Hiburan

Sinopsis Lengkap Film Sukma: Obsesi Awet Muda dan Keterpurukan Supranatural

Sutradara Baim Wong telah resmi membeberkan detail jalan cerita dari film horor terbarunya yang bertajuk Sukma. Film ini menjawab keingintahuan publik terhadap tema sentralnya, yang berkisar pada teror supernatural yang berasal dari penemuan cermin kuno misterius dan ritual terlarang yang dikenal sebagai “ngalih raga,” atau pertukaran jiwa, dalam upaya mencari keabadian.

Ditetapkan pada tahun 2025, Sukma mengikuti Arini (Luna Maya), seorang ibu yang berjuang membangun kehidupan baru bersama putranya, Iyan, dan pasangan barunya, Pram (Oka Antara). Kepindahan mereka ke sebuah rumah tua di kota kecil membawa kemalangan setelah mereka menemukan cermin antik yang berfungsi sebagai saluran kekuatan gaib jahat yang berusaha menggantikan jiwa manusia.

Teror Cermin Kuno di Ruang Rahasia

Plot dari Sukma dimulai ketika Arini menemukan ruangan tersembunyi di dalam rumah barunya. Di dalamnya, dia menemukan cermin besar berukir rumit dengan daya tarik mistis. Tanpa sepengetahuannya, cermin adalah pintu gerbang bagi sebuah entitas yang memburu jiwa-jiwa muda untuk ditukar dengan jiwa-jiwa yang menua.

Kejadian-kejadian aneh mulai menghantui Arini, mulai dari gangguan penglihatan di permukaan cermin hingga tingkah tidak biasa yang ditunjukkan orang-orang di sekitarnya. Film tersebut menggambarkan bagaimana benda mati bisa menjadi instrumen teror yang secara psikologis membinasakan korbannya. Arini harus berjuang membedakan antara kenyataan dan tipuan yang diciptakan oleh kekuatan di dalam cermin.

The Ngalih Raga Ritual and the Character of Ibu Sri

Jawaban atas pertanyaan “apa itu Sukma tentang” terletak pada praktik ilmu hitam yang dikenal dengan ritual ngalih raga. Ritual ini menjadi titik fokus dengan diperkenalkannya karakter Ibu Sri Sukma Wiranegara, yang diperankan oleh aktris kawakan Christine Hakim. Ibu Sri terobsesi dengan awet muda dan kecantikan melalui cara-cara yang menentang tatanan alam.

Dalam alur cerita, Ibu Sri sedang mencari wadah baru untuk memindahkan jiwanya guna mempertahankan kehidupan abadinya dalam tubuh awet muda. Arini dengan ketulusan dan semangatnya menjadi sasaran utama ritual ini. Pemirsa akan menyaksikan bagaimana proses mistis ini terungkap dan pengorbanan berdarah yang diperlukan agar pertukaran tubuh berhasil.

Tema Obsesi Kecantikan dan Kritik Sosial

Di luar elemen horor yang mengerikan, Sukma menyampaikan pesan moral tentang keserakahan manusia dan ketakutan akan penuaan. Baim Wong menegaskan, kengerian yang paling mengerikan seringkali bermula dari nafsu manusia yang tidak terkendali. Cermin dalam film tersebut bukan sekedar penyangga melainkan simbol kuat arogansi umat manusia yang menolak keniscayaan penuaan.

“Film ini tidak hanya memberikan ketegangan dan jumpscare, tetapi juga mengkritik obsesi terhadap keindahan dan keabadian,” demikian laporan kompas.com, Rabu (10/9/2025). Hal ini tercermin dalam dialog mendalam tentang bagaimana standar kecantikan masyarakat dapat membawa individu menuju kegelapan.

Kolaborasi Narasi dan Estetika Visual yang Kuat

Kekuatan dari Sukma semakin disempurnakan dengan naskah yang ditulis oleh Ratih Kumala, penulis di balik kesuksesan serial tersebut Gadis Kretek. Sentuhan Ratih menambah dimensi drama keluarga yang kokoh, memastikan penonton tidak hanya merasakan rasa takut namun juga empati terhadap nasib para karakter. Penelitian terhadap mistisisme dan mitos lokal di Jawa menjadi landasan kokoh bagi perkembangan cerita.

Secara visual, film ini mengeksplorasi warna-warna suram dan atmosferik untuk membangkitkan rasa tidak nyaman. Pembuatan film dilakukan di lokasi-lokasi bersejarah di Yogyakarta, yang memberikan nuansa autentik pada rumah tua yang menjadi latar belakang film horor utama.

Pemeran Utama Film Sukma

Film ini menampilkan pemeran bintang yang menjamin penampilan berkualitas tinggi:

  • Luna Maya sebagai Arini: Seorang ibu yang berjuang untuk melindungi dirinya dan anaknya dari kekuatan supernatural.
  • Christine Hakim sebagai Ibu Sri Sukma Wiranegara: Seorang wanita tua yang penuh rahasia dan terobsesi dengan keabadian.
  • Fedi Nuril sebagai Hendra: suami terasing Arini yang terhubung dengan masa lalu kelam.
  • Oka Antara sebagai Pram: Rekan yang mendukung Arini namun terjerat teror rumah.
  • Anna Jobling sebagai Sari : Tokoh misterius yang mengetahui rahasia di balik ritual ngalih raga.

Komitmen Luna Maya terhadap Penampilan Otentik

Salah satu aspek yang disorot media adalah dedikasi Luna Maya dalam memerankan Arini. Untuk menyampaikan rasa frustasi dan kelelahan emosional, Luna memilih tampil tanpa riasan di beberapa adegan kunci. Pilihan ini memungkinkan penonton untuk merasakan teror mentah yang tercermin dalam ekspresi wajahnya saat menghadapi kengerian yang semakin meningkat.

“Saya tidak menyangka bisa sampai sejauh ini. Saya ingin menghadirkan gambaran jujur ​​seorang ibu yang ketakutan,” kata Luna Maya seperti dikutip kompas.com dalam artikel terbitan 10 September 2025. Penampilan tersebut dianggap sebagai salah satu penggambaran horor terbaik Luna sepanjang kariernya.

Dengan sinopsis yang memadukan horor tradisional, ritual mistis, dan drama psikologis, Sukma menonjol sebagai salah satu film horor Baim Wong yang paling ambisius. Resmi tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia pada 11 September 2025. Bagi penonton yang mencari jawaban atas misteri seputar cermin kuno dan ritual tukar tubuh, Sukma adalah solusinya.

➡️ Baca Juga: <p>Pembaruan iOS 26: Yang Baru di Pages, Keynote, dan Numbers</p>

➡️ Baca Juga: Krisis Pensiun Karir Pro Player Berjarak 2,3 Tahun dan Lebih Singkat dari Pemain Sepak Bola

Related Articles

Back to top button