bisnis

Lonjakan Penumpang Angkutan Darat dan Laut Februari 2026, Transportasi Udara Menurun Drastis

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis laporan terbaru melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono. Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa pada Februari 2026, menjelang perayaan Idul Fitri, jumlah penumpang yang menggunakan angkutan kereta api mencapai 43,27 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,94 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah penumpang juga terlihat pada moda angkutan laut domestik, di mana tercatat ada tambahan 2,03 juta penumpang, naik 0,15 persen. Selain itu, jumlah penumpang Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) juga mengalami kenaikan sebesar 1,49 persen, mencapai total 3,51 juta orang.

Di sisi lain, angkutan udara domestik menunjukkan tren yang berlawanan. Penumpang yang menggunakan moda transportasi ini tercatat hanya sebanyak 4,08 juta orang, mengalami penurunan signifikan sebesar 7,23 persen dibandingkan dengan Februari 2025. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi.

Penurunan juga terjadi pada angkutan udara internasional, di mana jumlah penumpang tercatat mencapai 1,51 juta orang, mengalami penurunan sebesar 4,71 persen. Data ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sektor transportasi udara dalam menarik minat penumpang, terutama di masa-masa tertentu.

Selain penumpang, BPS juga melaporkan tentang jumlah barang yang diangkut melalui moda angkutan laut domestik. Pada Februari 2026, tercatat 38,77 juta ton barang yang diangkut, meskipun angka ini mengalami penurunan sebesar 1,78 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, angkutan kereta api mencatatkan jumlah barang yang diangkut sebesar 4,39 juta ton, yang mengalami penurunan cukup signifikan hingga 19,74 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya tantangan dalam sektor logistik yang perlu ditangani untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Di sisi lain, angkutan udara domestik juga tidak luput dari penurunan. Jumlah barang yang diangkut tercatat mencapai 50,0 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 4,62 persen dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa sektor angkutan udara juga menghadapi tantangan dalam hal pengiriman barang.

Dengan tren yang berbeda-beda di antara moda transportasi, dapat dilihat bahwa penumpang angkutan darat dan laut mengalami pertumbuhan yang signifikan, sementara transportasi udara justru menurun. Ini menandakan adanya pergeseran dalam preferensi masyarakat dan perlu adanya evaluasi mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka dalam memilih moda transportasi.

Penting bagi pihak terkait untuk menganalisis lebih lanjut mengenai dinamika ini dan mencari solusi yang tepat agar semua moda transportasi, termasuk angkutan udara, dapat kembali menarik minat masyarakat. Dengan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan keinginan pengguna jasa transportasi, diharapkan bisa diambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan layanan dan kapasitas yang ada.

Dengan perkembangan tersebut, jelas bahwa sektor transportasi di Indonesia terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Penumpang angkutan darat dan laut menunjukkan angka yang positif, namun tantangan bagi transportasi udara juga harus dihadapi secara serius. Ini merupakan kesempatan bagi semua pemangku kepentingan untuk bekerjasama dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih baik dan efisien di masa depan.

➡️ Baca Juga: BNI Rencanakan Pembagian Dividen Rp 13,03 Triliun, Setara 65% Laba Bersih 2025

➡️ Baca Juga: Momen SBY dan Jokowi di Halal Bihalal Istana, Disambut Prabowo Secara Langsung

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k