Berita

Pupuk Hayati: Jenis, Manfaat, dan Perannya dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Di tengah tantangan global yang dihadapi oleh sektor pangan, terutama akibat ketidakstabilan geopolitik, pupuk hayati muncul sebagai salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Inovasi ini mencakup pengembangan produk pupuk hayati cair berbahan dasar tumbuhan, seperti Pureplant yang diciptakan oleh Indoraya Mitra Persada 168 dan PT Intani Bumi Lestari. Produk ini dirancang untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus memperbaiki kualitas tanah secara berkelanjutan.

Secara umum, pupuk hayati dapat dikategorikan menjadi dua tipe berdasarkan jenis mikroorganismenya: pupuk yang mengandung mikroorganisme tunggal dan pupuk yang memiliki mikroorganisme majemuk. Pupuk dengan mikroorganisme tunggal hanya mengandung satu jenis mikroba, seperti Rhizobium yang berfungsi untuk mengikat nitrogen. Sementara itu, pupuk majemuk mengandung lebih dari tiga jenis mikroorganisme yang berkolaborasi untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Di sisi lain, pupuk hayati juga dapat dibedakan berdasarkan bentuk fisiknya, yaitu cair dan padat. Pupuk cair umumnya lebih praktis untuk digunakan di lapangan, sedangkan pupuk padat yang berbentuk tepung memiliki kegunaan tertentu sesuai dengan kondisi lahan yang ada.

Pamrihadi, Direktur Utama PT Indoraya Mitra Persada 168, menegaskan bahwa pengembangan pupuk hayati merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem pertanian nasional dan mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Melalui penyediaan pupuk hayati, kami berkomitmen untuk mendukung program swasembada pangan yang merupakan langkah strategis dalam menciptakan ketahanan pangan nasional,” ungkap Pamrihadi dalam sebuah pernyataan resmi.

Dari segi manfaat, pupuk hayati memiliki beberapa fungsi utama, salah satunya adalah meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah. Mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk ini mampu menghasilkan senyawa yang memfasilitasi pelarutan unsur hara, memperbaiki penyerapan nutrisi dari udara, serta memecah ikatan yang menghambat penyerapan unsur hara oleh tanaman.

Selain itu, pupuk hayati juga berfungsi sebagai pembenah tanah. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 2 Tahun 2006, pupuk hayati dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui proses penguraian bahan organik, sehingga unsur hara makro dan mikro lebih mudah terserap oleh tanaman.

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Dengan tanah yang lebih sehat, kebutuhan nutrisi tanaman dapat terpenuhi secara optimal, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih baik.

➡️ Baca Juga: <p>“Apple Meluncurkan Film Pendek yang Mengharukan ‘Glad I Met You’ yang Difilmkan dengan iPhone 17 Pro”</p>

➡️ Baca Juga: Olahraga Fungsional di Kantor untuk Menjaga Kebugaran Saat Duduk Lama Setiap Hari

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k