Dampak Serius Kekurangan Zat Besi pada Anak yang Tidak Boleh Diabaikan

Kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan yang harus diperhatikan dengan serius oleh orang tua. Menariknya, data menunjukkan bahwa satu dari tiga anak di Indonesia berpotensi mengalami kekurangan zat besi.
Penelitian yang dilakukan oleh The South East Asian Nutrition Survey II Indonesia (SEANUTS II) pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa mayoritas anak di Indonesia tidak mendapatkan asupan zat besi yang sesuai dengan rekomendasi. Rata-rata konsumsi zat besi anak-anak di Indonesia hanya mencapai 65,8 persen dari Angka Kebutuhan Gizi (AKG) yang ditetapkan.
Zat besi memiliki peranan yang sangat vital dalam proses pertumbuhan anak. Selain fungsinya dalam memproduksi hemoglobin, zat besi juga berkontribusi dalam metabolisme energi, sistem oksidasi, perkembangan serta fungsi saraf, konektivitas jaringan, dan sintesis hormon.
Ketika anak mengalami anemia defisiensi, hal ini dapat menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik, dan sosial mereka. Jika kondisi ini tidak diatasi dengan baik, dampaknya bisa bersifat permanen. Selain itu, sistem imun anak akan terganggu, yang berarti ada peningkatan risiko terjadinya infeksi.
“Zat besi memiliki peranan krusial dalam pembentukan hemoglobin yang berfungsi mengantarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh, termasuk otak. Kecukupan zat besi sangat memengaruhi aktivitas, kemampuan belajar, serta perkembangan anak sesuai dengan tahap usianya,” ungkap dr. Ria Yoanita, Sp.A, MARS, MM, CIMI, CBS, AIFO-K di Jakarta.
Ia merekomendasikan agar orang tua memastikan anak-anak mendapatkan pola makan yang seimbang, yang mencakup daging merah, ikan, telur, serta sayuran hijau. Selain itu, susu yang difortifikasi dengan kombinasi zat besi dan vitamin C juga penting. Penting bagi orang tua untuk lebih cermat dalam membaca label nutrisi pada kemasan untuk memastikan produk yang dipilih memiliki kandungan gizi yang memadai.
Rizku Imam Ardhi menambahkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Edukasi dan akses terhadap nutrisi harus menjangkau lebih banyak keluarga. Memberikan nutrisi terbaik bagi anak-anak Indonesia bukan hanya soal menyediakan produk berkualitas, tetapi juga memastikan adanya rangkaian nutrisi lengkap sejak lahir hingga usia sekolah, dengan formulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak serta mudah diakses oleh orang tua.
“Karena itu, kami meyakini bahwa kolaborasi sangat penting dalam membantu orang tua memahami dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak setiap hari. Melalui berbagai kegiatan yang kami adakan, kami berharap semakin banyak keluarga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya nutrisi lengkap sejak dini, sehingga anak-anak di Indonesia dapat tumbuh sehat dan meraih potensi terbaik mereka,” tambahnya sebagai Sales Director Danone Specialized.
➡️ Baca Juga: Igdx 2026 Jakarta Jadi Tuan Rumah Game Developer Lokal Siap Bikin Gelar Internasional
➡️ Baca Juga: Capaian Prabowo dalam Memimpin RI Selama 21 Bulan: Penyelesaian Masalah Rumit yang Signifikan




