Berita

Anggota Parlemen Thailand Terlibat Kasus Judi Online yang Menghebohkan

Seorang anggota parlemen di Thailand kini menghadapi ancaman serius terkait proses hukum yang mungkin menimpanya. Chonnaput Naksua, seorang politikus dari Partai Klatham yang mewakili daerah pemilihan Songkhla, telah direkomendasikan untuk didakwa atas serangkaian tuduhan pidana yang cukup berat.

Menurut laporan dari media setempat, Departemen Investigasi Khusus Thailand (DSI) telah mengajukan rekomendasi kepada jaksa penuntut umum agar Chonnaput didakwa dengan tuduhan yang meliputi pengorganisasian perjudian online ilegal, pencucian uang, serta kejahatan transnasional dan perkumpulan ilegal.

DSI tidak main-main dalam menyusun kasus ini. Mereka telah menyerahkan berkas penyidikan yang mencapai sekitar 12 ribu halaman kepada Kantor Kejaksaan Agung Thailand di Bangkok sebagai bukti pendukung.

Berkas yang diserahkan tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan Chonnaput dalam berbagai situs perjudian online ilegal, serta sejumlah tindak pidana lain yang diduga terjadi di beberapa negara.

Kasus yang menimpa Chonnaput ini berawal dari penyelidikan terhadap jaringan besar penyelenggara judi online yang beroperasi di wilayah selatan Thailand.

Namun, Kejaksaan Agung Thailand telah memerintahkan agar perkara Chonnaput dipisahkan dari penyidikan jaringan judi yang lebih besar. Jaringan ini sendiri diduga memiliki aliran dana mencapai 1 miliar baht, yang setara dengan sekitar Rp452 miliar.

Dalam proses penyelidikan terhadap jaringan tersebut, aparat DSI melakukan penggeledahan di sepuluh lokasi yang tersebar di Bangkok, Nonthaburi, Pathum Thani, dan Songkhla.

Penggeledahan ini membuahkan hasil, di mana aparat berhasil menyita aset dengan nilai sekitar 10 juta baht. Barang-barang yang diamankan termasuk satu unit mobil Toyota Alphard, beberapa tas mewah, dan sejumlah properti.

Selain itu, DSI juga telah menangkap dua perempuan yang merupakan bagian dari 26 orang yang dijadikan tersangka dalam kasus jaringan perjudian online di wilayah selatan Thailand.

Di tengah proses hukum yang semakin mendekat, Chonnaput dengan tegas membantah semua tuduhan terkait kejahatan transnasional yang diarahkan kepadanya.

Chonnaput menyampaikan bantahan ini kepada para wartawan saat dirinya berada di Kantor Kejaksaan Agung Thailand pada hari Senin. Ia juga menegaskan kesiapannya untuk menghadapi semua tuduhan yang ditimpakan kepadanya.

Politikus yang berusia 36 tahun ini menyadari bahwa statusnya sebagai anggota parlemen tidak memberikan perlindungan terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.

Menurut Chonnaput, hak imunitas hanya berlaku bagi anggota parlemen yang masih aktif saat menjalani pemeriksaan.

Apabila terbukti terlibat dalam organisasi kejahatan transnasional, pelaku dapat dijatuhi hukuman penjara dengan maksimum 15 tahun.

➡️ Baca Juga: Mikel Arteta: Final Carabao Cup Penguat Mental Arsenal di Perburuan Trofi Musim Ini

➡️ Baca Juga: Profil Maissy ‘Cilukba’, Artis Cilik Terkait Dugaan Perselingkuhan Suami dengan Koas

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k