Berita

400 Kapal dan 6.000 Pelaut Terjebak di Teluk Akibat Perang Timur Tengah

Jakarta – Organisasi Maritim Internasional (IMO) menginformasikan bahwa sekitar 400 kapal dan 6.000 pelaut masih terjebak di wilayah Teluk, enam bulan setelah dimulainya konflik di Timur Tengah.

Kepala IMO, Arsenio Dominguez, menyatakan, “Walaupun beberapa kapal beserta awaknya telah berhasil keluar dari Teluk, sebanyak 400 kapal yang mengangkut sekitar 6.000 pelaut masih tidak dapat berlayar dengan aman sejak konflik ini dimulai.” Pernyataan ini disampaikan pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Dominguez menggambarkan situasi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis bagi satu per lima perdagangan minyak dunia, sebagai keadaan yang masih “belum terselesaikan.”

Badan PBB tersebut juga mencatat bahwa setidaknya terdapat 70 serangan terhadap aktivitas pelayaran internasional sejak peperangan dimulai pada 28 Februari 2026, yang mengakibatkan 19 pelaut kehilangan nyawa.

Dominguez menegaskan bahwa gangguan terhadap rantai pasokan yang krusial bagi bahan bakar dan pupuk berdampak “sangat serius” bagi masyarakat dan perekonomian global.

Dia menyoroti keprihatinan mendalam mengenai situasi yang dihadapi ribuan pekerja “tak bersalah” yang terpaksa hidup dalam keadaan “risiko tinggi dan ketidakpastian.”

Dominguez juga mendesak agar ada “kemauan politik baru” dari negara-negara anggota dan sektor pelayaran untuk mengembalikan kebebasan navigasi di jalur perairan tersebut.

Pada bulan Juni yang lalu, Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman damai dan memulai proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan akhir.

Namun, proses pembicaraan tersebut terhenti akibat sengketa terkait jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

➡️ Baca Juga: Surat untuk Masa Mudaku: Film Netflix Sim F Menggali Trauma Masa Kecil

➡️ Baca Juga: Mengelola Riwayat Lokasi di iPhone Agar Tidak Tersimpan Terlalu Lama

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k