lifestyle

Bayi Meninggal Setelah Konsumsi Telur Mentah, Kenali Bahaya dan Gejala Salmonella

Kisah tragis mengenai seorang bayi bernama Alena yang meninggal setelah mengonsumsi telur mentah, yang diberikan oleh neneknya, telah menjadi viral di media sosial. Bayi tersebut dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo di Surabaya.

Penting bagi masyarakat untuk menghindari pemberian telur mentah atau setengah matang kepada bayi dan anak-anak, karena risiko kontaminasi bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan. “Kami tidak merekomendasikan telur mentah atau setengah matang untuk bayi dan anak, terutama karena potensi risiko keamanan pangan,” ungkap Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), Ketua Pengurus Pusat IDAI, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta.

Infeksi Salmonella, atau yang sering disebut salmonelosis, dapat mengakibatkan gejala yang cukup serius seperti diare, demam, nyeri perut, muntah, dan dehidrasi. Gejala-gejala ini dapat menjadi lebih parah jika dialami oleh bayi dan anak-anak, yang sistem imunnya masih rentan.

Organisasi IDAI juga menekankan bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. “ASI merupakan pilihan terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi,” tambahnya.

Telur dapat dijadikan makanan pendamping ASI, asalkan dimasak hingga matang. Telur yang dimasak dengan benar dapat menjadi sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak. Pengenalan telur sebagai salah satu bahan MPASI bisa dilakukan sesuai dengan usia dan kesiapan bayi.

“Pastikan telur dimasak hingga kedua bagian, putih dan kuningnya, benar-benar matang,” jelas Piprim, menekankan pentingnya keamanan dalam penyajian makanan untuk bayi.

➡️ Baca Juga: Memahami Metaverse dan Keterkaitannya dengan Penggunaan Aset Kripto Digital

➡️ Baca Juga: <p>“Apple Mengakuisisi Startup Q.ai Senilai $2 Miliar: Apa Artinya Bagi Inovasi AI”</p>

Related Articles

Back to top button
kpkgg