Berita Utama

10 Negara Produsen Perak Terbesar: AS Kalah dari China dalam Produksi Perak

Tren harga logam mulia terus berlanjut sepanjang Januari 2026, dengan harga emas dan perak yang sering kali mencapai rekor tertinggi. Hal ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi global, ketegangan geopolitik, serta kebijakan suku bunga yang diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia.

Kondisi ini menyebabkan lonjakan minat terhadap aset sebagai lindung nilai, menarik perhatian dari investor institusional maupun ritel.

Sementara itu, untuk perak, lonjakan harga tidak hanya disebabkan oleh faktor makroekonomi tetapi juga oleh peningkatan permintaan dari sektor industri. Perak menjadi material krusial dalam produksi panel surya, kendaraan listrik, semikonduktor, dan teknologi baterai.

Baca Juga: Harga Perak Lebih Terjangkau, Gen Z Mulai Tinggalkan Emas demi Cuan yang Lebih Agresif

Pasokan global yang ketat dikombinasikan dengan permintaan jangka panjang menjadikan perak semakin strategis dalam peta komoditas dunia.

Di pasar internasional, harga emas sempat menembus US$5.400 per troy ounce, setara dengan sekitar Rp90,6 juta, berdasarkan kurs Rp16.790 per dolar AS. Di sisi lain, harga perak spot mencapai lebih dari US$110 per troy ounce pada pekan terakhir Januari 2026.

Di tengah euforia harga ini, fokus pasar tertuju pada negara-negara utama penghasil perak di dunia.

Berdasarkan data dari U.S. Geological Survey (USGS) yang disusun oleh Visual Capitalist, berikut adalah daftar 10 negara penghasil perak terbesar di dunia berdasarkan estimasi produksi tahun 2024.

Meksiko

Meksiko tetap mempertahankan posisinya sebagai produsen perak terbesar global dengan total produksi mencapai 6.300 ton. Keunggulan negara ini tidak hanya terletak pada volume, tetapi juga efisiensi industri pertambangannya. Meskipun hanya menguasai sekitar 6 persen cadangan perak dunia, Meksiko mampu mengoptimalkan potensi tambangnya berkat infrastruktur yang baik, teknologi yang handal, dan pengalaman panjang di sektor logam mulia.

Cina

China menduduki posisi kedua dengan produksi perak sekitar 3.300 ton. Tingginya angka ini sejalan dengan kebutuhan domestik yang besar, terutama untuk sektor manufaktur, teknologi tinggi, dan energi terbarukan. Sebagian besar perak yang diproduksi di China digunakan untuk keperluan industri dalam negeri, menjadikannya sebagai produsen dan konsumen utama perak global.

Peru

Peru merupakan tulang punggung produksi perak di Amerika Selatan dengan total produksi sekitar 3.100 ton. Industri perak di negara ini erat kaitannya dengan pertambangan logam lainnya seperti tembaga dan seng, menjadikan Peru pemain kunci dalam rantai pasokan global, khususnya di pasar ekspor mineral.

Bolivia

Bolivia mencatatkan produksi perak sekitar 1.300 ton dan secara konsisten berada di jajaran teratas sebagai produsen global. Aktivitas pertambangan perak di negara ini banyak terkonsentrasi di Pegunungan Andes, yang kaya akan endapan mineral. Perak menjadi salah satu komoditas penting yang mendukung perekonomian Bolivia.

Polandia

Polandia adalah produsen perak terbesar di Eropa dengan produksi sekitar 1.300 ton. Sebagian besar perak di negara ini dihasilkan sebagai produk sampingan dari pertambangan tembaga. Model produksi ini memungkinkan Polandia untuk menjaga pasokan perak dengan relatif stabil meskipun harga logam mengalami fluktuasi.

Chili

Walaupun dikenal sebagai raksasa tembaga dunia, Chile juga memiliki peran signifikan dalam produksi perak dengan total 1.200 ton di tahun 2024. Produksi perak di Chile sebagian besar berasal dari kegiatan penambangan logam dasar, yang membuat komoditas ini sangat terkait dengan dinamika industri pertambangan global.

Rusia

Rusia memanfaatkan kekayaan sumber daya mineralnya untuk menjaga posisi sebagai salah satu produsen utama perak dengan total produksi sekitar 1.200 ton pada tahun 2024. Meskipun menghadapi sejumlah tantangan geopolitik, sektor pertambangan Rusia tetap menjadi kontributor penting bagi pasokan perak global.

Amerika Serikat

Amerika Serikat menduduki peringkat kedelapan dengan produksi sekitar 1.100 ton. Perak di Negeri Paman Sam sebagian besar diperoleh sebagai hasil ikutan dari pertambangan logam dasar seperti tembaga dan emas, meskipun distribusinya tersebar di beberapa negara bagian.

Australia

Australia mengandalkan teknologi modern dalam sektor pertambangannya untuk menjaga stabilitas produksi perak, yang diperkirakan mencapai sekitar 1.000 ton pada tahun 2024. Dukungan regulasi yang stabil dan investasi yang berkelanjutan membantu Australia tetap kompetitif di pasar perak global.

Kazakstan

Kazakhstan melengkapi daftar 10 besar penghasil perak dunia dengan produksi sekitar 1.000 ton. Negara yang terletak di Asia Tengah ini kaya akan sumber daya mineral, dengan perak yang banyak dihasilkan sebagai produk sampingan dari pertambangan logam lainnya. Peran Kazakhstan semakin penting dalam menjaga pasokan perak di kawasan Eurasia.

Posisi kuat negara-negara ini menunjukkan bahwa lonjakan harga perak didukung oleh fondasi pasokan global yang luas dan strategis. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan industri ramah lingkungan dan transisi energi, perak diprediksi akan tetap menjadi salah satu komoditas unggulan di pasar global dalam beberapa tahun ke depan, bersaing dengan emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah ketidakpastian yang ada.

➡️ Baca Juga: <p>Pembaruan iOS 26.3: Fitur Utama Baru untuk iPhone Anda</p>

➡️ Baca Juga: Tips Membedakan Redmi, POCO, dan Xiaomi Agar Tidak Salah Pilih

Related Articles

Back to top button