Ilmuwan Iran Tantang Zionis Israel dengan Argumen Berdasar Al Quran

Akademisi terkemuka dalam bidang matematika yang berasal dari Yazd, Iran, Profesor Bijan Davvaz, telah mengajukan tantangan intelektual dan teologis kepada kelompok-kelompok yang berupaya mempengaruhi kebijakan global terkait Zionisme. Dalam pendekatannya, ia menggunakan argumen yang berlandaskan pada Al Quran, menyoroti relevansi teks suci dalam konteks konflik kontemporer.
Profesor Davvaz dikenal luas sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Karya-karyanya telah banyak dirujuk dalam publikasi internasional, dan ia berkolaborasi dengan peneliti dari hampir 40 negara, menjadikannya figur penting dalam komunitas akademis global.
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh presstv.ir pada 23 April 2026, Profesor Davvaz mengeluarkan dua tantangan yang diambil dari ayat-ayat Al Quran yang ditujukan kepada kelompok-kelompok tersebut, termasuk yang ada di Amerika Serikat.
Dengan mengutip Surah Al-Jumu’ah (62:6) dan Surah Al-Baqarah (2:94), ia menekankan bahwa Al Quran secara tegas menantang mereka yang mengklaim sebagai umat pilihan Tuhan untuk mengharapkan kematian jika benar-benar yakin akan keyakinan mereka.
“Tolong beri tahu kami, mengapa kalian mencari perlindungan di tempat-tempat aman karena takut akan kematian?!” tanyanya secara langsung kepada mereka.
Davvaz juga menjelaskan bahwa Al Quran menyampaikan janji ilahi yang tidak dapat diganggu gugat (Al-Isra, 17:6), yang menyatakan bahwa jika suatu kelompok terus melakukan kerusakan dan kezaliman, Allah akan mendatangkan pihak lain untuk menghancurkan mereka di dunia ini.
Mengacu pada Surah Al-Baqarah (2:120), yang mengungkapkan bahwa Zionis ‘tidak akan pernah rela hingga kita mengikuti jalan mereka’, Profesor Davvaz menyatakan bahwa tidak ada kemungkinan untuk melakukan negosiasi dengan mereka.
“Siklus perang, gencatan senjata, dan negosiasi yang telah lama kalian gunakan sebagai strategi melawan para pencari kebebasan di dunia, pada akhirnya akan berbalik menjadi bumerang bagi kalian,” peringatannya kepada kelompok Zionis, menegaskan bahwa Al Quran dengan jelas tidak dapat diputarbalikkan meskipun mereka berusaha.
Dalam pernyataannya, Davvaz juga mengacu pada Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, dengan merujuk pada ayat Al Quran yang menyatakan bahwa Tuhan tidak akan memberikan jalan bagi orang-orang yang ingkar untuk menguasai orang-orang yang beriman.
Di akhir pernyataannya, ia menggambarkan Zionisme sebagai ideologi politik yang didasari oleh kebencian serta gerakan kolonialisasi pemukim. Menurutnya, ideologi ini bertanggung jawab atas bertahun-tahun pendudukan militer, perampasan tanah, penerapan kebijakan apartheid, dan penindasan sistematis terhadap rakyat Palestina di wilayah yang diduduki.
➡️ Baca Juga: Menkeu Purbaya Klarifikasi Isu Prabowo Tentukan Pimpinan OJK Secara Langsung
➡️ Baca Juga: Truk Memuat Paket Diduga iPhone Ilegal Disita di Sidoarjo, Temukan Faktanya




