bisnis

Beras Fortifikasi Tidak Akan Menggeser Beras Premium, Menurut Mendag Budi Pangsa Pasarnya Berbeda

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa meskipun penjualan beras fortifikasi semakin meningkat, hal ini tidak akan memengaruhi pasar beras premium dan medium di ritel modern. Dia meyakini bahwa segmen pasar untuk masing-masing jenis beras tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

“Menurut saya, pasar untuk beras fortifikasi dan beras premium itu berbeda. Oleh karena itu, Bulog juga telah menyediakan beras premium dan medium. Saya percaya bahwa keduanya memiliki segmen pasar yang tersendiri,” ujar Budi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Budi menjelaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk memastikan ketersediaan beras premium dan medium di ritel modern. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan berbagai lapisan masyarakat akan produk beras yang berkualitas.

Saat ini, beras premium yang ada di ritel modern dipasok oleh Perum Bulog dengan merek Befood. Selain itu, beras medium juga tersedia melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digulirkan oleh pemerintah.

Menurutnya, konsumen kini memiliki pilihan yang lebih beragam dalam memilih beras premium. Dengan adanya berbagai merek dan jenis beras, diharapkan masyarakat dapat memperoleh produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

“Untuk beras premium di ritel modern, Bulog telah menyediakan produk tersebut melalui merek Befood. Sementara itu, beras medium akan tersedia melalui program SPHP dari Bulog. Kami akan terus mendorong penyediaan ini di ritel modern,” tambah Budi.

Terkait dengan wacana penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras fortifikasi, Budi menjelaskan bahwa hal ini merupakan kewenangan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Dengan begitu, pengaturan harga akan dilakukan oleh lembaga yang berwenang.

Walaupun demikian, Kementerian Perdagangan tetap aktif dalam memantau peredaran beras fortifikasi. Tujuan dari pemantauan ini adalah untuk memastikan bahwa produk yang dijual di pasaran sesuai dengan informasi yang tertera pada kemasan.

“Kami terus melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa beras fortifikasi yang beredar di masyarakat memenuhi standar yang ditetapkan. Kami tidak ingin ada produk yang tidak sesuai dengan kandungan yang dicantumkan pada kemasan,” tegasnya.

➡️ Baca Juga: Rajiv Desak Satgas Pangan Tindak Tegas Pelaku Manipulasi Harga Jelang Puasa dan Lebaran

➡️ Baca Juga: SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Simak Rincian Terbarunya di Sini

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k