Berita

Trump Tegaskan Israel Tidak Pernah Mempengaruhi Keputusan Perangnya terhadap Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tanggal 20 April 2026, menegaskan bahwa Israel tidak pernah mempengaruhi keputusannya untuk terlibat dalam konflik militer dengan Iran.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap spekulasi yang berkembang di media mengenai pengaruh sekutu utama Washington terhadap keputusan militer yang berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut di Timur Tengah.

“Israel tidak pernah membujuk saya untuk berperang dengan Iran,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, mengklarifikasi posisinya terkait isu yang sensitif ini.

Ia menekankan bahwa keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran berakar dari peristiwa yang terjadi pada 7 Oktober, yang merujuk pada serangan Hamas terhadap Israel. Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa “Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berasal dari tekanan eksternal tetapi dari penilaian pribadi.

“Sama seperti hasil yang telah kita lihat di Venezuela, yang tidak banyak dibicarakan oleh media, hasil di Iran juga akan luar biasa. Jika para pemimpin baru Iran (Perubahan Rezim!) cerdas, mereka bisa meraih masa depan yang cerah dan makmur!” tambahnya, memberikan pandangannya tentang potensi perubahan di Iran.

Pernyataan tegas ini hadir di tengah kritik publik yang menyoroti kedekatan hubungan antara Washington dan Tel Aviv, serta spekulasi bahwa pemerintah Benjamin Netanyahu memiliki pengaruh signifikan dalam strategi militer Amerika.

Trump berupaya membantah narasi tersebut dengan menegaskan bahwa keputusan untuk menyerang Iran sepenuhnya berasal dari evaluasi strategis dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat.

Senator AS Bernie Sanders sebelumnya telah menilai bahwa keterlibatan AS dalam konflik melawan Iran disebabkan oleh tekanan dari Israel dan lobi Yahudi-Amerika. Pernyataan ini muncul setelah pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi pemerintah AS yang protes terhadap serangan yang dilakukan oleh Washington dan Israel terhadap Iran.

Salah satu pejabat tersebut adalah Joe Kent, yang menjabat sebagai kepala Pusat Nasional Kontra Terorisme Amerika. Ia menyatakan bahwa Iran tidak merupakan ancaman yang mendesak bagi Amerika Serikat, dan memilih untuk mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap perang yang sedang berlangsung.

Menurut laporan yang dirilis oleh Pars Today dan dikutip oleh IRNA, Bernie Sanders menanggapi pengunduran diri Kent dengan pernyataan, “Saya dan Kent mungkin tidak sependapat dalam banyak hal, tetapi dia benar dalam hal ini: Iran tidak menimbulkan ancaman mendesak bagi rakyat kita, dan jelas bahwa kita memulai konflik ini karena tekanan dari Israel dan lobi kuat mereka di AS.”

➡️ Baca Juga: <p>“Bagaimana Peringatan Detak Jantung Tinggi pada Apple Watch Menyelamatkan Nyawa Jurnalis”</p>

➡️ Baca Juga: Android 17 Beta 1 Resmi Dirilis: Fitur Baru yang Harus Anda Coba

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k