fallen Order membaik untuk boot dan load save, tetapi perpindahan antar planets masih menyisakan beban. Ini menunjukkan hardware membantu sebagian, bukan semua.
Aturan emas: pasang game generasi sebelumnya di drive internal untuk mendapatkan manfaat paling nyata. Untuk referensi teknis dan perbandingan silakan baca perbandingan HDD vs SSD dan cek juga info tentang kapasitas storage PS5.
Saran praktis: sesuaikan keputusan upgrade dengan kebiasaan main—sering fast travel, sering retry, atau sering bolak-balik menu adalah situasi yang paling mendapat manfaat.
➡️ Baca Juga: Ternyata Suara ‘Beep’ PC Zaman Dulu Itu Satu-satunya Cara Debugging, Ribet Banget!
➡️ Baca Juga: Tips Atasi Mata Lelah saat Main PSVR2: Cara Setting dan Kebiasaan yang Benar




