Berita

Amnesty International: Trump, Putin, dan Netanyahu sebagai Predator yang Mengancam Kemanusiaan

Amnesty International, sebuah organisasi yang fokus pada pemajuan hak asasi manusia, mengungkapkan bahwa pemimpin dari tiga negara yang kini terlibat dalam konflik besar telah memberikan dorongan bagi negara lain untuk melakukan pelanggaran serupa. Dalam laporan tahunan mengenai kondisi hak asasi manusia di seluruh dunia yang dirilis pada tanggal 21 April 2026, Amnesty mencatat bahwa Amerika Serikat, Rusia, dan Israel berada di garis depan dalam penurunan perlindungan hak asasi manusia secara global.

Agnes Callamard, kepala Amnesty International, menyebut Donald Trump, Vladimir Putin, dan Benjamin Netanyahu sebagai “predator rakus” yang berambisi untuk menguasai secara ekonomi dan politik melalui konflik bersenjata.

Callamard menekankan bahwa “lingkungan global di mana keganasan primitif dapat berkembang telah lama terbentuk,” tulisnya dalam pengantar laporan setebal sekitar 400 halaman yang dilansir dari sumber berita.

Dia mengamati bahwa pada tahun 2025, terjadi sebuah “pergeseran drastis dari tatanan internasional yang telah dibangun dari puing-puing Holocaust dan kehancuran perang dunia, yang perlahan-lahan dan dengan penuh kesakitan dibentuk selama 80 tahun terakhir.”

Dalam konferensi pers yang diadakan di London sehari sebelumnya, Callamard menyatakan bahwa sebagian besar pemerintah di dunia lebih cenderung untuk menenangkan para “predator” alih-alih menghadapi mereka secara langsung.

“Beberapa bahkan berpikir untuk meniru tindakan para penindas dan perampok itu,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa Spanyol adalah pengecualian di Eropa, karena secara terbuka mengkritik tindakan genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza serta serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menurutnya, sikap ini menjadikan Spanyol “berdiri di atas standar ganda yang merusak sistem internasional.”

Callamard berpendapat bahwa dampak yang ditimbulkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terhadap situasi global sangat signifikan, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Dia mengemukakan bahwa perilaku ketiga pemimpin tersebut “memberi semangat kepada semua pihak yang tergoda untuk meniru tindakan serupa. Ini memungkinkan munculnya lebih banyak peniru di seluruh dunia, dan sebagai hasilnya, tantangan yang kita hadapi sekarang jauh lebih agresif dan kejam dibandingkan dengan apa yang terjadi tiga atau empat tahun lalu.”

➡️ Baca Juga: Kamera Galaxy M Series: Cukup Baguskah untuk Dokumentasi Sehari-hari?

➡️ Baca Juga: Xbox Game Pass Ultimate Naik Jadi $30: Benefit Baru & Analisis Apakah Masih Worth It

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k