Berita

Kapal Kembali Terjebak di Selat Hormuz Sejak Pagi Kamis, Dampak dan Solusi Terkini

Sejumlah besar kapal dilaporkan terjebak di Selat Hormuz pada pagi hari Kamis, sebagaimana diinformasikan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim. Dalam laporan tersebut, Tasnim mencatat bahwa jumlah kapal yang terhalang di jalur perairan strategis ini sangat signifikan.

Informasi ini muncul hanya beberapa jam setelah stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, menyebutkan bahwa semua kapal yang ingin melintasi selat tersebut diwajibkan untuk berkoordinasi dengan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) dan mengikuti jalur yang telah ditentukan.

Menurut informasi yang dilansir dari Anadolu Agency pada Kamis, 9 April 2026, otoritas pelabuhan dan maritim juga mengumumkan pada Rabu malam bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi perang yang sedang berlangsung di kawasan Teluk Persia, serta potensi keberadaan ranjau laut yang dapat mengancam kapal di jalur utama Selat Hormuz.

Perkembangan ini terjadi hanya satu hari setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata, yang diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju perjanjian akhir untuk mengakhiri konflik yang dimulai oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada 28 Februari.

Di sisi lain, sementara Iran dan Pakistan mengklaim bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup Lebanon, Israel justru menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata tersebut. Pada Rabu, Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran ke berbagai wilayah di Lebanon.

Kembali menutup Selat Hormuz, Jenderal Seyed Majid Mousavi, yang menjabat sebagai komandan kedirgantaraan Garda Revolusi Iran, menegaskan bahwa serangan terhadap Lebanon dipandang sama dengan menyerang Iran. Dia juga memperingatkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan respons yang besar, meskipun rincian lebih lanjut belum dijelaskan.

Sementara itu, laporan dari Press TV yang dimiliki pemerintah Iran menyebutkan bahwa selat tersebut telah sepenuhnya ditutup, memaksa semua kapal tanker yang mencoba melintas untuk berbalik arah setelah serangan Israel ke Lebanon.

Di pihak lain, Kepala Staf Militer Israel, Letjen Eyal Zamir, menyatakan bahwa negaranya akan terus memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyerang kelompok Hizbullah. Militer Israel bahkan mengklaim telah menyerang lebih dari 100 target di Lebanon hanya dalam waktu 10 menit pada Rabu, yang disebut sebagai serangan terbesar sejak 1 Maret.

➡️ Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat untuk Melindungi dari Fitnah Dajjal

➡️ Baca Juga: Polisi Perpanjang Penahanan Richard Lee Selama 40 Hari, Kasus Masih Belum Tuntas

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k