Video Viral Mojtaba Khamenei di Pusat Operasi Militer Iran: Fakta Menarik yang Perlu Diketahui

Pengguna media sosial baru-baru ini dikejutkan oleh sebuah video yang memperlihatkan sosok yang diduga sebagai Mojtaba Khamenei, seorang petinggi Iran. Dalam unggahan yang berasal dari akun @GBX_press di platform X, terlihat pria tersebut memasuki sebuah ruang operasi militer di Iran.
Di dalam ruang operasi militer tersebut, terdapat layar besar yang menampilkan gambar situs reaktor nuklir Dimona yang terletak di Israel, lengkap dengan koordinatnya.
Iran pun merilis video tersebut, yang diklaim sebagai tayangan pertama yang menunjukkan Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, saat menuju ke ruang operasi militer. Video itu memperlihatkan gambar besar yang memuat informasi mengenai situs reaktor nuklir Dimona beserta koordinatnya, seperti yang disebutkan dalam unggahan akun X tersebut.
Sejak diunggah pada Senin, 6 April dini hari, video ini langsung menarik perhatian publik. Dengan lebih dari 2,6 juta tampilan, banyak yang mempertanyakan keaslian sosok dalam video tersebut. Mengingat saat ini keberadaan Mojtaba Khamenei masih menjadi misteri setelah diangkat sebagai pemimpin tertinggi menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu.
Sebuah analisis fakta dilakukan untuk mengonfirmasi informasi ini.
Mengutip Hindustan Times, pada Senin 6 April 2026, analisis yang dilakukan oleh Grok menunjukkan bahwa video tersebut tampaknya merupakan produk manipulasi menggunakan teknologi AI, dan tidak ada sumber yang dapat dipercaya yang mengonfirmasi keasliannya.
Hasil dari analisis Grok mengindikasikan sejumlah tanda bahwa video tersebut mungkin telah diedit atau dibuat secara artifisial.
Pemeriksaan per frame menunjukkan bahwa beberapa cuplikan dalam video tersebut mirip dengan rekaman lama Ali Khamenei sebelum berita kematiannya, yang kemudian diedit dan ditambahkan elemen digital untuk menciptakan kesan seolah-olah dia berada di lokasi yang baru.
Selain itu, video ini juga memperlihatkan beberapa kejanggalan visual, seperti wajah yang tampak buram, pencahayaan yang tidak alami, serta transisi yang terlihat terputus-putus. Ciri-ciri ini sering kali ditemukan pada konten yang dihasilkan atau diedit menggunakan teknologi AI.
Beberapa organisasi pemeriksa fakta, termasuk DW dan MEMRI, juga telah mencatat kemunculan video serupa yang menggunakan teknik AI untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan.
Lebih jauh lagi, tidak ada konfirmasi dari media resmi Iran seperti Islamic Republic News Agency (IRNA), Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), maupun Tasnim News Agency. Hal ini juga ditekankan oleh Grok, menambah keraguan terhadap keaslian video tersebut.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif untuk UMKM Membangun Brand yang Dikenal dan Dipercaya Konsumen
➡️ Baca Juga: Xbox Controller Drift Lagi? Ini Teknologi Baru Hall Effect yang Akhirnya Bebas Masalah




