Wayan Sudirta: Guruh Soekarnoputra yang Menghadirkan Pancasila Melalui Seni Kreatif

I Wayan Sudirta, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, mengenang sosok Guruh Soekarnoputra sebagai seorang maestro yang berperan vital dalam melestarikan budaya serta memperkuat identitas bangsa Indonesia melalui seni.
Menurut Wayan, kontribusi Guruh tidak hanya terlihat dalam karya musik dan tari, tetapi juga dalam upaya menghadirkan keragaman budaya Nusantara sebagai bagian dari ekspresi nasional yang kaya.
“Indonesia tidak hanya kehilangan seorang putra proklamator, tetapi juga seorang maestro, penjaga budaya, dan denyut nadi seni Nusantara,” ungkap Wayan dalam pernyataannya pada Minggu, 27 September 2026.
Wayan menganggap bahwa Guruh memiliki pendekatan unik dalam mendalami dan membumikan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai kebangsaan tersebut dituangkan dalam karya seni yang menggabungkan berbagai elemen budaya daerah dalam satu pertunjukan yang harmonis.
“Bagi Mas Guruh, Pancasila bukan sekadar ajaran yang harus dihafal, melainkan sebuah harmoni yang perlu dirasakan,” tambah anggota Komisi III DPR RI ini.
Wayan mencatat bahwa kombinasi seni dari berbagai daerah, seperti Minang, Papua, Jawa, Bali, dan banyak budaya Nusantara lainnya dalam karya Guruh, mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang diusung oleh bangsa.
Dia juga menilai bahwa Guruh memainkan peran penting dalam memperkenalkan seni tradisional dengan kemasan pertunjukan yang modern, sehingga tetap relevan dan menarik bagi generasi muda saat ini.
“Mas Guruh hadir dan mempersembahkan seni tradisi dengan kemasan yang megah, membuat anak muda Indonesia kembali bangga untuk mengenakan kain tenun, mendengarkan gamelan, dan mengungkapkan identitas keindonesiaan mereka,” jelasnya.
Wayan menekankan bahwa perjalanan Guruh sejalan dengan gagasan Trisakti Bung Karno, khususnya mengenai pentingnya memiliki kepribadian dalam budaya. Menurutnya, usaha mempertahankan identitas bangsa tidak hanya dapat dilakukan melalui jalur politik tetapi juga melalui seni dan kebudayaan.
“Dengan seni, Mas Guruh menanamkan rasa cinta tanah air yang langsung menyentuh kalbu, melampaui batasan ideologi dan agama. Ini adalah cara paling indah dalam mengamalkan Pancasila,” tegas Wayan.
Dia menambahkan bahwa warisan yang ditinggalkan oleh Guruh akan terus hidup melalui karya seni dan generasi yang akan melanjutkan pengembangan kebudayaan Indonesia ke depan.
“Setiap kali bunyi gamelan mengalun, setiap kali anak muda Indonesia menciptakan karya seni yang menggabungkan unsur tradisi, di situlah jiwa Guruh Soekarnoputra akan selalu hidup,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Center Stage di iPad Pro M4: 3 Fitur AI di Balik Layar yang Jarang Dibahas
➡️ Baca Juga: <p>“Ikhtisar Pendapatan Apple dan Akuisisi $2 Miliar di 9to5Mac Setiap Hari pada 30 Januari 2026”</p>




