Telkom Indonesia Rencanakan Pengurangan Anak Usaha dari 60 Menjadi 14 Entitas

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan rencana signifikan untuk menyederhanakan struktur dan mengurangi jumlah anak usaha dari sekitar 60 entitas menjadi hanya 14. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan fokus bisnis.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, menjelaskan bahwa keputusan ini akan dilaksanakan melalui berbagai langkah korporasi yang merupakan bagian dari program transformasi yang lebih luas.
“Dari total sekitar 60 entitas yang ada saat ini, kami berencana untuk memangkas jumlah tersebut hingga menjadi sekitar 14. Ini berarti ada sekitar 50 entitas yang akan menjalani aksi korporasi,” ungkap Lolo, sapaan akrabnya, dalam sebuah konferensi video pada acara pembaruan media di Jakarta, yang dikonfirmasi pada Kamis, 12 Maret 2026.
Dia juga menjelaskan bahwa dari 50 entitas yang akan ditinjau, Telkom telah mengidentifikasi sejumlah opsi untuk melakukan restrukturisasi. Pertama, beberapa entitas akan dijual atau dilakukan divestasi. Kedua, perusahaan yang sudah tidak aktif atau tidak memiliki kegiatan operasional akan ditutup.
“Ini karena beberapa entitas sudah berfungsi lama atau tidak lagi relevan, sehingga kami akan menutupnya,” tambahnya.
Selain itu, beberapa anak usaha akan digabungkan dalam rangka memperkuat fokus bisnis perusahaan. Telkom juga sedang mengevaluasi kepemilikan minoritas di beberapa perusahaan yang dianggap tidak memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan perusahaan.
“Investasi minoritas di beberapa perusahaan tersebut mungkin tidak memberikan nilai tambah yang berarti bagi kita,” jelasnya.
Langkah pengurangan anak usaha ini merupakan bagian dari agenda transformasi yang bertujuan untuk memperkuat fokus pada inti bisnis dan meningkatkan manajemen aset. Saat ini, Telkom juga sedang melakukan penataan portofolio bisnis agar dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan.
Secara keseluruhan, Telkom menerapkan empat pilar transformasi menjelang target jangka menengahnya pada tahun 2030. Salah satu pilar utama dari transformasi ini adalah proses penyederhanaan, atau streamlining, yang bertujuan untuk merampingkan struktur Telkom Group.
Proses perampingan ini dilakukan dengan cara menggabungkan unit bisnis yang memiliki kesamaan, melepas bisnis yang tidak berhubungan langsung dengan inti usaha Telkom, dan kembali fokus pada bisnis utama perusahaan. Dengan langkah ini, diharapkan struktur grup dapat lebih efisien, dengan pengurangan anak perusahaan yang tidak perlu, serta fokus pada pengembangan usaha inti.
➡️ Baca Juga: Borneo FC Lepas Mariano Peralta: Transfer Rp10 Miliar Pecahkan Rekor Termahal
➡️ Baca Juga: Rilis Visual Studio 2022, Microsoft Bawa Teknologi AI IntelliCode untuk Bantu Pemrograman.




